Keterangan: Drama 60 Menit di Gelora Agus Salim – Tuan Rumah Pecah Kebuntuan Menit 36 Lewat Tendangan Bebas Mematikan Nomor 10 Ihab di Depan 1.500 Penonton
BREBES,GarudaXpose.com//- Laga panas putaran kedua hari keempat Mahera Cup II 2026 menyajikan drama sesungguhnya. Bertanding di bawah terik 32 derajat Celcius di Stadion Gelora Agus Salim, Desa Slatri, Senin (5/10/2026) sore, tuan rumah Pesut FC Slatri Utara berhasil mengamankan tiket ke babak 8 besar usai menaklukkan tamu tangguh Adha FC Jubang dengan skor tipis 1-0.
Kick-off pukul 16.10 WIB yang dipimpin wasit utama Bung Sony Ade dibantu asisten Rendi dan Mutiah, serta wasit cadangan Tri Joko dengan pengawas pertandingan Bambang, langsung menyuguhkan jual beli serangan sejak peluit pertama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Babak Pertama: Adu Taktik 4-3-3, Skor Kacamata Bertahan
Duel taktik tersaji. Pelatih Pesut FC Slatri Utara menurunkan pakem 4-3-3 dengan kapten tim Joyo sebagai jenderal lapangan dan Irwan Doyo di bawah mistar. Di kubu seberang, pelatih Adha FC Jubang Maulana Malik membalas dengan formasi identik 4-3-3, mengandalkan kapten Zizi dan penjaga gawang Yesa.
Sejak menit pertama hingga jeda turun minum, tensi tinggi tak terhindarkan. Pesut mengandalkan kecepatan sayap Teguh dan Asmara Jati, serta kreativitas Kopir dan Yogi di lini tengah. Sementara Adha FC membalas lewat tusukan Rehan di sektor kanan dan Aji nomor punggung 10 yang beberapa kali mengancam gawang Irwan Doyo.
Sorak-sorai 1.500 penonton yang memadati tribun Gelora Agus Salim membuat atmosfer begitu hidup. “Jalan yakin kok, babak pertama sore hari ini para penonton silahkan kita saksikan,” begitu teriakan komentator lapangan membuka laga. Namun kokohnya lini belakang kedua tim, duel udara Joyo vs Zizi, dan sigapnya dua penjaga gawang membuat papan skor tetap 0-0 hingga babak pertama usai. Durasi 2×30 menit membuat setiap detik begitu berharga dan tak ada ruang untuk kesalahan.
Babak Kedua: Putar Otak, Ihab Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, kedua pelatih harus putar otak. Pesut FC yang didukung penuh suporter tuan rumah langsung mengambil inisiatif menekan lebih dalam. Pergantian pemain dilakukan Adha FC untuk menambah daya gedor, Moyo (9) masuk menggantikan Ads (6) dan Rapi (5) masuk menggantikan Pundi (16) untuk menyegarkan lini tengah.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Berawal dari pelanggaran tepat di depan kotak penalti Adha FC, eksekutor Pesut FC nomor punggung 10, Ihab alias Gandeng, yang berdiri berdampingan dengan Yogi, melepaskan tendangan bebas melengkung yang tak mampu dijangkau Yesa. Bola melesat mulus ke sudut gawang.
“Tendangan bebas yang luar biasa, terarah. Pecah telur untuk Pesut FC!” teriak komentator, disambut ledakan sorak dari tribun utara.
Gol semata wayang itu menjadi satu-satunya pembeda. Tertinggal 0-1, Adha FC mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa kali tendangan sudut dan crossing berbahaya tercipta, namun rapatnya pertahanan yang dikomandoi Joyo, Jombang, dan Naufal serta ketenangan Irwan Doyo di bawah mistar membuat skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit Sony Ade.
Tangis dan Tawa di Pinggir Lapangan
Hasil ini memastikan langkah Pesut FC Slatri Utara melaju ke babak 8 besar Mahera Cup II, sementara perjalanan Adha FC Jubang harus terhenti dengan kepala tegak di babak 16 besar. Kemenangan ini bukan sekadar soal skor, tapi soal harga diri tuan rumah di hadapan publiknya sendiri.
Ketua Panitia Mahera Cup II, Dedy Sunarto dan Kepala Desa Slatri Ahmad Dasuki yang turut menyaksikan langsung dari tribun kehormatan, mengapresiasi sportivitas kedua tim dan antusiasme penonton yang memadati stadion hingga sore hari.
“Pertandingan hari ini luar biasa. Kedua tim menunjukkan sepak bola yang fair, keras tapi tetap dalam koridor sportivitas. Terima kasih untuk 1.500 penonton yang sudah tertib. Ini bukti Mahera Cup II bukan sekadar turnamen, tapi pesta rakyat Slatri,” ujar Dedy Sunarto.
Senada, Kades Ahmad Dasuki menambahkan bahwa Mahera Cup II menjadi wadah pembinaan talenta muda Brebes dan sekitarnya.
“Pesut FC membuktikan mentalitas tuan rumah. Kalah menang biasa, tapi semangat juang sampai menit akhir yang harus kita apresiasi. Untuk Adha FC, terima kasih sudah menyajikan tontonan menarik,” ucapnya.
Kini, Pesut FC Slatri Utara tinggal menunggu calon lawan di babak 8 besar dengan modal kepercayaan diri tinggi. Sementara Mahera Cup II akan kembali berlanjut besok, Selasa, 6 Oktober 2026, mempertemukan laga tak kalah panas antara AC Bola Cepu Blora Vs Brother FC Losari di tempat yang sama, Stadion Gelora Agus Salim Desa Slatri. Laga diprediksi kembali menyedot ribuan penonton.
Mahera Cup II, lebih dari sekadar gol, adalah tentang kebanggaan desa.***
(4905)















