BREBES,GarudaXpose.com//– Berbagai inovasi di bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk, keluarga berencana, hingga pelayanan sosial menjadi materi utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes ini digelar pada (30/7/2026), bertempat di Aula Lantai 6 Gedung KPT Brebes.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah mendorong seluruh perangkat daerah untuk tidak berhenti berinovasi, melainkan terus menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), serta menjawab berbagai tantangan pembangunan yang ada di Kabupaten Brebes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada bidang pendidikan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes memperkenalkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan akses pendidikan dan tata kelola layanan. Inovasi tersebut meliputi GKB (Gerakan Kembali Bersekolah) Anak Tidak Sekolah (ATS), Pengembalian Dewasa Tidak Sekolah (DTS) Melalui Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Jalur Non Formal, E-TIKA (Elektronik Tiket Ajuan), Aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Bendahara), SIMASBOS (Sistem Informasi Aset Bantuan Operasional Sekolah), GAS ROLAS (Gerakan Anak Sekolah 12 Tahun), serta program unggulan 1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana.
Berbagai inovasi tersebut dikembangkan bukan tanpa alasan. GKB ATS dan DTS hadir untuk menjemput bola anak-anak dan warga dewasa yang putus sekolah agar mau kembali mengenyam pendidikan, baik formal maupun non formal. Sementara E-TIKA, SIMBA, dan SIMASBOS merupakan inovasi digitalisasi untuk memangkas birokrasi, mempercepat layanan pengajuan, serta mewujudkan transparansi pengelolaan keuangan dan aset BOS di sekolah. Sedangkan GAS ROLAS dan 1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana menjadi komitmen Pemkab Brebes dalam memperluas kesempatan masyarakat miskin untuk memperoleh layanan pendidikan 12 tahun hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Brebes juga tak kalah inovatif dengan menghadirkan tiga inovasi andalan. Yakni SERUNI (Senin Edukasi Rutin Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi), Kids to The Rescue: Kelas Pintar Pertolongan Pertama dan Tanggap Darurat, serta GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Ketiga inovasi tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di tingkat keluarga dan desa. SERUNI menjadi wadah edukasi rutin untuk meningkatkan keberdayaan perempuan, Kids to The Rescue membekali anak-anak dengan keterampilan dasar pertolongan pertama dan tanggap darurat sejak dini, serta GENTING memperluas kolaborasi gotong royong dengan melibatkan orang tua asuh dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Brebes.
Pada sektor kesejahteraan sosial, Dinas Sosial Kabupaten Brebes memperkenalkan dua inovasi penting, yakni SIMAKSOSMAS (Sistem Informasi Manajemen Kesejahteraan Sosial Masyarakat) dan WARDOYO (Wareg Sedoyo) Sembako untuk Warga Miskin dan Lansia.
SIMAKSOSMAS dihadirkan sebagai basis data terintegrasi untuk mempermudah pendataan, pemantauan, dan penyaluran bantuan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Sedangkan WARDOYO menjadi inovasi pelayanan sosial yang humanis dengan menyalurkan bantuan sembako secara langsung kepada warga miskin dan lansia yang membutuhkan, sehingga bantuan tepat sasaran dan meringankan beban masyarakat.
Melalui Bimbingan Teknis Inovasi Daerah Tahun 2026 ini, Bapperida Kabupaten Brebes menegaskan bahwa inovasi daerah bukan sekadar perlombaan administrasi atau pemenuhan laporan, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mempermudah urusan masyarakat.
Bapperida berharap berbagai inovasi di bidang pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, pengendalian penduduk, keluarga berencana, serta pelayanan sosial yang telah dipaparkan tersebut dapat terus dikembangkan, dimatangkan, dan direplikasi oleh perangkat daerah lainnya.
Dengan begitu, kualitas pelayanan publik di Kabupaten Brebes akan semakin meningkat, daya saing daerah semakin kuat, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkeadilan dapat terwujud, pungkasnya.***
(4905)












