Atasi Sampah Dapur MBG, Brebes Resmikan TPS Maggot Pertama di Dukuhsalam

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com///—Upaya mengurangi timbulan sampah organik di Kabupaten Brebes mendapat terobosan baru. Pemkab Brebes meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Terintegrasi berbasis maggot di Desa Dukuhsalam, Kecamatan Losari, Senin (15/6/2026). Fasilitas ini jadi yang pertama di Brebes yang khusus mengolah limbah organik dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Peresmian dilakukan Wakil Bupati Brebes Wurja, didampingi jajaran DLHPS, BGN, dan Forum Mitra Ketahanan Gizi. TPS ini berdiri di lahan seluas 11.000 meter persegi dan menjadikan budidaya maggot sebagai pengurai utama sampah organik.

Ketua Forum Mitra Ketahanan Gizi Brebes Wilayah Losari, Muhaemin, menyebut saat ini terdapat 10 dapur SPPG di Losari yang setiap hari menghasilkan sekitar 2 ton sampah. “Sebanyak 85 persen di antaranya merupakan sampah organik yang dapat diolah melalui sistem biopon maggot, sedangkan sisanya berupa sampah anorganik,” kata Muhaemin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pembangunan TPS Terintegrasi merupakan bentuk tanggung jawab para pengelola dapur SPPG terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari. Selain menekan volume sampah secara signifikan, pengolahan maggot juga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun perikanan sehingga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan perhitungan petugas lapangan DLHPS Kabupaten Brebes, sebanyak 200 biopon maggot mampu mengurai hingga 85 persen limbah organik yang dihasilkan dapur-dapur SPPG di Losari. Saat ini telah tersedia 32 biopon aktif. Tiap biopon diisi satu kilogram bibit maggot dan berpotensi menghasilkan hingga lima kilogram maggot dewasa.

Wabup Wurja mengapresiasi inisiatif Forum Mitra Ketahanan Gizi yang menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sampah. “Kalau berbicara sampah, setiap hari jumlahnya terus bertambah. Karena itu, keberadaan tempat pengelolaan sampah terintegrasi ini sangat baik untuk membantu menekan volume sampah, khususnya yang berasal dari lingkungan SPPG,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Pemanfaatan maggot sebagai pengurai limbah organik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Brebes, Arya Dewa Nugroho, menyambut baik hadirnya TPS Terintegrasi berbasis maggot tersebut. Ia menilai inovasi yang dilakukan paguyuban dapur SPPG di Losari layak menjadi percontohan bagi dapur-dapur SPPG lainnya. “Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam mengurangi sampah. Kami berharap model seperti ini dapat ditiru oleh dapur-dapur SPPG lainnya di Brebes,” katanya.

Berdasarkan data DLHPS Kabupaten Brebes, volume sampah di Kabupaten Brebes mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Kehadiran TPS Terintegrasi berbasis maggot di Losari diharapkan menjadi salah satu inovasi daerah dalam menekan timbulan sampah organik, mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, serta mendorong terwujudnya ekonomi sirkular.

Muhaemin menambahkan, ke depan pihaknya akan terus menambah jumlah biopon dan melibatkan kelompok warga untuk ikut mengelola. Dengan begitu, sampah dari dapur SPPG tidak lagi jadi beban, melainkan sumber pendapatan baru. “Target kami, semua limbah organik dari dapur MBG di Losari bisa habis terurai di sini. Kalau berhasil, kami siap bantu replikasi ke kecamatan lain,” Pungkasnya.***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber
Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung
Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agu 2026 - 21:06 WIB