Cegah Penyelewengan Dana Oplah, Dinas TPHP Jember Gandeng Kejari dan Polres Bekali 240 Poktan

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Ratusan petani dari Poktan dan Gapoktan se-Kabupaten Jember mengikuti Bimbingan Teknis Optimasi Lahan 2026. Kegiatan yang dibuka langsung Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Jember Drs. M. Djamil, http://M.Si ini menggandeng aparat penegak hukum sebagai narasumber guna memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

Hadir sebagai pemateri hari pertama Kepala Kejaksaan Negeri Jember Dr. Yadyn Palembangan, S.H., M.H bersama Kasi Intel Kejari Jember. Sementara untuk sesi besok, Rabu 21 Mei 2026, materi akan disampaikan perwakilan Satreskrim atau Unit Tipikor Polres Jember.

Kabid Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian Dinas TPHP Jember, Moh. Kosim, http://S.TP., M.P., mengatakan program Optimasi Lahan merupakan program strategis nasional dengan anggaran dari Kementerian Pertanian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun 2025 Jember mendapat alokasi Oplah seluas 4.410 hektare untuk 107 Poktan. Tahun 2026 alokasinya naik menjadi 7.070 hektare untuk 240 Poktan karena Jember dinilai sukses oleh kementerian,” jelas Kosim saat membuka bimtek.

Menurutnya, besarnya anggaran menuntut pengawasan ketat. Bimtek digelar agar Poktan memahami juknis dan melaksanakan program sesuai ketentuan.

“Pengawalan ini perlu melibatkan semua pihak, termasuk media. Secara kedinasan kami mengundang APH sebagai narasumber dari Kejaksaan dan besok dari Polres Jember sebagai langkah penguatan terhadap kelompok tani sebagai pelaksana kegiatan Oplah,” ujarnya.

Kosim berharap petani melaksanakan kegiatan sesuai juknis dan spesifikasi teknis. Karena program bersifat swakelola, ia mendorong gotong royong masyarakat agar hasil pekerjaan melampaui target.

“Saluran air yang biasanya 50 meter bisa bertambah dengan swadaya masyarakat. Harapan Pak Kadis TPHP agar masyarakat merasa memiliki program ini sampai selesai dan ikut merawatnya,” kata Kosim.

Dalam paparannya, Kajari Jember Dr. Yadyn Palembangan menekankan lima prinsip agar anggaran aman dari masalah hukum: perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, penatausahaan, dan pertanggungjawaban.

“Dalam perencanaan harus mempertimbangkan kondisi terkini dan geografis. Harus akurat, realistis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Administrasi yang rapi adalah benteng pertama dari pelanggaran hukum,” tegas Yadyn.

Yadyn juga berbagi pengalaman saat menjabat Kajari Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Saat itu ia mendapat penghargaan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebagai pendukung kegiatan pertanian terbaik se-Indonesia.

“Kalau bicara pertanian saya paham karena basic saya petani. Kami paham mulai dari pH tanah, kualitas unggulan bisa kita komunikasikan. Di Luwu Timur saya kembangkan 11 komoditas unggulan seperti semangka tanpa biji, durian musangking, durian balok, jagung, melon bolen. Masing-masing desa saya tempatkan komoditas unggulan,” ungkapnya.

Bimtek Oplah 2026 diharapkan memperkuat kapasitas Poktan sehingga program berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Pewarta: Slamet Raharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Resmi Ditutup, Seluruh Sasaran Rampung 100 Persen
Gubernur Koster Tegaskan Bali Konsisten Jalankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal
Konsumen Kecewa, Produk Helse Diduga Kedaluarsa Tak Kunjung Ditarik
Putra Zigas Gebrak Panggung Tempat Ngopi Serang
*Diduga Halangi Kerja Jurnalistik, SPPG Labuan #013 Minta “Surat Dinas” ke Wartawan* *Pengelola Dapur MBG Dinilai Langgar UU Pers No. 40 Tahun 1999*
Produk Helse Expired Bikin Heboh, Disperindag Sibolga Ambil Sikap Tegas
FPRB Kota Probolinggo Resmi Dikukuhkan, Pemkot Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Bencana
Sekda Brebes: 2.509 ASN Terbukti Pakai Absensi Fiktif, Sanksi Diserahkan Atasan Langsung, Penjual Aplikasi Diproses Hukum

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:47 WIB

TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Resmi Ditutup, Seluruh Sasaran Rampung 100 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:19 WIB

Gubernur Koster Tegaskan Bali Konsisten Jalankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:43 WIB

Konsumen Kecewa, Produk Helse Diduga Kedaluarsa Tak Kunjung Ditarik

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:32 WIB

Putra Zigas Gebrak Panggung Tempat Ngopi Serang

Kamis, 21 Mei 2026 - 05:14 WIB

*Diduga Halangi Kerja Jurnalistik, SPPG Labuan #013 Minta “Surat Dinas” ke Wartawan* *Pengelola Dapur MBG Dinilai Langgar UU Pers No. 40 Tahun 1999*

Berita Terbaru

TNI POLRI

Sigap, Babinsa Kampung Melayu Bantu Damkar Padamkan Api 

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:06 WIB