Banjir Bandang Putus Jembatan Vital di Bumiayu, Ribuan Warga Terdampak,Wurja :Pasti Tersambung Jelang Lebaran

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo/dok, Wakil Bupati Wurja,SE Meninjau Jembatan putus di terjang banjir di desa kali Longkrang, Desa Langkap dan Adisana,Kamis, 5 Maret 2026

BREBES,GarudaXpose.com-//Bumiayu Sebuah dentuman keras, suara gemuruh air yang mematikan, dan kemudian keheningan yang menyesakkan. Itulah sketsa kelam Rabu sore, 4 Maret 2026, ketika Jembatan Kali Longkrang, sang “urat nadi” yang telah lama menghubungkan dua Desa Langkap dan Desa Adisana di Kecamatan Bumiayu menyerah pada amukan banjir bandang. Tidak hanya struktur baja dan beton sepanjang 10 meter dengan lebar 3 meter yang luluh lantak, namun juga memutus akses, memecah rutinitas, dan sempat meruntuhkan harapan ribuan penduduk yang kini terisolasi dari salah satu infrastruktur paling vital mereka.

Jembatan ini bukan sekadar konstruksi fisik; ia adalah jantung dari kehidupan sehari-hari. Ia menjadi saksi bisu ribuan langkah kaki mungil pelajar yang bergegas meraih ilmu di SMP Negeri 3 Bumiayu, roda-roda gerobak petani yang setia mengangkut hasil bumi, serta nadi yang mengalirkan kegiatan ekonomi dan sosial antar desa. Hilangnya jembatan ini ibarat dipotongnya salah satu tangan, memaksa warga untuk menempuh jalan memutar yang jauh dan berliku, bukan hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga menambah beban biaya yang tak terduga dalam setiap aktivitas. Dampaknya terasa hingga ke pelosok rumah, mulai dari harga kebutuhan pokok yang berpotensi naik karena distribusi terhambat, hingga akses darurat yang menjadi lebih sulit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons duka dan kesulitan yang mendera, Pemerintah Kabupaten Brebes, dengan sigap dan tanggap darurat, mengambil langkah cepat. Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., tak menunggu waktu lama. Dengan langkah pasti, ia menembus keramaian warga yang berduka pada Kamis, 5 Maret 2026, untuk melihat langsung skala kerusakan. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan sebuah gestur empati yang tulus, mencerminkan kepedulian seorang pemimpin yang hadir di tengah kesusahan rakyatnya. Ia berkeliling, mengamati puing-puing, dan mendengarkan langsung keluh kesah serta tuntutan akan solusi cepat dari warga.

Didampingi sejumlah pejabat penting yang turut merasakan urgensi situasi, termasuk Sekretaris Dinas Pekerja Umum Brebes, Agus Pramono, S.T., Kepala Bidang Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso, S.E., S.T., serta Kepala Desa Langkap, Mustolih, Wabup Wurja menyampaikan sebuah janji yang menjadi oase penyejuk di tengah gurun kekeringan harapan. Di tengah reruntuhan jembatan dan tatapan pilu warga yang haus akan kepastian, beliau dengan lantang menegaskan komitmen pemerintah daerah.

“Insyaallah, sebelum Lebaran, jembatan ini sudah bisa dilalui kembali. Kami akan mempercepat penanganan karena ini adalah akses utama masyarakat,” ujarnya, seraya memastikan bahwa segala sumber daya, baik manusia maupun material, akan dikerahkan semaksimal mungkin. Pernyataan ini sontak disambut sorak gembira dan tepuk tangan warga, seolah sebuah beban berat yang selama ini menghimpit dada mereka, kini sedikit terangkat. Harapan untuk dapat merayakan Lebaran dengan akses yang pulih kembali kini membuncah di setiap hati sanubari, seiring dengan bayangan kebersamaan yang sebentar lagi tiba.

Salah satu suara hati yang paling lantang dan mewakili banyak kalangan datang dari Rinda, seorang ibu rumah tangga dari Kalisuren, Desa Langkap. Dengan nada getir, ia menuturkan bagaimana kehidupan pelajar menjadi yang paling terdampak signifikan. “Anak-anak yang mau ke SMP Negeri 3 Bumiayu sekarang harus memutar sekitar 5 kilometer, padahal biasanya hanya sekitar 1 kilometer,” keluhnya. Pernyataan ini membuka mata betapa ironisnya, jarak yang tadinya hanya sepelemparan batu, kini berubah menjadi perjalanan panjang yang melelahkan, menguji fisik dan mental para penuntut ilmu, serta berpotensi menunda bahkan mengganggu proses pendidikan mereka.

Kini, seluruh mata tertuju pada upaya rekonstruksi Jembatan Kali Longkrang. Janji untuk mengembalikan “urat nadi” yang terputus ini bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Ini adalah ujian ketahanan, kolaborasi, dan tekad bersama. Dengan komitmen kuat dari pemerintah, dukungan penuh dari masyarakat yang bahu-membahu, serta kerja keras tanpa henti, semoga jembatan ini segera tegak kembali, lebih kokoh dari sebelumnya. Ia akan menjadi simbol kebangkitan, ketahanan, dan harapan baru bagi Desa Langkap dan Adisana, jauh sebelum kumandang takbir Lebaran membahana, mengukir kisah tentang bagaimana sebuah komunitas bangkit dari keterpurukan.(red)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger
Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti
Cerita Perwira AL Asal Banyuwangi, Berkali-kali Gugur Tes Kini Jadi Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Presiden
InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas
Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:15 WIB

InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:14 WIB

Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Berita Terbaru

Olahraga

Senin, 3 Agu 2026 - 05:54 WIB