Garudaxpose.com | Probolinggo – Mengangkat kekhasan masyarakat pesisir melalui perpaduan buah mangga dan simbol kehidupan nelayan, Kecamatan Mayangan tampil dengan konsep berbeda dalam gelaran Mango Carnival of Indonesia, Kamis (29/10/2026) siang. Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo tersebut, Kecamatan Mayangan mengusung tema “Pesona Mangga Pesisir Mayangan” sebagai representasi karakter wilayah dan kreativitas masyarakatnya.
Penampilan rombongan Kecamatan Mayangan tidak sekadar menonjolkan buah mangga sebagai ikon utama karnaval. Konsep yang disajikan turut membawa gambaran kehidupan masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian dari identitas Mayangan, khususnya warga yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor kelautan dan perikanan.
Salah satu elemen yang ditampilkan adalah sejumlah gunungan mangga yang diarak menggunakan mobil pikap. Susunan buah tersebut menjadi bagian utama dekorasi rombongan sekaligus mempertegas tema yang diangkat Kecamatan Mayangan dalam memeriahkan agenda tahunan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keunikan lainnya terlihat pada kendaraan Tossa yang dimodifikasi menyerupai kapal nelayan. Kendaraan tersebut dihiasi ornamen mangga yang bergelantungan di berbagai bagian, sehingga menghadirkan perpaduan visual antara hasil buah dan kehidupan masyarakat pesisir.
Pemilihan bentuk kapal nelayan menjadi penegasan bahwa Kecamatan Mayangan ingin menampilkan sesuatu yang dekat dengan keseharian warganya. Modifikasi kendaraan tersebut menggambarkan kreativitas dalam mengolah sarana sederhana menjadi properti karnaval yang sarat dengan identitas lokal.
Camat Mayangan, Deus Nawandi, menyampaikan bahwa konsep yang dibawa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya memperkenalkan karakter wilayah melalui pendekatan kreatif. Menurutnya, perpaduan mangga dengan simbol kapal nelayan dipilih agar penampilan Kecamatan Mayangan memiliki ciri khas yang membedakannya dari konsep peserta lainnya.
“Melalui ‘Pesona Mangga Pesisir Mayangan’, kami ingin mengangkat kekhasan wilayah yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat pesisir. Kapal nelayan menjadi simbol keseharian warga Mayangan, sementara ornamen mangga memperkuat tema utama kegiatan. Kami berupaya menyatukan keduanya dalam sebuah penampilan yang kreatif dan mencerminkan identitas daerah,” ujar Deus Nawandi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti Mango Carnival of Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan potensi wilayah melalui kreativitas dan kebersamaan. Dengan menampilkan karakter lokal, setiap kecamatan diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Probolinggo.
Tidak hanya melalui dekorasi kendaraan dan gunungan mangga, semangat partisipasi juga terlihat dari keterlibatan lima lurah se-Kecamatan Mayangan. Para lurah tersebut turut ambil bagian dalam karnaval dengan mengenakan kostum bernuansa mangga yang selaras dengan tema rombongan.
Kehadiran lima lurah tersebut memperlihatkan keterlibatan jajaran pemerintahan kecamatan dan kelurahan dalam mendukung kegiatan promosi daerah. Kekompakan yang ditunjukkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan penampilan yang membawa identitas Mayangan secara utuh.
Kostum bernuansa mangga yang dikenakan para lurah menambah keserasian penampilan rombongan. Berpadu dengan gunungan buah dan kendaraan berbentuk kapal nelayan, unsur-unsur tersebut membangun gambaran visual mengenai Mayangan yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kedekatan kuat dengan kehidupan pesisir.
Deus Nawandi menilai, keterlibatan seluruh jajaran pemerintahan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan partisipasi Kecamatan Mayangan. Ia berharap kebersamaan tersebut dapat terus terjaga, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi wilayah.
“Partisipasi ini merupakan wujud dukungan kami terhadap kegiatan yang digagas Pemkot Probolinggo. Kami berharap kreativitas yang ditampilkan dapat memperkenalkan Mayangan secara lebih luas, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas wilayah dan memperkuat sinergi antara kecamatan, kelurahan, serta masyarakat,” tambahnya.
Gelaran Mango Carnival of Indonesia menjadi momentum untuk menampilkan beragam gagasan kreatif dalam mengangkat mangga sebagai tema kegiatan. Melalui penampilan peserta yang membawa ciri khas masing-masing, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pengenalan potensi lokal sekaligus memperkaya daya tarik Kota Probolinggo.
Bagi Kecamatan Mayangan, keterlibatan dalam karnaval ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa identitas pesisir dapat diangkat melalui konsep yang inovatif. Perpaduan kapal nelayan dan hiasan mangga memperlihatkan bagaimana unsur kehidupan sehari-hari masyarakat dapat dikemas menjadi pertunjukan yang menarik tanpa meninggalkan karakter asli wilayah.
Selain menonjolkan kreativitas, penampilan tersebut juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga dan memperkenalkan kekhasan daerah. Potensi lokal yang dikemas dengan pendekatan yang tepat dapat menjadi sarana untuk membangun citra wilayah sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di antara unsur pemerintahan dan masyarakat.
Melalui tema “Pesona Mangga Pesisir Mayangan”, Kecamatan Mayangan berupaya memberikan kontribusi dalam menyemarakkan Mango Carnival of Indonesia 2026. Penampilan yang memadukan gunungan mangga, kapal nelayan berhias buah, dan partisipasi lima lurah menjadi gambaran kreativitas daerah dalam merayakan potensi lokal serta memperkenalkan identitas pesisir Mayangan kepada masyarakat luas.
(Septyan)















