BREBES,GarudaXpose.com//- Tidak semua pelajar mendapat kesempatan berdiri di titik paling sakral dalam sebuah upacara kemerdekaan. Mengibarkan Sang Saka Merah Putih di jantung kabupaten, di hadapan ribuan pasang mata, adalah kehormatan yang hanya diberikan kepada mereka yang terpilih. Tahun ini, kehormatan itu jatuh kepada Faris Ahda Emadani.
Siswa SMA Negeri 1 Ketanggungan itu dipercaya mengemban tugas paling berat dan paling mulia, sebagai pengibar bendera pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Brebes.
Kepercayaan besar itu resmi ia terima bersama 35 putra-putri terbaik lainnya yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Brebes Tahun 2026. Mereka dikukuhkan langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, di Pendopo Kabupaten Brebes, Jumat (14/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi pengukuhan yang khidmat itu menjadi gerbang terakhir, menjadi penanda bahwa 36 anggota Paskibraka tersebut telah siap secara fisik, mental, dan moral untuk melaksanakan tugas negara pada Senin (17/8/2026) mendatang.
Bagi Faris, perjalanan dari Ketanggungan menuju Alun-alun Brebes bukan sekadar perjalanan jarak. Ini adalah perjalanan menempa diri.
Selama kurang lebih satu bulan, ia dan rekan-rekannya digembleng dalam kawah kedisiplinan. Di bawah terik matahari, mereka ditempa kekompakan, ketepatan, ketahanan fisik dan mental. Setiap hentakan kaki, setiap lipatan bendera, setiap aba-aba, mengandung pelajaran tentang tanggung jawab yang tidak ringan.
“Paskibraka bukan sekadar baris-berbaris,” begitu ia memaknai.
“Saya berasal dari Ketanggungan, sekolah di SMA 1 Ketanggungan. Setelah terpilih menjadi pasukan pengibar bendera Kabupaten Brebes 2026, saya bisa jadi lebih disiplin lagi, terus juga bisa jadi semangat yang membanggakan orang tua,” ungkap Faris usai pengukuhan, dengan wajah yang masih menyiratkan haru dan bangga.
Bagi anak muda dari ujung selatan Kabupaten Brebes itu, seragam Paskibraka bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan kebanggaan keluarga dan sekolah yang telah mendukungnya sejak awal seleksi.
Kini, seluruh fokus dan pikirannya tertuju pada satu momen, detik-detik sakral ketika tali bendera ditarik dan Merah Putih berkibar di langit Alun-alun.
Harapannya sederhana, namun itulah doa paling jujur dari seorang pengibar.
“Saya berharap benderanya tidak terbalik, anginnya tidak besar, sehingga mampu mengibarkan bendera dengan lancar di Alun-alun Brebes saat upacara tanggal 17 besok,” ujarnya lirih namun tegas.
Doa yang menggambarkan betapa besar beban amanah di pundaknya. Bahwa kesalahan sekecil apapun adalah harga yang tidak boleh terjadi.
Pesan yang sama juga ditekankan oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Di hadapan 36 anggota Paskibraka yang berdiri tegap, ia mengingatkan bahwa kesempatan ini tidak datang dua kali.
Menurutnya, menjadi Paskibraka adalah sekolah kepemimpinan dan karakter bagi generasi muda. Tempat belajar tentang arti pengabdian, kehormatan, dan cinta tanah air yang sesungguhnya.
“Semangat bertugas. Tampilkan yang terbaik dari diri masing-masing. Saya harap tidak ada kesalahan di upacara bendera Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus Tahun 2026 nanti,” pesan Bupati Paramitha.
Pengukuhan Paskibraka sendiri merupakan bagian penting dan paling emosional dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Brebes. Di momen inilah, para pelajar ini secara resmi bertransformasi dari siswa biasa menjadi penjaga kehormatan simbol negara.
Bagi Faris, pengalaman ini akan menjadi bekal yang jauh melampaui upacara 17 Agustus. Nilai disiplin, tanggung jawab, solidaritas, dan jiwa korsa yang ia dapatkan di lapangan latihan akan ia bawa pulang, ke ruang kelas di SMA 1 Ketanggungan, ke lingkungan keluarga di Ketanggungan, dan ke kehidupan bermasyarakat.
Langkahnya dari Ketanggungan menuju Alun-alun Brebes adalah gambaran nyata semangat generasi muda Brebes. Bahwa dari desa, dari kecamatan, dari pelosok selatan, lahir generasi yang siap mengambil peran di panggung kemerdekaan. Generasi yang tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan euforia, tetapi menjaganya dengan sikap dan karya.
Di balik seragam putih bersih, topi dan langkah tegap Paskibraka, tersimpan harapan besar. Agar Faris dan 35 rekannya tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berkarakter, dan mampu menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, serta daerah.
Kini, semua persiapan telah usai. Latihan telah dituntaskan. Pengukuhan telah dilaksanakan. Faris bersama rekan-rekannya tinggal menunggu momentum bersejarah itu tiba. Dengan bekal latihan yang keras, restu orang tua, dan dukungan masyarakat Brebes, mereka siap menunaikan amanah untuk mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Brebes.***
(4905)











