Garudaxpose.com | Probolinggo – Antusiasme masyarakat Kota Probolinggo memuncak saat partai final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina. Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) di GOR Ahmad Yani pada Senin (20/7), yang dihadiri ratusan warga hingga dini hari untuk menyaksikan laga penentu gelar juara dunia.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin hadir langsung bersama Sekretaris Daerah Budiono Wirawan serta jajaran kepala perangkat daerah. Kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya pertandingan. Tim berjuluk La Furia Roja menguasai aliran bola serta terus memberikan tekanan ke lini pertahanan Argentina. Pada babak pertama, skuad asuhan Spanyol mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya, sementara Argentina belum mampu menghasilkan tembakan tepat sasaran. Skor tanpa gol bertahan hingga turun minum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki babak kedua, dominasi Spanyol tidak mengendur. Argentina lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan. Situasi semakin berat ketika Enzo Fernandez menerima kartu merah pada menit ke-93 sehingga tim juara bertahan harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Meski penjaga gawang Emiliano Martinez beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap aman, pertahanan Argentina akhirnya runtuh pada babak perpanjangan waktu. Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106 yang sekaligus memastikan kemenangan Spanyol dengan skor 1-0.
Gol tersebut langsung disambut sorak-sorai ratusan penonton yang memadati area nobar di GOR Ahmad Yani. Kemenangan itu mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010.
Usai pertandingan, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin yang mengenakan jaket tim nasional Argentina mengakui keunggulan permainan Spanyol. Menurutnya, dominasi penguasaan bola serta kartu merah yang diterima Argentina menjadi faktor penting dalam hasil akhir pertandingan.
“Saya sempat memprediksi Argentina menang 2-1. Namun kenyataannya Spanyol memang tampil lebih baik sepanjang pertandingan. Setelah Argentina kehilangan satu pemain, peluang untuk mempertahankan gelar semakin berat. Selamat kepada Spanyol, dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memeriahkan rangkaian nobar sejak babak penyisihan,” ujarnya.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan nobar juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di kawasan Sentra Wisata Kuliner GOR Ahmad Yani. Sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan meningkat dibandingkan hari-hari biasa berkat ramainya pengunjung yang datang untuk menyaksikan pertandingan.
Rahma, salah seorang pedagang makanan dan minuman asal Kecamatan Mayangan, mengungkapkan bahwa pendapatannya selama pelaksanaan nobar meningkat hingga ratusan ribu rupiah. Ia berharap semakin banyak kegiatan berskala besar digelar di kawasan GOR karena dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha kecil.
“Semoga ke depan semakin banyak event yang dilaksanakan di GOR. Dampaknya sangat terasa bagi kami para pedagang. Saat ada nobar Piala Dunia saja penjualan meningkat cukup besar, apalagi jika ada turnamen olahraga lainnya,” katanya.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo













