Bupati Lumajang : Pelestarian Budaya Harus Dimaknai Sebagai dari Pembangunan Manusia dan Peradaban

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang – Di tengah arus modernisasi yang kian cepat, Kabupaten Lumajang menghadirkan ruang refleksi kebudayaan melalui Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara bertajuk “Melestarikan Pusaka Nusantara”. Bertempat di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (9/1/2026), pameran ini menegaskan bahwa pusaka bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan pengetahuan hidup yang membentuk jati diri dan ketahanan budaya bangsa.

Pameran yang dibuka langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma tersebut berlangsung selama tiga hari, 9–11 Januari 2026. Peserta pameran datang dari berbagai daerah di Nusantara, membawa ragam tosan aji yang merepresentasikan kekayaan tradisi, filosofi, dan pandangan hidup leluhur bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dimaknai sebagai bagian dari pembangunan manusia dan peradaban, bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, pusaka Nusantara adalah simpul nilai yang mengajarkan etika, spiritualitas, kepemimpinan, dan kebijaksanaan sosial.

“Pameran ini bukan hanya tentang memamerkan benda pusaka, tetapi tentang menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang membentuk karakter bangsa. Di dalam pusaka terdapat sejarah, filosofi, dan kebijaksanaan leluhur yang relevan hingga hari ini,” ujarnya.

Bunda Indah menekankan bahwa pameran Tosan Aji Nusantara memiliki fungsi edukatif yang kuat, terutama bagi generasi muda. Melalui pemahaman yang benar, pusaka tidak lagi dipandang sebagai benda mistik atau sekadar koleksi antik, melainkan sebagai medium pembelajaran nilai dan identitas kebangsaan.

“Ketika masyarakat memahami makna pusaka, maka yang dirawat bukan hanya bendanya, tetapi nilai dan jati diri bangsa. Inilah esensi pelestarian budaya yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaan atas ditampilkannya pusaka karya Empu Sanibin, empu asal Lumajang. Kehadiran karya empu lokal tersebut menjadi bukti bahwa Lumajang memiliki warisan budaya adiluhung yang lahir dari kearifan lokal dan layak mendapat pengakuan lebih luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menegaskan bahwa penguatan budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah. Menurutnya, kegiatan budaya seperti pameran tosan aji memiliki dampak strategis dalam memperkuat pariwisata berbasis budaya dan menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

“Budaya adalah identitas sekaligus potensi. Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan budaya mampu menciptakan nilai tambah ekonomi tanpa kehilangan ruh dan nilai luhurnya,” ungkapnya.

Dari perspektif nasional, Staf Khusus Kementerian Kebudayaan RI Empu Teguh Basuki Yuwono menyampaikan bahwa kebudayaan harus dipahami sebagai ekosistem yang utuh. Ia menekankan bahwa negara hadir untuk memastikan kebudayaan tidak tergerus zaman, tetapi justru menjadi kekuatan strategis bangsa.

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, baik warisan budaya benda maupun tak benda. Kebudayaan adalah aset bersama yang memiliki dampak besar bagi ekonomi budaya, pariwisata, dan penguatan identitas nasional,” jelasnya.

Empu Teguh menambahkan, pameran Tosan Aji Nusantara menjadi contoh konkret kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat dalam merawat kebudayaan secara berkelanjutan. Menurutnya, pusaka Nusantara adalah simpul keindonesiaan yang mempertemukan nilai lokal dengan semangat kebangsaan.

Melalui pameran ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk memandang budaya sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa. Lebih dari sekadar ruang pamer, Tosan Aji Nusantara di Lumajang menjadi ikhtiar merawat ingatan, meneguhkan identitas, dan menyiapkan warisan nilai bagi generasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Insentif untuk 886 Pegiat Agama Larangan, Wurja Tekankan Sinergi dan Moderasi
DPC Gerindra Brebes Gelar Konsolidasi Akbar, Perkuat Barisan untuk Implementasi Program Nasional Sambil Tebar Ribuan Berkah Takjil di Bulan Suci Ramadan
Berbagi di Bulan Suci, MADAS DPC Sidoarjo Bagikan 600 Takjil dan Pererat Silaturahmi
Harmoni di Bromo Sukapura, WHDI Wanita Hindu Dharma Indonesia Desa Sapikerep Bagikan Ratusan Takjil
Aksi Sosial Ramadan, MADAS DPC Bangkalan Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Satlantas Lumajang Gandeng PT Djarum dan Maxim, 1.000 Takjil Dibagikan di Depan Mapolres
Gotong Royong Murni di Tonjong: Tamparan Keras bagi Politik Pencitraan, Asa Baru dari Semen dan Peluh” (Lebih fokus pada kritik politik dan hasil nyata)
Peresmian Kantor MADAS Pamekasan Diwarnai Santunan Anak Yatim dan Pembagian 3.000 Takjil

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:30 WIB

DPC Gerindra Brebes Gelar Konsolidasi Akbar, Perkuat Barisan untuk Implementasi Program Nasional Sambil Tebar Ribuan Berkah Takjil di Bulan Suci Ramadan

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:46 WIB

Berbagi di Bulan Suci, MADAS DPC Sidoarjo Bagikan 600 Takjil dan Pererat Silaturahmi

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:11 WIB

Harmoni di Bromo Sukapura, WHDI Wanita Hindu Dharma Indonesia Desa Sapikerep Bagikan Ratusan Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 15:08 WIB

Aksi Sosial Ramadan, MADAS DPC Bangkalan Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 04:09 WIB

Satlantas Lumajang Gandeng PT Djarum dan Maxim, 1.000 Takjil Dibagikan di Depan Mapolres

Berita Terbaru