Polisi Tetapkan Tersangka Seorang IRT di Banyuwangi Atas Kasus Kematian Bayi Baru Lahir

- Penulis

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Banyuwangi – Polresta Banyuwangi menetapkan seorang ibu rumah tangga berinisial S, warga Kecamatan Wongsorejo, sebagai tersangka dalam kasus kematian bayi yang baru dilahirkannya. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi yang menguatkan adanya unsur tindak pidana penelantaran anak.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. menyampaikan bahwa penyidikan dimulai sejak laporan diterima pada Senin (3/11/2025). Penyidik kemudian melakukan olah TKP serta pemeriksaan terhadap para saksi.

“Hingga saat ini, lima saksi telah dimintai keterangan, termasuk warga yang menemukan jenazah bayi serta keluarga terdekat,” jelas Kapolresta dalam konferensi pers di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (5/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil penyidikan, tersangka diduga tidak memberikan perawatan kepada bayi sejak dilahirkan. Bayi kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan dikuburkan oleh tersangka di area belakang rumah.

“Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, bayi tidak segera mendapat pertolongan setelah dilahirkan. Selanjutnya, tersangka menguburkan jasad bayi tersebut tanpa sepengetahuan keluarga lain,” ujar Kombes Pol Rama.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain kain pembungkus bayi, pakaian tersangka, serta alat yang digunakan untuk menguburkan jenazah.

Lebih lanjut, Polresta Banyuwangi turut melibatkan dokter kandungan dan psikolog forensik dalam rangka memastikan kondisi fisik dan psikologis tersangka. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tersangka baru melalui proses persalinan alami. Sementara itu, pemeriksaan psikologis masih dilakukan untuk mendalami kondisi kejiwaan saat kejadian.

Penyidik juga menemukan bahwa suami tersangka tidak mengetahui bahwa istrinya tengah hamil karena kondisi penglihatan yang terbatas. Bahkan, suami mengira ari-ari bayi yang diminta untuk dibuang merupakan sampah rumah tangga.

“Tersangka mengaku melakukan tindakan tersebut karena merasa malu dengan lingkungan sekitar. Hal ini menjadi bagian yang turut kami dalami,” tambah Kapolresta.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 305, 306, dan 307 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Kapolresta menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku, serta tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak menutupi kondisi kehamilan atau permasalahan keluarga. Pemerintah menyediakan berbagai layanan kesehatan dan pendampingan yang dapat diakses secara terbuka,” jelasnya.

Polresta Banyuwangi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan P2TP2A untuk pendampingan psikologis dan sosial bagi keluarga.

“Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama agar kita lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar,” tutup Kapolresta Banyuwangi. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang Pengendara Motor Jadi Korban Curas, Oleh Dua Orang Pelaku Bersenjata Tajam di Kawasan Jalan Raya Desa Ranuyoso
Berkat Adanya Aduan Masyarakat, (RA) Pemuda Asal Jayanti Dukuh Diamankan Unit Reskrim Polsek Cisoka
Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polres Lumajang Bongkar 23 Kasus dan Membekuk 29 Orang Tersangka
Nenek Suminah Masih Hidup, Surat Kematian Diterbitkan Demi Jual Tanah: Sekdes Pabuaran Blokir Wartawan
Dugaan Perlakuan Kriminalisasi Hingga di Rumahkan Tanpa Alasan Yang Jelas, Asisten Manager PT ULI Somasi Direktur
Diduga Ada Konspirasi dalam Pembuatan Surat Kematian Nenek Suminah, Warga Pabuaran Masih Hidup
Kasus Matel Diduga Peras Pengendara di Cikupa Diungkap, Polresta Tangerang Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Pelarian Sindikat Curanmor Berhasil Ditumpas Tim URC Macan Blambangan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:11 WIB

Seorang Pengendara Motor Jadi Korban Curas, Oleh Dua Orang Pelaku Bersenjata Tajam di Kawasan Jalan Raya Desa Ranuyoso

Sabtu, 5 September 2026 - 12:45 WIB

Berkat Adanya Aduan Masyarakat, (RA) Pemuda Asal Jayanti Dukuh Diamankan Unit Reskrim Polsek Cisoka

Rabu, 2 September 2026 - 07:58 WIB

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polres Lumajang Bongkar 23 Kasus dan Membekuk 29 Orang Tersangka

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Nenek Suminah Masih Hidup, Surat Kematian Diterbitkan Demi Jual Tanah: Sekdes Pabuaran Blokir Wartawan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:39 WIB

Dugaan Perlakuan Kriminalisasi Hingga di Rumahkan Tanpa Alasan Yang Jelas, Asisten Manager PT ULI Somasi Direktur

Berita Terbaru