ABU VULKANIK KENAPA BERBAHAYA

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang – Terdapat beberapa bahaya serius apabila debu atau abu vulkanik terhirup, terutama karena partikelnya yang sangat halus, tajam, dan terkadang mengandung zat kimia berbahaya seperti silika kristal (SiO_2). Partikel ini dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan masalah kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

🦠 Dampak Jangka Pendek (Akut)
Paparan abu vulkanik dalam waktu singkat dapat menyebabkan iritasi dan masalah pernapasan akut, antara lain:
* Iritasi Saluran Pernapasan Atas: Menyebabkan gejala seperti pilek, hidung berair, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk kering atau berdahak.
* Masalah Pernapasan Akut: Partikel halus mengiritasi paru-paru dan dapat menyebabkan peradangan. Gejala yang umum termasuk sesak napas, nyeri dada, dan napas berbunyi nyaring (mengi).
* Memperburuk Penyakit Pernapasan yang Sudah Ada: Bagi penderita asma, bronkitis, atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), menghirup abu dapat memicu kekambuhan atau memperburuk kondisi mereka secara signifikan.
* Trauma Inhalasi (Jika Abu Masih Panas): Abu yang masih bersuhu tinggi sesaat setelah letusan dapat menyebabkan pembengkakan (edema) dan penyumbatan saluran pernapasan, berpotensi menyebabkan gagal napas.
⚠️ Risiko Jangka Panjang (Kronis)
Paparan abu vulkanik yang berkelanjutan atau berulang, terutama yang mengandung silika kristal, dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru kronis yang serius:
* Silikosis: Ini adalah penyakit paru-paru fatal yang disebabkan oleh menghirup debu silika kristal bebas yang terkandung dalam abu vulkanik. Silika yang sangat halus, menyerupai pecahan kaca, mengendap di paru-paru dan menyebabkan luka serta pembentukan jaringan parut. Jaringan parut ini (fibrosis) mengurangi elastisitas paru-paru dan mengganggu fungsinya untuk mengembang, menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan kesulitan bernapas yang parah.
* Bronkitis Kronis dan Emfisema: Paparan jangka panjang dapat menyebabkan peradangan kronis pada saluran pernapasan, berujung pada kondisi paru-paru kronis.
👶 Kelompok Rentan
Bayi, balita, lansia, dan individu dengan riwayat penyakit pernapasan (seperti asma atau PPOK) adalah kelompok yang paling rentan terhadap bahaya menghirup abu vulkanik. Kerusakan paru-paru yang mereka alami berpotensi lebih serius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

CATATAN : Teman dan sahabat semuanya.. Mari kita tetap menjaga kesehatan dan selalu memberikan informasi yang edukatif untuk kebaikan kita bersama.
Semoga informasi ini berguna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Lumajang Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Pronojiwo, Luas Terdampak 6 Hektare
Perampokan Berdarah di Jember Kota, Pemilik Toko Emas Murni Dibacok Dua Pelaku
FORJI Lumajang: Santri Berdaya, Indonesia Jaya, Momentum HSN 2026 Perkokoh NKRI
Ketua Umum PW KPMDB BREGAS Desak Pemerintah Ambil Langkah Taktis Atasi Krisis Hutan Kalimantan
Kecelakaan Lalu Lintas melibatkan Dua Dump Truk Terjadi di Badan Jalan Candipuro Lumajang, Laka Material Diselesaikan Mediasi di Polsek
AKSI CEPAT POLRES LUMAJANG BERSAMA TIM GABUNGAN BERHASIL JINAKKAN API DI BLOK BANTENGAN
Pembakaran Sisa Sampah Berakhir Tragis, Mutasan Tewas dalam Insiden Api di Probolinggo
KAPOLRES LUMAJANG TURUN LANGSUNG KE SPBU SUKODONO, PASTIKAN STOK BBM AMAN DI TENGAH KETERLAMBATAN DISTRIBUSI

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Polres Lumajang Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Pronojiwo, Luas Terdampak 6 Hektare

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Perampokan Berdarah di Jember Kota, Pemilik Toko Emas Murni Dibacok Dua Pelaku

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:06 WIB

FORJI Lumajang: Santri Berdaya, Indonesia Jaya, Momentum HSN 2026 Perkokoh NKRI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Ketua Umum PW KPMDB BREGAS Desak Pemerintah Ambil Langkah Taktis Atasi Krisis Hutan Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas melibatkan Dua Dump Truk Terjadi di Badan Jalan Candipuro Lumajang, Laka Material Diselesaikan Mediasi di Polsek

Berita Terbaru