Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Kandang Ayam di Kedungdalem Tewaskan Puluhan Ribu Ekor Ayam

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Suasana tenang warga di Jl. Timbangan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo mendadak berubah panik setelah kebakaran besar melanda sebuah peternakan ayam, Selasa (19/05/2026) pagi. Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat warga berhamburan menuju lokasi untuk melihat sekaligus membantu proses pemadaman.

Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dari area kandang hingga terlihat dari kejauhan. Warga sekitar yang pertama mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memadamkan api menggunakan ember dan alat seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Berdasarkan informasi di lokasi, api pertama kali muncul dari kandang ayam bagian selatan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang menyambar alat pemanas kandang yang biasa digunakan untuk menjaga suhu anak ayam agar tetap stabil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena bangunan kandang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar seperti bambu, kayu, plastik, dan sekam, api dengan cepat merembet ke kandang lainnya. Dalam hitungan menit, kobaran api semakin sulit dikendalikan.

Akibat peristiwa tersebut, dua dari tiga kandang ayam dilaporkan hangus terbakar. Puluhan ribu ekor ayam yang berada di dalam kandang tidak sempat diselamatkan lantaran api terlanjur membesar dan memenuhi area peternakan.

Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami mengatakan pihaknya segera mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Selain itu, satu unit mobil pemadam kebakaran bantuan dari Kota Probolinggo turut diterjunkan untuk membantu penanganan.

“Kami langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Probolinggo dan mendapat bantuan satu unit damkar dari Kota Probolinggo. Petugas bergerak cepat agar api tidak semakin meluas ke bangunan lain maupun permukiman warga,” ujar Taufik.

Menurutnya, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kandang. Bahkan setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih terus melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan bara api benar-benar padam.

“Meski api utama sudah berhasil dipadamkan, proses pendinginan masih dilakukan karena dikhawatirkan masih ada bara api yang tersisa. Kondisi kandang yang dipenuhi bahan mudah terbakar membuat api cepat menyebar,” tambahnya.

Taufik juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan, agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik dan penggunaan alat pemanas di area kandang. Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin demi menghindari risiko kebakaran.

“Kami mengingatkan agar instalasi listrik dicek secara berkala dan penggunaan alat pemanas harus sesuai standar keamanan. Hindari penggunaan kabel yang sudah rusak maupun sambungan listrik berlebihan. Langkah pencegahan sederhana sangat penting untuk menghindari kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar,” tegasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat rusaknya bangunan kandang serta matinya puluhan ribu ekor ayam ternak. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka
FORJI Lumajang Ucapkan Selamat HUT ke-1 ORMAS LASKAR SAKERA: Di Bawah Kepemimpinan H. Nur Samsi, SAKERA Makin Hebat dan Jaya
Polres Lumajang Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Pronojiwo, Luas Terdampak 6 Hektare
Perampokan Berdarah di Jember Kota, Pemilik Toko Emas Murni Dibacok Dua Pelaku
FORJI Lumajang: Santri Berdaya, Indonesia Jaya, Momentum HSN 2026 Perkokoh NKRI
Ketua Umum PW KPMDB BREGAS Desak Pemerintah Ambil Langkah Taktis Atasi Krisis Hutan Kalimantan
Kecelakaan Lalu Lintas melibatkan Dua Dump Truk Terjadi di Badan Jalan Candipuro Lumajang, Laka Material Diselesaikan Mediasi di Polsek
AKSI CEPAT POLRES LUMAJANG BERSAMA TIM GABUNGAN BERHASIL JINAKKAN API DI BLOK BANTENGAN

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:29 WIB

Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:37 WIB

FORJI Lumajang Ucapkan Selamat HUT ke-1 ORMAS LASKAR SAKERA: Di Bawah Kepemimpinan H. Nur Samsi, SAKERA Makin Hebat dan Jaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Polres Lumajang Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Pronojiwo, Luas Terdampak 6 Hektare

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Perampokan Berdarah di Jember Kota, Pemilik Toko Emas Murni Dibacok Dua Pelaku

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:06 WIB

FORJI Lumajang: Santri Berdaya, Indonesia Jaya, Momentum HSN 2026 Perkokoh NKRI

Berita Terbaru