Jelang Jambore di PPI Mayangan, FPRB Kota Probolinggo Perkuat Koordinasi dan Kekompakan Pengurus

- Penulis

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo mulai memantapkan kesiapan menjelang pelaksanaan Jambore FPRB yang akan digelar di Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Mayangan, Jumat (16/10/2026). Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Aula BPBD Kota Probolinggo, Selasa (13/10/2026) malam.

Pertemuan ini menjadi momentum bagi pengurus untuk menyatukan langkah sekaligus memastikan seluruh kebutuhan kegiatan telah dipersiapkan menjelang hari pelaksanaan. Koordinasi dilakukan agar setiap unsur yang terlibat dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung kelancaran jambore.

Jambore FPRB Kota Probolinggo direncanakan melibatkan perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari seluruh kelurahan di Kota Probolinggo. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi para pegiat kebencanaan untuk mempererat komunikasi, membangun kerja sama, dan meningkatkan perhatian terhadap pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Boedi Harjanto, Sekretaris BPBD Dedy Ristantama, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Nurkholiq, Ketua FPRB Kota Probolinggo Sugeng Nufindarko, Ketua Panitia Syaifudin Zuhri, serta seluruh pengurus FPRB yang turut terlibat dalam persiapan kegiatan.

Dalam suasana koordinasi tersebut, para pengurus membahas kesiapan organisasi untuk menyukseskan agenda yang telah direncanakan. Pembahasan mencakup penyelarasan tugas dan tanggung jawab serta penguatan komunikasi agar pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung tertib dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Ketua FPRB Kota Probolinggo, Sugeng Nufindarko, menyampaikan bahwa persiapan jambore perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur organisasi. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh komitmen para pengurus dalam menjaga koordinasi dan membangun kebersamaan.

Sugeng menilai keberadaan FPRB memiliki arti penting dalam mendorong partisipasi masyarakat pada upaya pengurangan risiko bencana. Karena itu, kegiatan jambore diharapkan dapat memperkuat hubungan antarpengurus dan perwakilan Destana yang memiliki peran dalam membangun kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.

Ia mengatakan, tantangan kebencanaan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat tidak cukup hanya memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga perlu memiliki kesadaran untuk mengenali potensi ancaman serta melakukan langkah pencegahan sejak dini.

“Melalui jambore ini, kami ingin memperkuat kebersamaan seluruh pengurus FPRB dan perwakilan Destana. Harapannya, kegiatan ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, mempererat komunikasi, dan meningkatkan semangat bersama dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kota Probolinggo,” ujar Sugeng.

Ia menambahkan, komunikasi yang terbangun dengan baik akan membantu memperkuat hubungan kerja di antara para pegiat kebencanaan. Dengan adanya koordinasi yang berkelanjutan, berbagai upaya kesiapsiagaan di tingkat kelurahan diharapkan dapat berjalan lebih terarah.

Sugeng juga berharap para pengurus dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Menurutnya, ketangguhan suatu wilayah tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga pada kesiapan masyarakat dalam mengenali risiko dan mengambil langkah yang tepat.

Sementara itu, Ketua Panitia Jambore FPRB Kota Probolinggo, Syaifudin Zuhri, menjelaskan bahwa rapat koordinasi menjadi salah satu tahapan untuk memastikan kesiapan panitia menjelang kegiatan. Melalui pertemuan tersebut, seluruh pengurus diharapkan memperoleh pemahaman yang sama mengenai agenda dan kebutuhan pelaksanaan jambore.

Syaifudin menyebut keterlibatan berbagai unsur menjadi perhatian dalam proses persiapan. Panitia berupaya membangun koordinasi yang baik agar pelaksanaan kegiatan di PPI Mayangan dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh pengurus FPRB.

Menurutnya, jambore bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga kesempatan untuk mempertemukan perwakilan Destana dari berbagai kelurahan. Pertemuan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antarkomunitas serta menumbuhkan semangat untuk saling mendukung dalam menghadapi potensi bencana.

“Persiapan terus kami matangkan melalui koordinasi bersama seluruh pengurus. Kami berharap setiap unsur dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga pelaksanaan Jambore FPRB pada Jumat mendatang berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi penguatan kesiapsiagaan masyarakat,” kata Syaifudin.

Ia menegaskan, kerja sama dan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan. Oleh karena itu, seluruh pengurus diharapkan mengikuti hasil koordinasi serta mendukung berbagai kebutuhan yang diperlukan sebelum pelaksanaan jambore.

Syaifudin juga berharap kehadiran perwakilan Destana dari seluruh kelurahan dapat menciptakan ruang komunikasi yang lebih luas di antara para pegiat kebencanaan. Dengan saling berbagi pengalaman, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya membangun kesiapan bersama di wilayah masing-masing.

