Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Budidaya jagung di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, terus dipantau hingga mendekati masa panen. Dari areal pertanian seluas kurang lebih 3.300 meter persegi, tanaman jagung varietas Pertiwi 6 tersebut diperkirakan mampu menghasilkan antara 2,1 hingga 2,4 ton.
Potensi produksi itu menjadi salah satu perhatian dalam monitoring yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Lor Briptu Fadhilah K di kawasan pertanian Jalan Sunan Drajat, Selasa (29/9/2026).
Pemantauan dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas melihat langsung kondisi tanaman yang dibudidayakan oleh Taufik, anggota Kelompok Tani Pakis Jaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanaman jagung tersebut diketahui mulai ditanam pada 9 Agustus 2026. Apabila pertumbuhan berjalan sesuai dengan perkembangan saat ini, proses pemanenan diperkirakan dapat dilakukan pada 10 November 2026.
Monitoring lapangan dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan proses budidaya tetap berjalan. Dalam kesempatan tersebut, polisi juga berbincang dengan pemilik lahan mengenai perawatan tanaman dan situasi yang dihadapi selama masa tanam.
Dialog bersama petani menjadi bagian dari kegiatan untuk menggali informasi secara langsung. Setiap kendala yang muncul dalam proses pengelolaan lahan dapat disampaikan kepada Bhabinkamtibmas untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak terkait apabila diperlukan.
Kapolsubsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Tjahjono mengatakan, pendampingan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari upaya kepolisian hadir di tengah aktivitas masyarakat.
“Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani. Kami berharap pengelolaan lahan dilakukan dengan baik sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasil panen nantinya juga maksimal,” ujar Hari.
Menurutnya, keberadaan petugas di lingkungan pertanian juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan warga. Petani tidak hanya dapat menyampaikan persoalan terkait tanaman, tetapi juga informasi mengenai kondisi lingkungan di sekitar lahan.
Hari mengajak masyarakat memanfaatkan peran Bhabinkamtibmas sebagai penghubung ketika menemukan persoalan yang membutuhkan koordinasi.
“Kalau ada kendala di lapangan, jangan ragu disampaikan kepada Bhabinkamtibmas,” katanya.
Pesan mengenai keamanan lingkungan turut disampaikan dalam kegiatan tersebut. Petani dan warga sekitar diminta tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas serta tidak mengabaikan kondisi keamanan di kawasan pertanian.
Kerukunan antarwarga juga menjadi bagian dari imbauan kepolisian. Masyarakat diharapkan terus menjaga komunikasi dan kebersamaan sehingga lingkungan tempat tinggal maupun kawasan pertanian tetap aman dan kondusif.
Kehadiran polisi dalam kegiatan monitoring tersebut sekaligus menjadi sarana membangun kemitraan dengan kelompok tani. Dengan komunikasi yang berlangsung secara langsung, perkembangan sektor pertanian di wilayah Jrebeng Lor dapat terus diketahui hingga memasuki masa panen.
Polisi berharap tanaman jagung yang saat ini dalam tahap perawatan dapat tumbuh optimal hingga waktu panen tiba. Produktivitas lahan pun diharapkan memberikan hasil sesuai potensi yang telah diperkirakan. (Septyan)












