BREBES,GarudaXpose.com//- Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes terus mendorong pengembangan dan replikasi inovasi daerah melalui kegiatan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memaparkan berbagai inovasi dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar dapat terus dikembangkan dan direplikasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Brebes.
Pada sektor kesejahteraan sosial, Dinas Sosial Kabupaten Brebes memperkenalkan dua inovasi unggulan, yakni SIMAKSOSMAS (Sistem Informasi Manajemen Kesejahteraan Sosial Masyarakat) dan WARDOYO (Wareg Sedoyo Sembako untuk Warga Miskin dan Lansia). Kedua inovasi tersebut dihadirkan sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) serta masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Inovasi juga dihadirkan pada sektor infrastruktur. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes memaparkan inovasi terkait Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan. Inovasi tersebut mendukung peningkatan kualitas pengelolaan infrastruktur, pengendalian banjir, serta pemantauan pembangunan secara lebih efektif.
Pada urusan sumber daya air dan penataan ruang, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Kabupaten Brebes menghadirkan empat inovasi sekaligus, yaitu SIRENTANG (Sistem Informasi Rencana Tata Ruang), SI MANTAN RUGI (Strategi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Terintegrasi), SIRENVERAWATI (Sistem Informasi Rencana Verifikasi Awal Terbit Otomatis dan Pernyataan Mandiri KKPR), serta LAPANTARU (Layanan Pengaduan Pelanggaran Tata Ruang). Inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pemanfaatan ruang sekaligus memperkuat pengawasan tata ruang.
Sementara itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Brebes mengembangkan enam inovasi, yakni SI KAPP (Sistem Informasi Kawasan Permukiman dan Pertanahan), SIPETIGA (Sinergitas Pemerintah Daerah dalam Pemenuhan Tiga Juta Rumah), SIPENJALIN (Sistem Pelaporan Penerangan Jalan Lingkungan), Pengelolaan Rumah Swadaya Melalui Pendekatan C-G (Comunitas-Government) untuk Mengurangi Angka Backlog, SIPPRAU (Sistem Perencanaan Perumahan dan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum), serta SI KOPER EMBER (Sistem Kolaborasi Pemenuhan Rumah bagi MBR).
Tak ketinggalan pada bidang lingkungan hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes memperkenalkan inovasi SARIPAH MELALUI GERAKAN BESTIE PIPIH OPAH (Desa Mandiri Sampah Melalui Brebes Bebas Sampah Plastik Pilah Pilih Sampah ning Omah), BESTIE (Balai Edukasi Sampah Terintegrasi), JUMSIH (Gerakan Jumat Bersih), dan SAKLASAH (Desa Klaster Buah) sebagai inovasi yang mendorong pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Melalui Bimbingan Teknis Inovasi Daerah Tahun 2026 ini, Bapperida Kabupaten Brebes berharap berbagai inovasi di bidang pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, pengendalian penduduk, keluarga berencana, pekerjaan umum, sumber daya air, penataan ruang, perumahan, kawasan permukiman, dan lingkungan hidup dapat terus dikembangkan serta direplikasi.
Pungkasnya, seluruh inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, mewujudkan penataan ruang yang tertib, mempercepat pemenuhan kebutuhan permukiman, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Brebes.***
(4905)












