Garudaxpose.com | Probolinggo – Suasana penuh khidmat menyelimuti kediaman Indi Eko Yanuarto di Jalan Raya Bromo, Kota Probolinggo. Ribuan warga berkumpul dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan tahlil untuk mengenang satu tahun wafatnya mantan Wali Kota Probolinggo periode 2004-2014, almarhum H.M. Buchori.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama sejumlah kepala perangkat daerah dan jajaran Pemerintah Kota Probolinggo.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga, masyarakat dan jajaran pemerintah untuk kembali mengenang sosok H.M. Buchori yang pernah memimpin Kota Probolinggo selama dua periode.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Putra pertama almarhum, Indi Eko Yanuarto, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang meluangkan waktu untuk hadir dan bersama-sama mengirimkan doa bagi mendiang ayahnya.
Indi mengaku tidak terasa sudah satu tahun sejak H.M. Buchori berpulang. Atas nama keluarga, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila semasa hidup almarhum terdapat perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan.
“Tidak terasa setahun sudah almarhum berpulang ke Sang Khalik. Saya atas nama keluarga juga ingin memohon maaf apabila semasa hidup almarhum, baik ucapan maupun tingkah laku, ada kesalahan almarhum, baik yang disengaja maupun tidak,” ucap Indi.
Menurut Indi, kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus penghormatan kepada almarhum yang semasa hidupnya dikenal memiliki hubungan dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.
Peringatan tersebut semakin bermakna karena bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah pun menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menjadikan momentum Maulid sebagai kesempatan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia juga mengingatkan keluarga almarhum agar terus mendoakan H.M. Buchori sebagai bentuk bakti kepada orang tua yang telah berpulang.
“Termasuk utamanya putra-putri almarhum, Mas Indi, kemudian Bu Ina, jangan lupa terus menyampaikan selawat sambil berdoa agar almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT, di surga-Nya yang terbaik, serta diampuni dosa-dosa beliau,” ujar dr. Aminuddin.
Ajakan tersebut disampaikan Aminuddin di tengah suasana haru keluarga yang memperingati satu tahun kepergian H.M. Buchori.
Ia menilai doa dari keluarga dan masyarakat merupakan bagian penting dalam mengenang para pendahulu yang telah memberikan pengabdian bagi daerah.
Dalam kesempatan itu, dr. Aminuddin juga mengaitkan momentum tersebut dengan rangkaian Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo.
Menurutnya, Pemerintah Kota Probolinggo bersama jajaran telah melakukan ziarah ke makam para wali kota dan wakil wali kota terdahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap para pemimpin yang pernah mengabdikan diri untuk Kota Probolinggo.
Salah satu makam yang diziarahi adalah makam H.M. Buchori.
“Dalam rangka Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, kami bersama jajaran juga berziarah ke makam para pendahulu wali kota dan wakil wali kota, termasuk almarhum Bapak H.M. Buchori yang telah banyak berjasa bagi Kota Probolinggo,” ungkapnya.
Bagi Aminuddin, jasa para pemimpin terdahulu merupakan bagian dari perjalanan panjang pembangunan Kota Probolinggo yang patut dihargai dan dikenang.
Sementara itu, tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Paeni. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan tentang sejumlah hal yang dapat mengantarkan seseorang meninggal dalam keadaan mulia.
Ia menjelaskan, kemuliaan seseorang dapat tercermin dari ilmu yang dimiliki, sifat dermawan serta perilaku baik selama menjalani kehidupan.
Paeni kemudian mengaitkan ketiga hal tersebut dengan sosok Nabi Muhammad SAW yang dikenal memiliki keteladanan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal kedermawanan.
Menurutnya, sifat suka berbagi dan membantu sesama juga menjadi salah satu karakter yang melekat pada diri almarhum H.M. Buchori.
“Selama kurang lebih 17 tahun mengenal almarhum H.M. Buchori, beliau dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sering bersedekah kepada siapa pun. Semoga almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah,” ujar Paeni.
Ia berharap keteladanan yang dimiliki almarhum dapat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan seseorang akan terus dikenang melalui ilmu, kebaikan dan manfaat yang pernah diberikan kepada orang lain.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Selawat Nabi yang diikuti para undangan dan masyarakat yang hadir.
Suasana semakin khidmat ketika ribuan jamaah bersama-sama melaksanakan tahlil dan mengirimkan doa untuk almarhum H.M. Buchori.
Doa bersama tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang satu tahun wafatnya mantan Wali Kota Probolinggo tersebut.
Melalui kegiatan ini, keluarga berharap doa dan kenangan terhadap almarhum H.M. Buchori terus hidup di tengah masyarakat, sementara nilai-nilai kebaikan dan keteladanan yang pernah ditunjukkannya dapat menjadi warisan moral bagi generasi berikutnya.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo













