GarudaXpose.com I Lumajang – Terdapat beberapa bahaya serius apabila debu atau abu vulkanik terhirup, terutama karena partikelnya yang sangat halus, tajam, dan terkadang mengandung zat kimia berbahaya seperti silika kristal (SiO_2). Partikel ini dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan masalah kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
🦠 Dampak Jangka Pendek (Akut)
Paparan abu vulkanik dalam waktu singkat dapat menyebabkan iritasi dan masalah pernapasan akut, antara lain:
* Iritasi Saluran Pernapasan Atas: Menyebabkan gejala seperti pilek, hidung berair, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk kering atau berdahak.
* Masalah Pernapasan Akut: Partikel halus mengiritasi paru-paru dan dapat menyebabkan peradangan. Gejala yang umum termasuk sesak napas, nyeri dada, dan napas berbunyi nyaring (mengi).
* Memperburuk Penyakit Pernapasan yang Sudah Ada: Bagi penderita asma, bronkitis, atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), menghirup abu dapat memicu kekambuhan atau memperburuk kondisi mereka secara signifikan.
* Trauma Inhalasi (Jika Abu Masih Panas): Abu yang masih bersuhu tinggi sesaat setelah letusan dapat menyebabkan pembengkakan (edema) dan penyumbatan saluran pernapasan, berpotensi menyebabkan gagal napas.
⚠️ Risiko Jangka Panjang (Kronis)
Paparan abu vulkanik yang berkelanjutan atau berulang, terutama yang mengandung silika kristal, dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru kronis yang serius:
* Silikosis: Ini adalah penyakit paru-paru fatal yang disebabkan oleh menghirup debu silika kristal bebas yang terkandung dalam abu vulkanik. Silika yang sangat halus, menyerupai pecahan kaca, mengendap di paru-paru dan menyebabkan luka serta pembentukan jaringan parut. Jaringan parut ini (fibrosis) mengurangi elastisitas paru-paru dan mengganggu fungsinya untuk mengembang, menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan kesulitan bernapas yang parah.
* Bronkitis Kronis dan Emfisema: Paparan jangka panjang dapat menyebabkan peradangan kronis pada saluran pernapasan, berujung pada kondisi paru-paru kronis.
👶 Kelompok Rentan
Bayi, balita, lansia, dan individu dengan riwayat penyakit pernapasan (seperti asma atau PPOK) adalah kelompok yang paling rentan terhadap bahaya menghirup abu vulkanik. Kerusakan paru-paru yang mereka alami berpotensi lebih serius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
CATATAN : Teman dan sahabat semuanya.. Mari kita tetap menjaga kesehatan dan selalu memberikan informasi yang edukatif untuk kebaikan kita bersama.
Semoga informasi ini berguna













