Keterangan:Duel 4-3-3 Penuh Gengsi: Naluri Gol Sama Kuat, Tapi Dewi Fortuna Berpihak ke Pamulihan!
Laga Sempat Ricuh 5 Menit: Penonton Masuk Lapangan, Kades Ahmad Dasuki Turun Tangan Dinginkan Suasana
“Persaja Tersingkir Tragis di 16 Besar, Persepa Tantang Perang Bintang Sesungguhnya di 8 Besar
BREBES,GarudaXpose.com//- Inilah yang disebut Perang Bintang yang luar biasa. Lapangan Gelora Agus Salim benar-benar membara pada Kamis sore, 8 Oktober 2026. Di Putaran ke-2 Hari ke-7 Mahera Cup 2 2026, dua tim bertabur pemain bermental juara, Persaja FC Jagapura dan Persepa FC Pamulihan, menyajikan jual beli serangan tanpa henti di hadapan 1.800 pasang mata.
Cuaca cerah 32 derajat Celcius, kick off 16.15 WIB, atmosfer sudah seperti final.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persaja FC Jagapura dibawah komando Pelatih Deni P. turun dengan pakem 4-3-3. Penjaga gawang Ade Kurniawan dan Kapten Tim Opik menjadi jenderal di lapangan. Di kubu seberang, Persepa FC Pamulihan yang diasuh pelatih Surkim juga mengusung formasi identik 4-3-3, dengan Kapten Raswin dan kiper tangguh Candra di bawah mistar.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit utama Bung Sarinto yang dibantu Jangkung, Apiv dan Sony Ade sebagai asisten, dengan pengawas pertandingan Ajiz Muslim, tensi langsung tinggi. Kedua tim punya materi pemain dengan naluri gol yang sama-sama buas. Peluang demi peluang tercipta, namun penyelesaian akhir masih buntu. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua dengan format 2×25 menit, perang makin tak terhindarkan. Serangan balik cepat, duel udara, hingga tendangan bebas silih berganti. Hingga akhirnya, drama pecah di menit 44 babak kedua.
Pemain bernomor punggung 9 dari Persepa FC Pamulihan, Jimi, menjadi pembeda. Memanfaatkan kemelut di jantung pertahanan Persaja, Jimi melepaskan tembakan dingin yang tak mampu dihalau Ade Kurniawan. Gol semata wayang itu mengubah papan skor menjadi 0-1 dan bertahan hingga fulltime.
Namun laga ini tidak hanya soal gol. Di pertengahan babak kedua, pertandingan sempat dihentikan wasit Bung Sarinto selama kurang lebih 5 menit. Kesalahpahaman antar pemain memicu penonton masuk ke dalam lapangan.
Situasi cepat diamankan. Ketua Panitia Dedy Sunarto bersama seluruh panitia yang bertugas di lapangan langsung mengamankan penonton. Kepala Desa Ahmad Dasuki turun langsung memberikan instruksi tegas: seluruh pemain dan penonton wajib menahan diri. Ia menegaskan, Mahera Cup adalah laga silaturahmi, bukan ajang permusuhan. Semua pihak diminta menjaga agar Mahera Cup 2 sukses dan kondusif.
Instruksi itu manjur. Pertandingan dilanjutkan kembali dengan aman dan kondusif hingga peluit akhir. Kedua tim pun menunjukkan sportivitas tinggi dengan saling berjabat tangan, penonton pun saling meminta maaf.
Dengan hasil ini, Persepa FC Pamulihan resmi lolos ke babak 8 Besar Mahera Cup 2 2026, sementara Persaja FC Jagapura harus tersingkir secara tragis di babak 16 Besar.
Laga Penutup 16 Besar Lebih Panas!
Panitia menginformasikan, pertarungan belum usai. Besok, Jumat 9 Oktober 2026, akan tersaji laga pamungkas 16 Besar yang diprediksi jauh lebih seru dan lebih bagus: Persaba FC Rengasbandung Vs Putra Buana Cikijing, Jabar.
Infonya, kedua tim akan diperkuat pemain-pemain papan atas. Perang bintang sesungguhnya baru akan dimulai.
Jangan lewatkan!
Laporan: Reporter Bola Bung Siung
Media Officer: Agus Salim, S.Kom
Venue: Lapangan Gelora Agus Salim | Wasit: Bung Sarinto***
(4905)













