Garudaxpose.com | Probolinggo – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan Polres Probolinggo bersama Satgas Pangan dan instansi terkait. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah beras, mengingat bahan pangan tersebut menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pada Jumat (11/9/2026), jajaran Satreskrim Polres Probolinggo melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan beras di sejumlah titik penjualan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Pemantauan tidak hanya menyasar toko kelontong, tetapi juga dilakukan di sejumlah jaringan ritel modern. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi harga beras yang diterima langsung oleh masyarakat sebagai konsumen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas juga memastikan stok beras yang tersedia di tingkat pedagang maupun ritel masih mencukupi. Selain itu, harga jual turut dibandingkan dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
Dari hasil pengecekan di Toko H. US, petugas menemukan beras premium dijual dengan harga Rp14.800 per kilogram. Sementara beras medium berada di angka Rp13.500 per kilogram dan beras SPHP Rp11.800 per kilogram.
Pengecekan kemudian dilakukan di Toko Fatur. Di lokasi tersebut, beras premium dijual Rp14.700 per kilogram, sedangkan beras medium Rp13.500 per kilogram dan beras SPHP Rp11.700 per kilogram.
Sementara itu, pemantauan di sektor ritel modern juga menunjukkan kondisi harga yang relatif stabil. Beras premium di Alfamart maupun Basmalah masing-masing dijual Rp14.900 per kilogram.
Untuk beras medium di Basmalah, petugas mencatat harga jual sebesar Rp13.500 per kilogram. Data tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi untuk melihat perkembangan harga beras di lapangan.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Kasatreskrim AKP I Made Kembar Mertadana mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar ketersediaan beras tetap aman dan harga di tingkat konsumen tidak mengalami gejolak.
“Kami melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman dan harga di tingkat konsumen stabil. Monitoring akan terus dilakukan bersama Satgas Pangan dan instansi terkait,” kata I Made.
Menurutnya, pengawasan secara langsung diperlukan karena kondisi harga pangan dapat berubah mengikuti perkembangan pasokan dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, informasi dari lapangan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah antisipasi.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa stok beras di sejumlah lokasi yang didatangi petugas masih tersedia. Harga yang ditemukan juga masih berada dalam ketentuan HET.
“Hasil pemantauan menunjukkan stok masih tersedia dan harga beras masih sesuai dengan HET. Kami berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan agar masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang wajar,” ujarnya.
Meski kondisi masih terkendali, Polres Probolinggo tidak ingin pengawasan dihentikan. Monitoring akan tetap dilakukan untuk mendeteksi lebih awal apabila terjadi perubahan harga maupun gangguan terhadap ketersediaan beras.
Pengawasan juga diarahkan untuk mencegah adanya praktik yang berpotensi mengganggu distribusi. Para pelaku usaha diingatkan agar tidak mengambil keuntungan dengan cara yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan atau menjual beras melebihi ketentuan yang berlaku. Jika ditemukan adanya pelanggaran, akan kami tindak sesuai dengan aturan,” tegas I Made.
Polres Probolinggo bersama Satgas Pangan dan instansi terkait akan melanjutkan pemantauan secara berkala. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kemampuan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok.
Selain memantau harga, petugas juga akan memperhatikan perkembangan pasokan di tingkat pedagang. Apabila ditemukan indikasi adanya kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar, langkah koordinasi akan segera dilakukan.
Kondisi harga beras yang relatif stabil di sejumlah lokasi menjadi sinyal positif bagi masyarakat. Namun, pengawasan tetap diperlukan agar kondisi tersebut dapat dipertahankan, khususnya di tengah dinamika harga kebutuhan pangan.
Melalui kegiatan monitoring tersebut, Polres Probolinggo menunjukkan bahwa pengawasan pangan tidak hanya dilakukan ketika terjadi gejolak harga. Pemeriksaan lapangan juga menjadi langkah preventif untuk memastikan distribusi berjalan normal dan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang wajar.
Dengan sinergi antara kepolisian, Satgas Pangan, pelaku usaha dan instansi terkait, stabilitas pasokan serta harga beras di Kabupaten Probolinggo diharapkan tetap terjaga. Pengawasan pun akan terus dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. (Septyan)












