BPBD Kota Probolinggo Bentuk Keltana di Kebonsari Wetan, Calon Anggota Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo resmi membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran. Pembentukan Keltana tersebut diawali dengan pelatihan kebencanaan yang berlangsung selama enam hari, mulai Senin (29/07/2026) sampai Sabtu (04/07/2026) bertempat di Aula Kelurahan Kebonsari Wetan.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Kota Probolinggo dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali pengetahuan, keterampilan, hingga praktik langsung mengenai penanggulangan bencana agar mampu bertindak cepat dan tepat ketika kondisi darurat terjadi.

Penutupan pelatihan pada Sabtu (4/7/2026) pagi dihadiri Sekretaris BPBD Kota Probolinggo Dedy Ristantama, Fasilitator BPBD Kota Probolinggo Eko Yudha, Pendamping Fasilitator Amin Hasan, Lurah Kebonsari Wetan Ronny Kurniawan, Babinsa Peltu Suparman, Ketua TP PKK Kelurahan Kebonsari Wetan, serta puluhan anggota Keltana yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendamping Fasilitator BPBD Kota Probolinggo Amin Hasan mengatakan pelatihan Keltana dirancang agar masyarakat memiliki bekal pengetahuan yang komprehensif mengenai penanggulangan bencana sejak tahap sebelum, saat, hingga setelah terjadinya bencana.

“Pada hari-hari awal, peserta diberikan materi dasar mengenai kebencanaan, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, potensi ancaman di wilayah, mitigasi risiko, hingga bagaimana membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Menurut Amin Hasan, selain teori, peserta juga dikenalkan dengan mekanisme koordinasi ketika terjadi bencana sehingga setiap anggota memahami tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian, proses penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan kepanikan.

Ia menjelaskan bahwa materi yang diberikan juga mencakup penyusunan rencana aksi, pemetaan wilayah rawan, hingga langkah-langkah evakuasi warga yang menjadi bagian penting dalam membentuk sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

“Peserta juga kami bekali tentang manajemen logistik dan pendirian dapur umum. Saat terjadi bencana, kebutuhan konsumsi bagi warga terdampak harus dapat dipenuhi secara cepat, sehingga masyarakat perlu memahami bagaimana menyiapkan dapur umum dengan baik,” jelasnya.

Amin Hasan menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan relawan-relawan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama enam hari ini tidak berhenti di ruang pelatihan saja, tetapi benar-benar diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga Kebonsari Wetan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Fasilitator BPBD Kota Probolinggo Eko Yudha menyampaikan bahwa salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah praktik penanganan kebakaran ringan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik pemadaman sederhana dengan kain basah.

“Materi ini kami berikan karena kebakaran merupakan salah satu bencana yang cukup sering terjadi di lingkungan permukiman. Penanganan awal sangat menentukan apakah api dapat segera dipadamkan atau justru membesar,” katanya.

Menurut Eko Yudha, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung cara menggunakan APAR sesuai prosedur yang benar agar tidak melakukan kesalahan saat menghadapi kondisi darurat.

Ia menjelaskan bahwa peserta diajarkan mengenali jenis-jenis APAR beserta fungsi masing-masing, termasuk memahami karakteristik sumber api sehingga pemilihan alat pemadam dapat dilakukan secara tepat.

“Selain APAR, kami juga memberikan simulasi pemadaman api menggunakan kain atau handuk basah. Cara sederhana ini bisa dilakukan masyarakat apabila menghadapi api kecil, terutama di area dapur rumah tangga,” ungkapnya.

Eko Yudha menegaskan seluruh praktik dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat serta didampingi instruktur agar peserta memahami teknik pemadaman tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesiapan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.

“Kami berharap anggota Keltana nantinya menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing. Mereka bisa memberikan edukasi kepada warga lain sehingga budaya sadar bencana semakin tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lurah Kebonsari Wetan Ronny Kurniawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD Kota Probolinggo yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana melalui pelatihan yang berlangsung selama enam hari.

“Kami mengucapkan terima kasih atas ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang telah diberikan kepada warga Kebonsari Wetan. Ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana,” katanya.

Ronny berharap seluruh anggota Keltana dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dengan terus menyebarluaskan pengetahuan yang telah diperoleh sehingga manfaat pelatihan dapat dirasakan secara luas.

“Semoga sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, PKK, dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi menciptakan Kelurahan Kebonsari Wetan yang semakin tangguh, aman, dan siap menghadapi segala bentuk bencana,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BPBD Kota Probolinggo Dedy Ristantama mengucapkan selamat kepada seluruh anggota yang telah resmi menjadi bagian dari Kelurahan Tangguh Bencana Kebonsari Wetan setelah mengikuti seluruh tahapan pelatihan.

“Selamat atas terbentuknya Kelurahan Tangguh Bencana di Kebonsari Wetan. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di tingkat kelurahan,” ucapnya.

Dedy berharap keberadaan Keltana tidak hanya menjadi simbol atau organisasi semata, tetapi benar-benar aktif menjalankan fungsi edukasi, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga membantu penanganan awal ketika terjadi bencana di lingkungan sekitar.

“Semoga Keltana Kebonsari Wetan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Probolinggo. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kami optimistis budaya sadar bencana akan semakin kuat sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan bersama,” pungkasnya.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Zakat Gelar Aksi Restorasi Sungai Kalibron, Libatkan FPRB Mangunharjo untuk Pengurangan Risiko Bencana
Resmi Dilantik, Karang Taruna Kecamatan Jayanti 2026-2031 Siap Wujudkan Masyarakat Sejahtera
30 Persen Mangrove Rusak, Menteri LH Ajak Percepat Rehabilitasi dari Brebes
Info Bali Seputar Kearipan Lokal, Layanan Orang Asing, Lomba Paduan Suara dan Konsultasi DPD-RI
35 Anak Penyandang Cerebral Palsy Terima Kursi Roda Adaptif Gratis di Probolinggo, Didatangkan dari Australia
Diduga Tanpa Papan Informasi, Proyek Bedah Rumah di Desa Pangkat Jadi Sorotan; Camat dan Pemdes Mengaku Belum Mengetahui
Diduga Mangkrak, Pembangunan Kantor BUMDes Desa Sentul Disorot karena Minim Transparansi
Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:05 WIB

Rumah Zakat Gelar Aksi Restorasi Sungai Kalibron, Libatkan FPRB Mangunharjo untuk Pengurangan Risiko Bencana

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:50 WIB

Resmi Dilantik, Karang Taruna Kecamatan Jayanti 2026-2031 Siap Wujudkan Masyarakat Sejahtera

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:15 WIB

BPBD Kota Probolinggo Bentuk Keltana di Kebonsari Wetan, Calon Anggota Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

Sabtu, 4 Juli 2026 - 03:27 WIB

30 Persen Mangrove Rusak, Menteri LH Ajak Percepat Rehabilitasi dari Brebes

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:44 WIB

Info Bali Seputar Kearipan Lokal, Layanan Orang Asing, Lomba Paduan Suara dan Konsultasi DPD-RI

Berita Terbaru