Goyud Soroti Kerusakan Hutan sebagai Pemicu Bencana: ‘Jangan Sampai Bencana Menjadi Tamu Rutin Kita

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Goyud Soroti Kerusakan Hutan sebagai Pemicu Bencana: ‘Jangan Sampai Bencana Menjadi Tamu Rutin Kita

Goyud Soroti Kerusakan Hutan sebagai Pemicu Bencana: ‘Jangan Sampai Bencana Menjadi Tamu Rutin Kita

BREBES,GarudaXpose.com-Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX, Wahyudin Noor Aly alias Goyud, menyoroti maraknya bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini dan mengaitkannya dengan kerusakan lingkungan, khususnya di kawasan hutan lindung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Goyud menegaskan bahwa bencana alam tidak terjadi tanpa sebab. Ia mencontohkan kondisi di wilayah Sirampog, Kabupaten Brebes, yang pernah ia kunjungi sekitar setahun lalu. Menurutnya, secara kasat mata kawasan hutan tersebut tampak baik-baik saja dari luar, namun kenyataannya berbeda ketika masuk lebih dalam ke lereng hutan.

“Bencana itu ada penyebabnya. Di Brebes, tepatnya di wilayah Sirampog, setahun yang lalu saya berkunjung ke kawasan hutan. Dari depan tampak tidak ada apa-apa, tetapi setelah masuk ke lereng hutan lebih dalam, terjadi pembalakan secara masif untuk kepentingan tanaman pangan seperti kentang,” ujar Goyud.

Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut merupakan hutan lindung yang seharusnya berfungsi untuk melindungi lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem. Menurutnya, keberadaan tanaman keras di hutan sangat penting untuk menahan air dan mencegah bencana hidrologi.

“Padahal jelas hutan ini adalah kawasan hutan lindung yang fungsinya untuk melindungi. Tanaman keras itu berfungsi menahan air, jadi kita harus berpikir soal dampaknya,” lanjutnya.

Goyud juga mengungkapkan bahwa upaya reboisasi sebenarnya telah dilakukan, namun tidak berjalan optimal karena adanya penolakan dari sebagian warga. Ia menyebut tanaman yang sudah ditanam kembali justru dicabut.

Ia menilai kerusakan di kawasan hulu menjadi penyebab utama terjadinya bencana banjir bandang, seperti yang terjadi di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal.

“Sudah dilakukan reboisasi, tetapi dicabuti oleh warga. Peristiwa banjir bandang di Guci itu penyebabnya ya hulunya sudah rusak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Goyud mengingatkan agar bencana tidak terus berulang dan menjadi ancaman rutin bagi masyarakat. Ia menyebut kerusakan lingkungan yang dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi bom waktu.

“Jangan sampai bencana menjadi tamu rutin kita. Kalau tidak kita benahi, ini akan menjadi bom waktu,” katanya.

Sebagai langkah ke depan, Wahyudin berharap kawasan hutan lindung tersebut dapat dialihfungsikan menjadi kawasan taman nasional agar perlindungannya lebih kuat. Ia mengaku akan melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Kehutanan untuk mendorong rencana tersebut.

“Saya berharap kawasan hutan lindung ini bisa dialihfungsikan menjadi kawasan taman nasional. Saya akan melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Kehutanan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat melalui gerakan peduli lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Menurutnya, kesadaran kolektif dalam menjaga alam menjadi kunci untuk mencegah bencana di masa depan.

“Gerakan peduli lingkungan perlu terus bergerak sebagai bentuk mitigasi,” pungkas Goyud .

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang
Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan
Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG
PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL
KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN
Wujud Kepedulian Sosial, Pegadaian Sumbagsel Kembali Gelar Program Mengetuk Pintu Langit
Hasibuan Mampu Tak Pernah Kendor Jaga Kebersihan Jalan Masyarakat Harapkan Perhatian Pemerintah Dan DRPD 
Cegah Stunting, Ny. Seniasih Giri Prasta Kampanyekan Gemar Makan Ikan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30 WIB

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:25 WIB

Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:27 WIB

KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN

Berita Terbaru