Banyuwangi Luncurkan Coastal Resilience Initiatives, Program Kolaborasi Restorasi Pesisir Berkelanjutan

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Memiliki garis pantai salah satu terpanjang di Indonesia dengan 175,8 kilometer, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meluncurkan program Coastal Resilience Initiatives untuk menjaga ekosistem pesisir dengan kolaborasi banyak pihak. 

 

Program ini kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkab, pelaku usaha, dunia pendidikan, hingga masyarakat dalam penyelamatan ekosistem pesisir. Peluncuran dilakukan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, kawasan Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Senin (27/7/2026). 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Amehr Hakim, yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan program ini sejalan dengan program Kementerian KKP dalam prinsip kebijakan ekonomi biru.

 

“Ada lima pilar di dalamnya. Mulai memperluas kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur, budidaya berkelanjutan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta laut bebas dari sampah,” kata Amehr.

 

Turut hadir dalam peluncuran Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran direksi PT BSI dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perwakilan Pempprov Jatim, tokoh masyarakat Lampon, akademisi, hingga jajaran Forkopimda Banyuwangi.

 

Amehr menyebut Coastal Resilience Initiatives nantinya akan menjadi embrio yang bisa diterapkan ke daerah lain. 

 

“Kita harapkan selain Banyuwangi, bisa kita lebarkan lagi ke pesisir utara dan selatan Jawa Timur,” sambung dia.

 

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menambahkan, Banyuwangi telah mempraktikkan pengelolaan laut yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. Bahkan pertengahan Juli lalu, negara-negara ASEAN dan Pasifik dalam ASEAN-ID Blue datang ke Banyuwangi untuk berbagi pengalaman pengembangan ekonomi biru.

 

“Dengan kolaborasi banyak pihak, mulai perusahaan seperti PT BSI dan ditambah dukungan dari Kementerian KKP. Kami percaya kelestarian ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” kata Wabup.

 

Direktur Utama PT BSI Adi Adriansyah Sjoekri menerangkan, program Coastal Resilience Initiatives merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan pesisir melalui keseimbangan antara konservasi lingkungan pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

 

Ada 6 inisiatif dalam program tersebut. Di antaranya penanaman mangrove, pelestarian hutan pantai, transplantasi terumbu karang, pengembangan ekowisata, peningkatan pendapatan nelayan, dan penguatan kelembagaan nelayan agar lebih mandiri.

 

“Sehingga fokusnya bukan hanya pada peningkatan kualitas lingkungan, namun juga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir,” tegas Adi.

 

BSI menargetkan lebih dari 60 hektare terumbu karang dipulihkan, dan merehabilitasi 200 hektare mangrove serta 17,5 hektare hutan pantai. Saat peluncuran, mereka telah mengawali dengan penanaman puluhan bibit cemara di bibir Pantai Lampon. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembeli Tanah di Desa Tegalsari Mengaku Dirugikan, Pertanyakan Kejelasan Legalitas dan Biaya Pengurusan Rp10 Juta
Pemprov Banten Siapkan Pembangunan Sumur Bor, Atasi Terdampak Kekeringan
Bupati Jember Imbau Siswa Lulusan SMP Fokus Sekolah, Tunda Pernikahan Dini
Harkopnas dan Harganas 2026 Diperingati Bersama, Pemkot Probolinggo Dorong Koperasi Modern dan Ketahanan Keluarga
Petani Tengger Bromo Tak Lagi Sumringah Harga Tomat Anjlok Jelang Hari Raya Karo
Diduga Berdiri di Lahan Sempadan Sungai Tanpa Izin, Bangunan Warung di Dusun Mojoroto Jadi Sorotan, Kinerja Korsda Bangorejo Dipertanyakan
Dari Mal Orang Sehat hingga Konsultasi WA 24 Jam, Inovasi Kesehatan Banyuwangi Dipaparkan di Forum Nasional
Refleksi 30 Tahun Kudatuli di Banyuwangi, Sonny T. Danaparamita Gaungkan Semangat Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:21 WIB

Pembeli Tanah di Desa Tegalsari Mengaku Dirugikan, Pertanyakan Kejelasan Legalitas dan Biaya Pengurusan Rp10 Juta

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:02 WIB

Pemprov Banten Siapkan Pembangunan Sumur Bor, Atasi Terdampak Kekeringan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:33 WIB

Bupati Jember Imbau Siswa Lulusan SMP Fokus Sekolah, Tunda Pernikahan Dini

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:03 WIB

Harkopnas dan Harganas 2026 Diperingati Bersama, Pemkot Probolinggo Dorong Koperasi Modern dan Ketahanan Keluarga

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:17 WIB

Petani Tengger Bromo Tak Lagi Sumringah Harga Tomat Anjlok Jelang Hari Raya Karo

Berita Terbaru