Garudaxpose.com | Probolinggo – Rasa lega menyelimuti jajaran pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo setelah Jambore FPRB yang digelar di UPT PPP Mayangan, Jumat (16/10/2026), sukses terlaksana. Berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan menjadi kelegaan tersendiri bagi panitia dan pengurus yang telah menyiapkan agenda tersebut sebagai wadah penguatan kapasitas serta kebersamaan relawan kebencanaan.
Keberhasilan penyelenggaraan Jambore menjadi jawaban atas persiapan dan koordinasi yang dilakukan sebelum kegiatan berlangsung. Kehadiran relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dari 29 kelurahan, bersama unsur pendukung lainnya, turut memberikan semangat bagi penyelenggara untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan.
Bagi Ketua Panitia Jambore FPRB Kota Probolinggo, Syaifudin Zuhri, kelancaran kegiatan merupakan hal yang patut disyukuri. Ia mengakui bahwa penyelenggaraan sebuah kegiatan yang melibatkan banyak peserta membutuhkan koordinasi, kerja sama, dan dukungan berbagai pihak. Karena itu, keberhasilan Jambore menjadi kebahagiaan tersendiri setelah seluruh persiapan dilalui bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Syaifudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Menurutnya, dukungan peserta, panitia, dan berbagai unsur yang terlibat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran agenda Jambore FPRB Kota Probolinggo.
“Alhamdulillah, kami merasa lega karena Jambore FPRB Kota Probolinggo dapat terlaksana dengan baik. Ini merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya panitia, tetapi juga seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Kami berterima kasih atas kebersamaan dan komitmen yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung,” ujar Syaifudin.
Kelegaan serupa juga dirasakan Komandan Apel Jambore FPRB, Eko Yudha H.M. Ia menilai kelancaran pelaksanaan apel menjadi salah satu bagian penting dalam keseluruhan agenda Jambore. Kegiatan tersebut mempertemukan para relawan dalam suasana kebersamaan sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas kebencanaan.
Eko Yudha mengapresiasi sikap peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat dan tertib. Ia berharap pengalaman selama Jambore dapat memperkuat rasa tanggung jawab relawan, sehingga kesiapan yang dibangun dalam kegiatan bersama bisa diterapkan ketika mereka kembali menjalankan peran di lingkungan masing-masing.
“Sebagai komandan apel, tentu kami bersyukur kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak dan partisipasi para relawan. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga karena kesiapan menghadapi bencana membutuhkan kedisiplinan dan koordinasi yang baik,” kata Eko Yudha.
Sementara itu, Ketua FPRB Kota Probolinggo, Sugeng Nufindarko, menyambut keberhasilan Jambore dengan penuh apresiasi. Ia menilai kelancaran kegiatan menjadi dorongan positif bagi organisasi untuk terus memperkuat peran relawan dalam pengurangan risiko bencana. Baginya, suksesnya Jambore juga menunjukkan bahwa kolaborasi berbagai unsur memiliki arti penting dalam mendukung gerakan kebencanaan di daerah.
Sugeng menyampaikan terima kasih kepada panitia, relawan, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan. Ia berharap kelegaan setelah Jambore berakhir tidak hanya menjadi penutup sebuah agenda, tetapi juga menjadi motivasi untuk melanjutkan kerja-kerja kemanusiaan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami merasa lega dan bersyukur Jambore FPRB Kota Probolinggo dapat terlaksana dengan baik. Apresiasi kami sampaikan kepada semua pihak yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan. Setelah kegiatan ini, tugas kita tetap berlanjut, yakni memperkuat relawan dan mengajak masyarakat semakin siap menghadapi risiko bencana,” ungkap Sugeng.
Suksesnya penyelenggaraan Jambore di UPT PPP Mayangan menjadi penutup yang melegakan bagi jajaran pengurus dan panitia FPRB Kota Probolinggo. Mereka berharap hasil kegiatan tersebut tidak hanya tercermin dari lancarnya pelaksanaan acara, tetapi juga dari meningkatnya semangat, kekompakan, dan kesiapan relawan dalam menjalankan peran di wilayah masing-masing. Dengan demikian, kerja keras yang telah dilakukan dapat berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi pengurangan risiko bencana di Kota Probolinggo.
(Septyan)















