BREBES,GarudXpose.com//– Perjalanan panjang Piala Pelajar U-15 Kabupaten Brebes 2026 akhirnya tuntas dengan sukses dan lancar. Turnamen yang bergulir sejak babak penyisihan pada 4 Agustus hingga partai final pada 12 Agustus 2026 di Stadion Karangbirahi Brebes ini telah menemukan juaranya.
Sebanyak 21 tim Sekolah Sepak Bola [SSB] dan pelajar terbaik se-Kabupaten Brebes ambil bagian. Sejak fase grup, persaingan sudah berlangsung ketat, penuh gengsi, dan menunjukkan peningkatan kualitas teknik serta fisik pemain muda Brebes.
Pada akhirnya, dominasi ditunjukkan oleh SSB Persiklu Kluwut. Di partai final yang berlangsung sengit, Persiklu Kluwut berhasil keluar sebagai kampiun dan berhak mengamankan trofi utama serta uang pembinaan sebesar Rp13.000.000.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, posisi runner-up harus puas diraih oleh SSB PSPS Pamijen yang tampil tak kalah impresif dan membawa pulang uang pembinaan Rp10.000.000. Untuk posisi juara tiga bersama, ditempati oleh dua tim kuda hitam, yakni SSB PHM Mundu dan Dewantara SS Jatibarang, yang masing-masing menerima Rp6.000.000.
Kemenangan Persiklu Kluwut semakin lengkap setelah salah satu bintangnya, Sa’rof Asidik, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik [Best Player]. Penampilan konsisten, visi bermain, dan kepemimpinannya di lapangan membuat ia layak menerima piala penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp500.000.
Turnamen tahunan yang menjadi agenda rutin Dindikpora Brebes ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua PSSI Kabupaten Brebes, Heri Fitriansyah.
Pihaknya mengaku bangga karena kompetisi berjenjang di Brebes terus hidup dan menjadi kawah candradimuka bagi talenta muda.
“Yang pertama kami merasa senang melihat ada kompetisi berjenjang di Kabupaten Brebes dan ini adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Dindikpora. Jenjang usia mulai dari 11, 13 dan 15 ini sangat penting. Karena ini adalah masa perkembangan pemain dan butuh jam terbang yang sesuai dengan usianya,” ujar Heri saat ditemui usai penyerahan hadiah.
Ia menilai, keberhasilan Persiklu Kluwut bukanlah kebetulan. Keberhasilan menyabet dua gelar sekaligus, yakni juara di kelompok umur U-13 dan kini U-15, menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan yang dilakukan SSB tersebut berjalan pada jalur yang benar.
“Oleh karena itu PSSI dan Dindikpora Alhamdulillah tahun ini bisa menyelesaikan yang Piala Pelajar U15 dan juaranya dari SSB Persiklu Kluwut. Ini luar biasa karena Persiklu Kluwut juga juara di U13. Artinya pembinaan yang dilakukan oleh SSB saat ini bisa terlihat di kategori usia,” jelasnya.
Terkait masa depan para juara, Heri memastikan PSSI Brebes tidak akan berhenti sampai di sini. Para juara ini akan dipersiapkan untuk naik kelas membawa nama Brebes di kancah yang lebih tinggi.
“Nanti para juara ini berhak untuk mengikuti Soeratin di level provinsi. Di level provinsi, jadi nanti kita akan meminta para juara ini untuk mengikuti kompetisi di level provinsi. Dan kita memang memberi ruang lebih banyak ke pemain lokal murni,” tegasnya.
Komitmen terhadap pemain lokal murni ini menjadi harga mati bagi PSSI Brebes. Hal ini untuk memastikan bibit-bibit asli Brebes mendapatkan panggung utama untuk berkembang.
Ia juga membocorkan agenda besar selanjutnya untuk menjaga ekosistem sepak bola Brebes tetap hidup. Setelah kompetisi usia dini, giliran kelompok usia umum yang akan digulirkan.
“Ya, saat ini kita untuk berjenjang usia ini sudah kita laksanakan. Nanti di akhir tahun 2026 ada Liga 1 Brebes. Ini yang kategori non-usia, usia umum. Nanti juga wajib diikuti oleh pemain lokal. Dan diperkenankan untuk menggunakan pemain non-lokal hanya tiga pemain saja,” pungkasnya.
Acara penutupan sendiri berlangsung meriah dan khidmat. Turut hadir memberikan dukungan langsung Kabidpora Dindikpora Brebes M. Aka Dharma, Ketua KONI Brebes Abdul Aris Assaad, serta jajaran lengkap pengurus Askab PSSI Brebes yang mengawal turnamen dari awal hingga akhir.***
(4905)














