Garudaxpose.com | Probolinggo – Organisasi kemasyarakatan MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Probolinggo. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar di Mapolres Probolinggo, Senin (2/11/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi itu dihadiri jajaran pengurus MADAS dari berbagai tingkatan, mulai DPD Jawa Timur, DPC hingga DPAC. Sejumlah perwakilan datang dari kawasan Tapal Kuda, meliputi Probolinggo Raya, Pasuruan Raya, Lumajang, Jember, Banyuwangi, serta daerah lainnya.
Selain mempererat hubungan dengan institusi kepolisian, agenda tersebut juga menjadi kesempatan bagi MADAS untuk menyampaikan penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 28 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC MADAS Probolinggo Raya, H. Samsul Arifin, menyampaikan bahwa aksi kericuhan yang disertai penutupan akses Jalan Pantura dan membawa nama MADAS tidak dilakukan oleh organisasi yang dipimpinnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak terlibat dalam kejadian tersebut. Menurut Samsul, aktivitas organisasi selama ini lebih diarahkan pada koordinasi internal dan kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Kerusuhan hingga pemblokadean jalan pada Rabu malam tersebut bukan dari pihak MADAS kami. Kami menegaskan bahwa organisasi yang kami jalankan selalu mengedepankan koordinasi dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Samsul berharap penjelasan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan suatu tindakan dengan organisasi tanpa mengetahui secara jelas pihak yang terlibat.
Hal senada disampaikan Sekretaris DPC MADAS Probolinggo Raya, Agus Cahyo. Ia mengungkapkan bahwa organisasinya memiliki sejumlah kegiatan sosial yang selama ini dijalankan secara berkelanjutan.
Di bidang pelayanan masyarakat, MADAS menyediakan ambulans gratis bagi warga Kota dan Kabupaten Probolinggo. Organisasi tersebut juga melakukan penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah di kawasan Tapal Kuda.
Kegiatan kemanusiaan lainnya meliputi pembagian sembako, santunan anak yatim setiap bulan, serta wakaf sejumlah bidang tanah. Agus menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi MADAS dalam membantu masyarakat.
Ia berharap rekam kegiatan sosial itu dapat menjadi gambaran mengenai aktivitas organisasi yang sebenarnya. Masyarakat juga diimbau tidak menyamakan program resmi MADAS dengan tindakan pihak-pihak yang menggunakan nama organisasi untuk melakukan perbuatan bertentangan dengan hukum.
Sementara itu, Ketua DPD MADAS Jawa Timur, R. Zainal Fatah, bersama Sekretaris DPD MADAS Jawa Timur, Imron Rosadi, menyampaikan dukungan terhadap langkah kepolisian dalam menangani persoalan yang berkembang di Probolinggo.
Keduanya menilai setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum dan tidak dibenarkan dilakukan dengan tindakan yang mengganggu kepentingan umum. Dukungan tersebut juga mencakup penanganan dugaan peredaran rokok ilegal serta peristiwa pemblokadean Jalan Pantura.
Mereka meminta agar setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Identitas organisasi maupun latar belakang seseorang, menurut mereka, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan proses penegakan hukum.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengapresiasi kehadiran jajaran MADAS yang datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan dukungan kepada kepolisian.
“Kami mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kedatangan teman-teman Ormas MADAS ke Polres Probolinggo dalam rangka silaturahmi dan memberikan dukungan. Tentu ini menjadi hal positif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tutur Kapolres.
Menurut AKBP Asmida, kepolisian senantiasa membuka ruang bagi masyarakat untuk menjalin komunikasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas kepolisian.
Ia juga menyebut dukungan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa, merupakan bagian dari komunikasi yang perlu terus dibangun.
“Kami akan menerima dengan baik bentuk dukungan dari teman-teman Ormas MADAS, sebagaimana beberapa dukungan juga telah kami terima dari teman-teman mahasiswa,” katanya.
Adapun mengenai peristiwa pada 28 Oktober 2026, Polres Probolinggo sebelumnya telah meluruskan informasi terkait kedatangan kelompok masyarakat pada malam tersebut. Kepolisian menyatakan tidak pernah melakukan penangkapan terhadap anggota kelompok yang datang ke Mapolres.
Kedatangan mereka disebut merupakan inisiatif sendiri untuk meminta klarifikasi atas pengaduan masyarakat mengenai dugaan peredaran rokok ilegal. Pengaduan tersebut hingga kini tetap menjadi materi pendalaman kepolisian.
Selain itu, tindakan pemblokadean Jalan Pantura yang sempat menghambat aktivitas pengguna jalan juga dipastikan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.
Melalui pertemuan tersebut, MADAS dan Polres Probolinggo diharapkan dapat terus membangun hubungan komunikasi yang terbuka. Sinergi antara aparat keamanan dan organisasi kemasyarakatan dinilai penting untuk mencegah berkembangnya persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
MADAS menegaskan bahwa menjaga suasana tetap kondusif bukan berarti mengesampingkan persoalan hukum. Sebaliknya, seluruh pihak diharapkan menghormati proses yang sedang berjalan dan memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penanganan secara profesional sesuai aturan yang berlaku.
(Septyan)












