Bali–Timor-Leste Business Forum,  Bahas Blue Economy, Green Economy, dan Gold Economy

- Penulis

Minggu, 4 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Gubernur Koster Sambut Menteri PPPK Republik Demokratik  Timor-Leste dan Delehasi Bali Timur Leste


Garudaxpose.com l Denpasar Bali – Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M, memyembut kedatangan Menteri Pertanian, Perternakan, Perikanan dan Kehutanan (PPPK) Republik Demokratik Timor Leste beserta Delegasi Bali – Timor Leste Bisnis Forum di Jaya Sabha Denpasar Bali, (Caniscara Pon Ugu) Sabtu, 3 Oktober 2026 kemarin.

Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, Gubernur Koster menyambut baik dipilihnya Provinsi Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Bali–Timor-Leste Business Forum bertajuk “Connecting Opportunities, Building Prosperity” yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026.

Dikatakan Koster, hubungan antara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste selama ini terjalin sangat baik. Secara geografis, Timor-Leste sangat dekat dengan Indonesia dan kedua negara memiliki hubungan historis. Sesuai amanat konstitusi, maka harus membangun kerja sama dengan berbagai negara untuk menatap masa depan yang lebih kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat bahagia bisa duduk bersama dalam suasana hangat malam ini. Kami berharap setelah pertemuan ini, Bali dan Timor-Leste dapat bekerja sama mengembangkan berbagai sektor potensial, khususnya pariwisata, pertanian, peternakan, dan perdagangan. Sinergi dan kolaborasi yang kuat kita harapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Gubernur asal Sembiran Buleleng ini.

Gubernur Bali ini juga menyampaikan bahwa Bali memang kecil, tetapi dianugerahi kekayaan yang luar biasa, seperti salak Bali, jeruk Bali, manggis Bali, mangga Bali, beras Bali, ayam Bali, babi Bali, hingga sapi Bali yang telah dikenal luas.

“Khusus sapi Bali, sampai saat ini keberadaannya terus kami jaga dengan baik. Sapi dari luar Bali tidak diizinkan masuk. Pemerintah Pusat juga mendukung upaya perlindungan sapi Bali agar kemurnian dan keasliannya tetap terjaga,’ terang Gubernur mantan Anggota DPR-RI dua periode ini.

Gubernur Koster juga mengatakan terkait sektor pariwisata, hingga 30 September 2026 tercatat sebanyak 4,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Bali, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu wisman berasal dari Timor-Leste.

“Maka dengan terselenggaranya Bali–Timor-Leste Business Forum, ke depan saya berharap Bali dan Timor-Leste dapat maju bersama, saling mendukung, dan saling menopang dalam mewujudkan kemajuan. Kami siap melanjutkan dan memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.


Sementara Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste, Marcos da Cruz mengungkapkan bahwa  Wakil Perdana Menteri sebelumnya direncanakan hadir di Jaya Sabha, tetapi batal karena harus melanjutkan tugas negara.

Karena itu, beliau menitipkan pesan kepada Gubernur Bali Wayan Koster berupa ucapan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Gubernur Bali, atas sambutan hangat serta dukungan terhadap penyelenggaraan Bali–Timor-Leste Business Forum.

Menurut Menteri Marcos da Cruz, ada tiga hal penting yang dibahas dalam Bali–Timor-Leste Business Forum, yaitu Blue Economy, Green Economy, dan Gold Economy. Namun dalam pengembangan Green Economy, Timor-Leste memiliki lahan pertanian yang subur dan luas dengan berbagai komoditas, seperti padi, jagung, kopi, dan buah-buahan.

“Bahkan, sektor pertanian di Timor-Leste masih menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan, terutama terkait kualitas sumber daya manusia. Melalui pertemuan ini, kami ingin mempelajari bagaimana memulai dan mengelola sektor pertanian dengan baik agar mampu memberikan hasil yang maksimal,” ucapnya.

Menteri Marcos juga mengatakan bahwa mengenai Blue Economy, Timor-Leste memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Berdasarkan hasil studi, potensi stok ikan mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun. Namun, potensi tersebut belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perekonomian. “Kami berharap besarnya sumber daya laut tersebut juga diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkap Marcos da Cruz

Dikatakan Marcos, terkait Gold Economy, kami datang bersama sejumlah pengusaha ke Bali untuk berdiskusi, melihat, dan mendengar secara langsung mengenai pengembangan bisnis. Harapannya, kami dapat belajar menjalankan bisnis dengan baik, sebagaimana telah banyak dicontohkan oleh masyarakat dan pelaku usaha di Bali.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali. Pertemuan ini memberikan manfaat besar bagi Timor-Leste karena melalui forum ini kita dapat saling belajar. Dengan suasana Bali yang aman dan damai, kami berharap kerjasama dan hubungan antara Timor-Leste dan Bali semakin kuat dan terus berkembang. Berbagai praktik baik yang kami temukan di Bali diharapkan dapat diterapkan di Timor-Leste dengan menyesuaikan peluang dan potensi yang ada,” harapnya.

Kedatangan Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste ke Jaya Sabha turut didampingi Wakil Presiden Veteran (Conselho dos Combatentes da Libertação Nacional de Timor-Leste), Mario Nicolao dos Reis; Koordinator Jenderal Bidang Ekonomi, Jorge; serta Presiden Câmara de Comércio e Indústria Timor-Leste, Jorge Manuel de Araujo Serrano.(Ded*Gustra *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bali Kembali Digelar Serentak
Info Denpasar Seputar Normalisasi Tukad Loloan dan Metatah Massal
Bupati Kembang Dorong Solusi Jangka Panjang Kemacetan  Gilimanuk
Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali
Gubernur Koster Sebut Bali Memiliki Kekayaan Adat dan Budaya Unik Perlu Pelestarian
Info Bali Terkait Bedah Rumah dan Rakor Kebakaran
Gubernur Koster Berharap Kerjasama Bali dan Tiongkok terus meningkat
Groundbreaking Ceremony PPN Pengambengan Bali 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bali Kembali Digelar Serentak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Bali–Timor-Leste Business Forum,  Bahas Blue Economy, Green Economy, dan Gold Economy

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:55 WIB

Info Denpasar Seputar Normalisasi Tukad Loloan dan Metatah Massal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Bupati Kembang Dorong Solusi Jangka Panjang Kemacetan  Gilimanuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Berita Terbaru

Uncategorized

Dewi Perssik Dukung UMKM Abon Barokah Yuli Asal Tapen Bondowoso

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:36 WIB