Garudaxpose.com | Probolinggo – Kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah ditunjukkan Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar dengan mendatangi keluarga almarhum Wisnu Yuda Pratama, korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kapolres tiba di rumah duka yang berada di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi sejumlah pejabat Polres Probolinggo untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Kunjungan itu dilakukan setelah AKBP Asmida sebelumnya ikut turun bersama tim gabungan dalam proses penanganan dan evakuasi korban di lokasi kejadian. Kehadirannya di rumah duka menjadi bentuk perhatian lanjutan terhadap keluarga yang tengah menghadapi kehilangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan keluarga almarhum, Kapolres menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut. Ia juga menyerahkan santunan sebagai wujud kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan.
Tidak berhenti pada kunjungan tersebut, AKBP Asmida turut mengikuti prosesi pemakaman hingga jenazah almarhum dimakamkan. Ia hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mendampingi keluarga dalam melewati suasana duka.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Kami hadir untuk menyampaikan bahwa keluarga tidak sendiri menghadapi duka ini. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutur AKBP Asmida.
Menurut Kapolres, musibah yang menimbulkan korban jiwa membutuhkan perhatian yang tidak hanya berfokus pada penanganan teknis di lapangan. Keluarga korban juga perlu mendapatkan dukungan agar dapat menghadapi masa sulit setelah kehilangan anggota keluarganya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan tugas yang juga mengedepankan nilai kemanusiaan. Pendampingan terhadap keluarga korban menjadi salah satu bentuk kepedulian ketika masyarakat menghadapi peristiwa yang membawa duka mendalam.
“Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya penanganan di lapangan. Keluarga yang sedang berduka juga membutuhkan dukungan dan penguatan. Karena itu kami ingin hadir dan membersamai mereka,” ungkapnya.
Peristiwa karhutla di kawasan TNBTS menjadi pengingat bahwa penanganan bencana memiliki dimensi yang lebih luas daripada upaya mengatasi kejadian di lokasi. Perhatian terhadap korban, pendampingan keluarga, serta dukungan dari lingkungan sekitar turut menjadi bagian dari respons kemanusiaan.
Melalui kunjungan tersebut, Polres Probolinggo menunjukkan perhatian kepada keluarga almarhum sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kepolisian. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diwujudkan melalui kehadiran ketika warga membutuhkan dukungan, termasuk saat menghadapi musibah dan kehilangan.
Kehadiran Kapolres sejak proses penanganan kejadian hingga prosesi pemakaman diharapkan dapat memberikan penguatan moril bagi keluarga almarhum dalam menjalani masa berduka.
(Septyan)















