GarudaXpose.com | Lumajang – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja melalui jalur pendidikan.
Memasuki hari kedua Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATSAMA) Tahun Ajaran 2026/2027, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Lumajang memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan bullying kepada puluhan siswa baru MTs Nurul Amin Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Polres Lumajang Iptu Irdani Isma didampingi Bripda Sofyan Al Abis tersebut diikuti sebanyak 86 siswa-siswi di aula madrasah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyuluhan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik baru agar memiliki kesadaran hukum, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sosial maupun dunia digital.
Dalam pemaparannya, Iptu Irdani Isma menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dan praktik perundungan (bullying) masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Karena itu, edukasi sejak dini dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun karakter pelajar yang kuat sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Menurutnya, masa pengenalan lingkungan sekolah bukan hanya momentum memperkenalkan budaya belajar di madrasah, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap hukum.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Sejak memasuki lingkungan sekolah, mereka harus dibekali pemahaman tentang bahaya narkoba, dampak bullying, serta pentingnya menghormati sesama. Pendidikan karakter dan kesadaran hukum harus berjalan beriringan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas,” kata Iptu Irdani Isma.
Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan seseorang. Karena itu, pelajar diminta berani menolak ajakan menggunakan narkotika maupun obat-obatan terlarang dalam bentuk apa pun.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan perundungan. Bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, dapat memberikan dampak psikologis yang panjang bagi korban.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk saling menghormati, tidak mengejek teman, tidak melakukan intimidasi, dan berani melapor kepada guru maupun orang tua apabila mengetahui adanya tindakan bullying. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua peserta didik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satbinmas juga mengajak para siswa memanfaatkan media sosial secara bijak serta menghindari perilaku yang berpotensi melanggar hukum.
Para peserta tampak antusias mengikuti penyampaian materi dan aktif berdialog mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja.
Iptu Irdani menegaskan bahwa pembinaan kepada pelajar akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui program kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan. Menurutnya, keberhasilan menciptakan generasi yang disiplin dan taat hukum tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum.
“Kami ingin membangun kedekatan dengan para pelajar sehingga mereka tidak segan berdiskusi maupun meminta bantuan kepada polisi apabila menghadapi persoalan. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra generasi muda dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan bebas dari berbagai bentuk kenakalan remaja,” tegasnya.
Pihak madrasah menyambut baik kegiatan penyuluhan tersebut karena dinilai memberikan bekal penting bagi peserta didik baru dalam menjalani kehidupan sekolah.
Edukasi mengenai bahaya narkoba, bullying, serta pentingnya menaati aturan diharapkan mampu memperkuat karakter siswa sekaligus menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan madrasah.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Melalui sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan,
Polres Lumajang berharap upaya pencegahan kenakalan remaja dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga tercipta generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa.












