Garudaxpose.com | Palembang, – Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga sepakbola mini melalui pelaksanaan Pelatihan Wasit 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencetak wasit berkompeten sekaligus memperkuat pembinaan sepakbola mini di Sumatera Selatan.
Berbeda dengan organisasi sepak bola maupun futsal lainnya, KSMI Sumsel memiliki wadah organisasi tersendiri yang berada di bawah naungan International Mini Football Federation (IMF).
Ketua KSMI Sumsel, Muhammad Ali Ruben, SH, MH, mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan pelatihan wasit tersebut. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi KSMI di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan pembinaan dan peningkatan kualitas perangkat pertandingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mendukung pelaksanaan kegiatan Pelatihan Wasit 2026 KSMI Sumsel. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi KSMI se-Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kualitas wasit sepakbola mini,” ujar Muhammad Ali Ruben.
Pelatihan wasit tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi dan praktik lapangan. Pada hari pertama, peserta mengikuti pembekalan materi yang berlangsung di Gedung PGRI Palembang. Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan di Mini Soccer Caha Ciya, Jakabaring, Palembang.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas wasit, KSMI Sumsel juga menyiapkan agenda kompetisi Liga Santri Nusantara yang direncanakan berlangsung pada Oktober, November, dan Desember 2026.
Kompetisi tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pencarian bakat pemain sepakbola mini. Nantinya, tim yang berhasil melalui rangkaian kompetisi akan dipersiapkan untuk mewakili Sumatera Selatan pada ajang nasional di Jakarta pada 2027, sesuai rencana yang disampaikan KSMI Sumsel.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumsel, Tubagus Sulaiman, SH, MH, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan KSMI Sumsel.
Ia mengatakan, meskipun KSMI Sumsel masih tergolong organisasi yang baru, sejumlah kegiatan telah berjalan, termasuk pelatihan wasit yang menjadi bagian dari pengembangan olahraga sepakbola mini.
“Kami sangat mendukung kegiatan KSMI Sumsel. Walaupun KSMI ini masih seumur jagung, setelah bergabung dengan KONI Pusat maupun KONI Sumsel, sudah banyak kegiatan yang berjalan. Kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” ungkap Tubagus Sulaiman.
Ia berharap keberadaan KSMI Sumsel ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta melahirkan prestasi bagi kemajuan sepakbola mini di Sumatera Selatan.
Dengan pelatihan wasit dan rencana Liga Santri Nusantara, KSMI Sumsel berupaya membangun fondasi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan potensi atlet sepakbola mini di daerah. (*)