Selain membahas kebutuhan kegiatan, panitia turut memperhatikan aspek kekompakan pengurus. Keseragaman dan kebersamaan dinilai dapat mendukung identitas organisasi sekaligus menumbuhkan semangat kolektif dalam menjalankan berbagai agenda FPRB.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, keberadaan FPRB dan Destana merupakan bagian penting dalam mendorong masyarakat agar lebih memahami risiko yang berpotensi terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Boedi menjelaskan, upaya penanggulangan bencana perlu dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga kesiapsiagaan. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi ancaman, langkah antisipasi diharapkan dapat dilakukan lebih awal sehingga risiko yang ditimbulkan dapat ditekan.

Ia menilai, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ketangguhan daerah. Pemerintah melalui BPBD perlu terus bersinergi dengan berbagai elemen, termasuk FPRB dan Destana, untuk memperkuat kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami berharap Jambore FPRB ini dapat memperkuat sinergi antara BPBD, FPRB, dan Destana sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai potensi ancaman bencana,” ungkap Boedi.

Boedi menambahkan, penguatan kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan hanya ketika muncul ancaman bencana. Upaya membangun pengetahuan, kepedulian, dan kesiapan masyarakat perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui koordinasi serta kegiatan yang mendorong keterlibatan warga.

Menurutnya, jambore dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat tersebut. Melalui pertemuan bersama, para pegiat kebencanaan diharapkan semakin memahami pentingnya bekerja secara terkoordinasi dan menjadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan unsur masyarakat yang bergerak di bidang kebencanaan. Hubungan yang baik akan menjadi modal penting dalam mendukung penyebaran informasi serta pelaksanaan langkah-langkah pengurangan risiko bencana di tingkat lokal.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, FPRB Kota Probolinggo menargetkan pelaksanaan jambore dapat berlangsung sesuai rencana. Seluruh pengurus diharapkan menjaga koordinasi hingga hari kegiatan sehingga agenda yang melibatkan perwakilan Destana dari seluruh kelurahan tersebut dapat terlaksana dengan tertib.

Menjelang penutupan rapat koordinasi, panitia membagikan seragam kepada seluruh pengurus FPRB Kota Probolinggo. Seragam tersebut disiapkan untuk dikenakan saat mengikuti Jambore FPRB di PPI Mayangan pada Jumat (16/10/2026).

Pembagian seragam menjadi bagian dari rangkaian persiapan sekaligus upaya memperkuat kekompakan pengurus. Dengan identitas yang seragam, para pengurus diharapkan dapat mengikuti kegiatan secara lebih terorganisasi dan menunjukkan kebersamaan dalam menjalankan agenda organisasi.

Rapat koordinasi yang ditutup dengan pembagian seragam tersebut menandai berlanjutnya persiapan menuju pelaksanaan jambore. FPRB bersama BPBD Kota Probolinggo berharap seluruh tahapan dapat berjalan baik dengan dukungan dan keterlibatan semua pihak.

Melalui kegiatan ini, penguatan peran FPRB dan Destana diharapkan semakin nyata dalam mendorong budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Sinergi yang terbangun antara pemerintah dan komunitas kebencanaan diharapkan menjadi modal penting untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin tangguh, siap, dan peduli terhadap pengurangan risiko bencana.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tasyakuran Selamatan Jalan Baru: Harapan Warga Desa Manggisan Tanggul untuk Kemudahan Akses dan Kemajuan
Diduga Cabuli Anak 13 Tahun Selama Dua Tahun, Kakek Tiri di Badiri Ditangkap Polisi
Banten Investment Forum 2026 Dorong Investasi Asing dan Domestik, Pacu Ekonomi Daerah
Tiga Inovasi Pemkot Probolinggo Diuji Langsung Tim JAWARA 2026, SEKALI SERBU TB Catat Penurunan Kuman 58 Persen
Penasaran Kegiatan Warga Binaan Influencer Langsung Kunjungan Ke Rutan Kraksaan
Gandrung Sewu Banyuwangi Kian Digandrungi, Ratusan Penari Berbagai Daerah di Indonesia Turut Ambil Bagian
Tawarkan Vibes Heritage, Pasar Banyuwangi Kini Jadi Jujugan Anak Muda Saat Malam Hari
Info Bali Seputar Bantuan Sosial, Soliditas Pemprov & Polda Bali dan Liga 3 Nasional

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Tasyakuran Selamatan Jalan Baru: Harapan Warga Desa Manggisan Tanggul untuk Kemudahan Akses dan Kemajuan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Jelang Jambore di PPI Mayangan, FPRB Kota Probolinggo Perkuat Koordinasi dan Kekompakan Pengurus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Diduga Cabuli Anak 13 Tahun Selama Dua Tahun, Kakek Tiri di Badiri Ditangkap Polisi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Tiga Inovasi Pemkot Probolinggo Diuji Langsung Tim JAWARA 2026, SEKALI SERBU TB Catat Penurunan Kuman 58 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Penasaran Kegiatan Warga Binaan Influencer Langsung Kunjungan Ke Rutan Kraksaan

Berita Terbaru