GarudaXpose.com | Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, SH, S.IK, MH bersama jajaran Forkopimda menghadiri Forum Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” yang digelar Aliansi BEM se-Kabupaten Lumajang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Graha Nagara Bhakti, Kantor BKD Lumajang, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Kamis (13/8/2026).
Dalam forum tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Kapolres Lumajang. Ia juga menyampaikan riwayat pendidikan serta perjalanan kariernya di institusi Polri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
AKBP Riki menegaskan, Polri memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan tetap berpegang teguh pada tugas pokok kepolisian.
“Peran Polri dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika senantiasa berpegang teguh pada tugas pokok kepolisian,” kata Riki dalam forum tersebut.
Menurutnya, dinamika lingkungan strategis saat ini semakin kompleks. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari isu nasional hingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia juga menyinggung perjalanan Polri sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga kehidupan masyarakat dan negara, mulai era Majapahit, masa kolonial, kemerdekaan, Orde Baru hingga era saat ini.
Dalam konteks menjaga kebhinekaan, Riki menyebut Forkopimda, masyarakat dan mahasiswa memiliki peran penting sebagai komponen penjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Forkopimda, masyarakat dan mahasiswa merupakan komponen penjaga kebhinekaan di Negara Republik Indonesia,” ujarnya.
Bupati Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks
Sementara itu, Bupati Lumajang Hj. Ir. Indah Amperawati mengapresiasi pelaksanaan FGD yang digagas Aliansi BEM se-Kabupaten Lumajang.
Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya dalam menjaga kebhinekaan di tengah perkembangan teknologi digital.
“Dalam rangka merawat kebhinekaan hendaknya tetap berpegang teguh pada sila-sila Pancasila dan UUD 1945,” kata Indah Amperawati.
Menurutnya, perkembangan dunia digital merupakan hal positif apabila digunakan secara bijak. Namun, ruang digital juga dapat menjadi persoalan apabila dimanfaatkan untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks maupun melakukan kriminalisasi terhadap orang lain.
“Perkembangan dunia digital yang semakin maju merupakan sesuatu yang bagus selama tidak dipergunakan untuk menyebarkan berita-berita hoaks dan mengkriminalisasi orang lain,” ujarnya.
Bupati juga memastikan Pemkab Lumajang bersama jajaran Forkopimda akan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan mahasiswa selama kegiatan tersebut bersifat positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kasdim: Jangan Mudah Diadu Domba
Sementara itu, Dandim 0821 Lumajang yang diwakili Kasdim Mayor Inf Tanuri mengaku bangga melihat komunikasi dan koordinasi mahasiswa Lumajang dengan unsur pemerintahan, TNI dan Polri yang selama ini berjalan baik.
Menurut Tanuri, mahasiswa menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga nilai-nilai kebhinekaan dan kebangsaan.
“Dalam merawat nilai-nilai kebhinekaan maka perlu penjaga kebangsaan dari elemen-elemen kemasyarakatan, termasuk dari kelompok mahasiswa,” kata Tanuri.
Ia juga mengingatkan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, agar tidak mudah terprovokasi maupun diadu domba di tengah situasi politik global yang semakin dinamis.
“Politik global berupa perang antarnegara berdampak di seluruh negara, termasuk Indonesia. Maka kita harus kuat dan jangan mudah diadu domba,” tegasnya.
FGD tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran kebangsaan dan menjaga kebhinekaan masyarakat, khususnya menghadapi polarisasi yang berkembang di ruang digital.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan piagam bersama sebagai bentuk komitmen seluruh komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui forum tersebut, mahasiswa, pemerintah daerah, TNI dan Polri diharapkan terus membangun komunikasi serta kolaborasi dalam menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman, harmonis dan tetap menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika.








