Keterangan:
Adu Skill 4-3-3 yang Membakar Slatri – AC Bola FC Kapuan Cepu Pimpin Perang Urat Syaraf Lawan Gladiator FC Losari Lewat Gol Tunggal Riski Dwi
BREBES,GarudaXpose.com//- Kalau sepakbola tarkam biasanya cuma soal tendang dan lari, sore ini beda. Lapangan Agus Salim Desa Slatri, Larangan jadi panggung Perang Bintang sesungguhnya. Mahera Cup II babak 32 Besar mempertemukan dua tim dari ujung ke ujung: AC Bola FC Kapuan Cepu, Blora dari ujung timur Jateng melawan tuan rumah wilayah barat, Gladiator FC Losari.
Sabtu, 19 September 2026 | Kick Off 16.00 WIB
Cuaca cerah 30 derajat, angin sawah tidak terlalu kencang, penonton sekitar 700 orang full memadati pinggir lapangan sampai pematang sawah jadi tribun. Wasit dari Askab PSSI Brebes, Ruswan, dibantu Fuji, Agus Sony dan wasit cadangan Sony Ade memimpin laga. Pengawas pertandingan H. Tarsidin memastikan laga fairplay.
Dua pelatih sama-sama nekat. Sama-sama pakai formasi 4-3-3 menyerang. Artinya, tiga striker di depan, tanpa main aman, siapa takut dia kalah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di kubu AC Bola Kapuan Cepu, pelatih menurunkan trisula maut: Agung, Ali Mustofa, dan pemain asing dari Sinegal, Raymon nomor punggung 9. Di belakang mereka ada kapten tim Santoso Adi (10) sebagai otak serangan dan penjaga gawang Rangga (1).
Sementara Gladiator FC Losari di bawah pelatih kepala Keke / Edy, juga tidak mau kalah. Kapten Rizal (17) memimpin, dengan trisula Agi, Satrio, dan Salo di depan. Gawang dikawal Sahrul (1) yang sore itu tampil luar biasa.
BABAK PERTAMA: Adu Otak di Tengah Lapangan
Sejak peluit kick off jam 16.00 WIB, AC Bola langsung tancap gas.
Kunci pertandingan ada di tengah lapangan. Di sini skill individu benar-benar kelihatan dan mudah dipahami penonton.
Santoso Adi (10) dari AC Bola mainnya halus. Umpannya pendek-pendek, tidak banyak gaya tapi mematikan. Lawannya, Rizal dari Gladiator, tipikal gelandang petarung. Keras, disiplin, dan selalu memutus alur bola lawan.
Yang paling menyedot perhatian jelas Raymon. Postur tinggi, kaki panjang, gocekan khas Afrika. Dua-tiga kali dia lepas dari kawalan Maimun, bek Gladiator. Tapi Sahrul, kiper Gladiator, masih terlalu sigap. Tendangan sudut dari Santoso Adi, lemparan ke dalam jauh dari Alim Mustofa, semua dipatahkan Sahrul.
Gladiator juga tidak diam. Serangan balik lewat Raymond Kamara dan Agi beberapa kali bikin jantung pertahanan AC Bola berdebar. Tapi Rangga di bawah mistar AC Bola juga sama kokohnya.
MENIT 15: GOL YANG MEMECAH KEBUNTUAN
Saat semua mengira babak pertama akan berakhir kacamata 0-0, momen itu datang.
Menit ke-15, Ali Mustofa menusuk dari sisi kiri, melakukan aksi individu, lalu mengirim umpan tarik. Bola sempat diblok bek Gladiator, tapi bola muntah jatuh tepat di kaki Riski Dwi nomor punggung 16.
Tanpa pikir panjang, Riski Dwi lepaskan tendangan keras kaki kanan. Bola meluncur deras, tak mampu dijangkau Sahrul.
GOL! 1-0 untuk AC Bola FC Kapuan Cepu.
Seketika 700 penonton bersorak. Tensi langsung naik. Wasit Ruswan harus mengeluarkan kartu kuning untuk pemain AC Bola karena pelanggaran keras. Gladiator langsung melakukan penyegaran, Maimun (12) keluar diganti Andi (15), dan kapten Rizal (17) diganti Aji Leo (8) untuk menambah serangan.
