Di Balik Jargon Humanis, RSUD Brebes Akui Banyak Komplain Usai Disentil Bupati

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//– Di balik komitmen pelayanan humanis yang terus didengungkan, RSUD Brebes akhirnya buka-bukaan mengakui masih menyimpan banyak catatan merah yang dikeluhkan warga.

Pengakuan itu muncul setelah Bupati Brebes, Paramitha Widyakusuma, melayangkan teguran keras kepada jajaran manajemen dan seluruh tenaga kesehatan RSUD Brebes. Bupati mewanti-wanti agar jangan sampai ada lagi masyarakat yang kecewa saat butuh pertolongan medis di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Amanat tegas itu disampaikan Paramitha saat acara Bakti Sosial CSR RSUD Brebes beberapa waktu lalu. Ia menekankan, pelayanan kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, tapi soal hati dan kepercayaan publik yang harus dijaga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelayanan harus dengan sepenuh hati. Jangan sampai masyarakat kecewa atau mengeluh,” tegas Bupati Paramitha.

Teguran orang nomor satu di Brebes itu langsung direspon manajemen.

Wakil Direktur RSUD Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST., M.H., saat ditemui di kantornya, Kamis 20 Agustus 2026, tidak menampik masih adanya komplain. Ia menyebut keterbatasan di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi bertahap.

“Kami sangat merespon sejumlah masukan yang ada. Kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih sebesar-besarnya kepada warga yang telah menyampaikan pengaduan atau kritik,” beber Imam.

Menurutnya, setiap aduan warga justru dianggap sebagai bentuk kepedulian yang sangat berharga untuk perbaikan. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami tegaskan setiap aduan adalah bentuk kepedulian warga yang sangat berharga. Kami akan segera mengevaluasi seluruh catatan merah tersebut demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang jauh lebih baik, responsif, dan ramah melalui Brebes Beres,” pungkasnya.

Janji evaluasi itu kini menjadi taruhan besar bagi kredibilitas RSUD Brebes sebagai rumah sakit rujukan utama milik pemerintah daerah. Pasalnya, keluhan soal lambatnya penanganan, komunikasi tenaga medis, hingga keramahan pelayanan bukan kali pertama mencuat di ruang publik dan media sosial.

Bagi masyarakat, teguran Bupati Paramitha dinilai sudah tepat dan keras. Kini bola panas ada di tangan manajemen RSUD. Publik tidak lagi butuh klarifikasi normatif dan janji perbaikan di atas kertas, melainkan bukti nyata perubahan di lapangan — mulai dari IGD, rawat jalan, hingga ruang perawatan.

Jika catatan merah itu benar-benar dievaluasi secara transparan dan berujung pada reformasi pelayanan yang humanis, maka jargon “Brebes Beres” akan menemukan maknanya. Namun jika tidak, kepercayaan publik yang sudah terlanjur terkoyak akan semakin sulit dipulihkan, dan RSUD Brebes akan terus dibayangi stigma buruk yang justru merugikan institusi itu sendiri.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mediasi di Polsek Genteng Buntu, Pengusaha WiFi Alvn Tak Hadir, Klarifikasi Dijanjikan Senin
Kasus Matel Diduga Peras Pengendara di Cikupa Diungkap, Polresta Tangerang Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Tindak Tegas Mafia BBM: Gabungan LSM, Pokja, dan Media Pasang Spanduk Peringatan di SPBU Jayanti & Sumur Bandung
Optimis Brebes Beres Tak Sekadar Slogan: UMKM, Budaya, dan Konser Pamungkas Jadi Taruhan
Batik Tembakau Khas Jember Bertransformasi Menjadi Eyepillow, Brand Lokal Toorue Raup Omset Rp 24 Juta
Info Denpasar Bali Seputar Pelantikan Pejabat, Disabilitas, Puncak HKG dan Korpri Peduli
Gubernur Bali dan NTB Berkunjung ke NTT Sampaikan Bansos Pasca Gempa
Kondusivitas Jadi Modal Pembangunan, Pemkot Probolinggo Satukan Berbagai Elemen Lewat Dialog Kebangsaan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Mediasi di Polsek Genteng Buntu, Pengusaha WiFi Alvn Tak Hadir, Klarifikasi Dijanjikan Senin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Kasus Matel Diduga Peras Pengendara di Cikupa Diungkap, Polresta Tangerang Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:51 WIB

Tindak Tegas Mafia BBM: Gabungan LSM, Pokja, dan Media Pasang Spanduk Peringatan di SPBU Jayanti & Sumur Bandung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:55 WIB

Optimis Brebes Beres Tak Sekadar Slogan: UMKM, Budaya, dan Konser Pamungkas Jadi Taruhan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Batik Tembakau Khas Jember Bertransformasi Menjadi Eyepillow, Brand Lokal Toorue Raup Omset Rp 24 Juta

Berita Terbaru