Dinilai Abai Terhadap Mitigasi Bencana PC PMII Probolinggo Kritik Keras Event SAE RUN

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Garudaxpose.com | Probolinggo – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mengkritik keras Pemerintah Kabupaten Probolinggo terkait penyelenggaraan event lari bertajuk “SAE RUN” yang dijadwalkan pada 8 Februari 2026 mendatang.

Kritik ini dilayangkan menyusul masih berlangsungnya proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Ketua II PC PMII Probolinggo, Achmad Syaifuddin, yang akrab disapa Apod, menyatakan pemerintah dinilai abai terhadap mitigasi bencana dan dianggap lebih mementingkan event olahraga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mempertanyakan dasar penyelenggaraan event yang diklaim untuk peningkatan sektor ekonomi dan wisata.

“Ekonominya siapa? Ekonominya masyarakat apa pemerintah,” tegas Apod.

Ia menanggapi pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Probolinggo, Ugas Irwanto, yang menyebut event berpotensi meningkatkan ekonomi daerah (06/02/2026).

Menurut Apod, event yang menggunakan jalur Tol Prosiwangi via Kraksaan itu tidak berkontribusi nyata bagi sektor wisata. “Itu jalan tol bukan sektor wisata,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa pemerintah seharusnya mengalihkan seluruh sumber daya dan perhatian untuk percepatan penanganan dampak bencana.

“Saat ini yang urgent adalah mitigasi dan rehabilitasi. Banyak fasilitas publik yang rusak berat, seperti sekolah, jembatan yang putus, serta rumah-rumah warga. Ini yang harus jadi prioritas utama, bukan menggelar acara lari berbayar,” paparnya.

Event SAE RUN, seperti dikutip dari situs resminya saerun.id, mewajibkan peserta melakukan registrasi dengan biaya mulai dari Rp 135.000 hingga Rp 250.000. Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa jersey, bib number non-chip, goodie bag, medali, dan kesempatan doorprize.

Kritik PC PMII Probolinggo ini menyoroti adanya potensi kesenjangan prioritas di tengah kondisi darurat.

Mereka mendesak agar pemerintah mengevaluasi ulang penyelenggaraan event serupa dan benar-benar memfokuskan anggaran serta tenaga untuk pemulihan infrastruktur publik dan bantuan kepada korban terdampak bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Serta Memastikan Ketersediaan Bahan Pangan Di Tengah Kondisi Ekonomi Yang Dinamis
Hadapi Modus Digital, PKK Lumajang Perkuat Kader untuk Deteksi Dini Human Trafficking
Semangat Hari Kartini Warnai Persiapan Rapat Kerja DKKT Kabupaten Tangerang
Janji Tinggal Janji, Rumah Reyot Nenek Ucum di Balaraja Tak Kunjung Tersentuh Bantuan
Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali
Komitmen Dakwah Sosial, GMBQ Probolinggo Salurkan Wakaf Al-Qur’an ke Empat Lokasi
“Murnaeni,SE! Merenda Tanggul: Ketika Semen Menjadi Sajak Kepedulian di Bibir Babakan yang Luka”
Satlantas Polres Probolinggo Terima Kunjungan TK Islam Siti Chodijah, Kenalkan Tertib Lalu Lintas dan Pencegahan Bullying

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:15 WIB

Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Serta Memastikan Ketersediaan Bahan Pangan Di Tengah Kondisi Ekonomi Yang Dinamis

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

Hadapi Modus Digital, PKK Lumajang Perkuat Kader untuk Deteksi Dini Human Trafficking

Selasa, 21 April 2026 - 11:55 WIB

Semangat Hari Kartini Warnai Persiapan Rapat Kerja DKKT Kabupaten Tangerang

Minggu, 19 April 2026 - 15:12 WIB

Janji Tinggal Janji, Rumah Reyot Nenek Ucum di Balaraja Tak Kunjung Tersentuh Bantuan

Senin, 13 April 2026 - 03:18 WIB

Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali

Berita Terbaru