Skor 1-0 ini bertahan sampai jeda turun minum.
KOMENTAR PANITIA, PELAKSANA & REPORTER:
Suasana panas di lapangan ternyata sama panasnya di meja panitia. Mahera Cup II memang bukan turnamen kaleng-kaleng.
Ketua Panitia, Dedy Sunarto, saat ditemui di pinggir lapangan mengatakan:
“Alhamdulillah hari ke-4 ini luar biasa. Perang bintang beneran. AC Bola dari Cepu Blora jauh-jauh datang, Losari juga tim kuat. Ini bukti Mahera Cup II diminati. Kami panitia ingin tontonan yang berkualitas, aman, dan menghibur warga Slatri. Terima kasih untuk 700 penonton yang tertib.”
Sambung Ketua Pelaksana, Mas Heri Pasaribu (Herpas) yang terkenal dengan gayanya yang ceplas-ceplos:
“Jujur, saya merinding. Dua-duanya main 4-3-3, ini jarang di tarkam. Skill individu keluar semua. Raymon dari Senegal itu daya tariknya. Tapi kiper Gladiator Sahrul juga gila, kalau tidak ada dia bisa 3-0 babak pertama. Ini sepakbola yang kami mau. Keras tapi fair. Besok lebih seru lagi.”
Dan dari kacamata Reporter Tarkam Lensa Brebes, Bung Siung Ngesrong, yang memantau langsung dari garis lapangan:
“Kalau boleh jujur, ini tarkam rasa Liga 2. Saya lihat tengahnya hidup. Santoso Adi itu metronom, Rizal itu breaker. Duelnya itu yang bikin penonton tidak ngantuk. Gol Riski Dwi itu gol insting, gol pemangsa. Tidak cantik tapi mematikan. Dan satu lagi, Mahera Cup II ini berhasil mengangkat nama Slatri. Lapangan Agus Salim sore ini benar-benar jadi panggung sastra sepakbola.”
Pertandingan tarkam rasa Liga, skill individu keluar, adu taktik 4-3-3 benar-benar tersaji.
Di akhir pertandingan, sang bintang asing Raymon yang menjadi pusat perhatian sore itu memberikan komentarnya. Dengan senyum lelah tapi puas, ia mengatakan dalam Bahasa Inggris sampai akhir, pungkasnya:
“This was a very tough game, very hard game. Gladiator is a strong team, they fight until the end. I love the atmosphere here in Slatri, the fans are amazing, 700 people shouting, the weather is hot but the heart is hotter. This is why I love Indonesian tarkam football. We played with heart, 4-3-3, we attack, we enjoy. My team AC Bola FC did a great job today. We got one goal from Riski Dwi, good goal. We keep fighting for the next round. Thank you Brebes, thank you Mahera Cup II, see you again!”
JANGAN LEWATKAN LAGA BESOK!
Hari ke-5 Putaran Pertama Babak Penyisihan 32 Besar Mahera Cup II
Minggu, 21 September 2026 – Jam 16.00 WIB
Persis FC Sidamulya Vs Persaja FC Jagapura
Lapangan Agus Salim Slatri – Lebih seru pokoke! Aja kelalen!
DATA PERTANDINGAN LENGKAP:
AC BOLA FC KAPUAN CEPU (4-3-3): Rangga (1) – Santoso Adi (10/C), Hardiansyah (13), Riski Dwi (16), Alim Mustofa – Agung, Ali Mustofa, Raymon (9/Senegal) AC Bola Cepu Lolos 16 Besar !!!!!
GLADIATOR FC LOSARI (4-3-3): Sahrul (1) – Rizal (17/C), Maimun (12), Andi (15), Aji Leo (8) – Agi, Satrio, Salo, Raymond Kamara
Wasit: Ruswan | Asisten: Fuji, Agus Sony | Cadangan: Sony Ade | Pengawas: H. Tarsidin | Cuaca: Cerah 30°C | Penonton: ±700 Orang | Durasi: 2×30 Menit
Laporan Tarkam: – Bung Siung Ngesrong
(4905)











