Garudaxpose.com | Probolinggo – Kabar duka menyelimuti lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo periode 2017–2019, dr. Bambang Agus Suwignyo, meninggal dunia di Brunei Darussalam.
Jenazah almarhum tiba di rumah duka yang berada di Perumahan Gabriella, Kelurahan Curahgrinting, Kota Probolinggo, Selasa (22/9) pagi. Setelah disemayamkan di kediaman keluarga, jenazah kemudian diberangkatkan untuk dimakamkan di Pemakaman Bujuk Macan, Kecamatan Mayangan.
Suasana duka turut dirasakan jajaran Pemerintah Kota Probolinggo. Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani serta sejumlah jajaran Pemkot datang langsung ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkot Probolinggo tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian almarhum, baik sebagai tenaga medis maupun sebagai aparatur pemerintahan.
Di rumah duka, dr. Aminuddin juga mengikuti salat jenazah dan doa bersama sebelum almarhum dimakamkan. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru di tengah keluarga dan kerabat yang datang menyampaikan penghormatan terakhir.
Wali Kota Probolinggo mengatakan, kepergian dr. Bambang Agus Suwignyo merupakan kehilangan bagi keluarga sekaligus bagi lingkungan pemerintahan dan masyarakat Kota Probolinggo.
“Saya menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Agus. Mudah-mudahan seluruh amal beliau, khususnya sewaktu mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah, diterima oleh Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya dan ditempatkan di tempat yang terbaik,” ujar dr. Aminuddin.
Ia juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan dapat menghadapi masa duka tersebut dengan kekuatan dan keikhlasan.
Menurut dr. Aminuddin, perjalanan pengabdian almarhum merupakan bagian dari sejarah pelayanan pemerintahan dan kesehatan di Kota Probolinggo. Sebelum menduduki jabatan Sekda, dr. Bambang Agus Suwignyo telah dipercaya menempati sejumlah posisi strategis.
Di antaranya, almarhum pernah menjabat sebagai Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh. Pengabdiannya di bidang kesehatan kemudian berlanjut ketika dipercaya menduduki jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo.
Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum akhirnya dr. Bambang Agus Suwignyo mendapat amanah sebagai Sekretaris Daerah Kota Probolinggo pada periode 2017 hingga 2019.
Jejak pengabdian tersebut juga dikenang oleh para aparatur yang pernah bekerja bersama almarhum. Salah satunya Kepala BPPKAD Kota Probolinggo, Pujo Agung Satrio, yang menilai almarhum sebagai figur yang mendedikasikan perjalanan hidupnya untuk memberikan pelayanan.
“Beliau adalah sosok yang mengabdikan hidupnya untuk melayani. Dari profesinya sebagai dokter hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah Kota Probolinggo (2017–2019),” kata Pujo.
Bagi Pujo, pengabdian almarhum tidak hanya terlihat dari jabatan yang pernah diemban. Dedikasi tersebut juga tercermin dari waktu, tenaga, serta pemikiran yang diberikan selama menjalankan tugas kepada masyarakat.
“Beliau telah memberikan waktu, pemikiran, dan tenaga terbaiknya bagi masyarakat,” imbuhnya.
Kepergian dr. Bambang Agus Suwignyo pun meninggalkan kenangan bagi keluarga, sahabat, kolega, serta para aparatur yang pernah bersinggungan langsung dengan perjalanan pengabdiannya.
“Jasa dan keteladanan beliau menjadi kenangan yang akan terus hidup di hati keluarga, sahabat, rekan kerja, dan masyarakat Kota Probolinggo,” tutur Pujo.
Rangkaian penghormatan terakhir terhadap almarhum berlangsung dengan khidmat. Setelah disalatkan dan didoakan bersama, jenazah kemudian dimakamkan di Pemakaman Bujuk Macan, Mayangan.
Kepergian mantan Sekda tersebut menutup perjalanan panjang pengabdian seorang dokter yang kemudian dipercaya mengemban sejumlah tanggung jawab penting dalam pemerintahan Kota Probolinggo.
Nama dan pengabdian dr. Bambang Agus Suwignyo kini menjadi bagian dari catatan perjalanan Pemerintah Kota Probolinggo, khususnya dalam bidang kesehatan dan pemerintahan.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo















