Garudaxpose.com | Probolinggo – Sebanyak 100 bibit tanaman buah bantuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ditanam di halaman Kantor Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/7/2026) pagi. Penanaman tersebut menjadi penanda dimulainya Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di desa yang berada di kawasan lereng Gunung Bromo tersebut.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, perwakilan Kecamatan Sukapura, Pemerintah Desa Sapikerep, unsur TNI-Polri, serta masyarakat.
Usai pembukaan, para tamu undangan bersama warga melakukan penanaman bibit tanaman buah secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Pembentukan Destana merupakan salah satu langkah strategis BPBD Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengenali potensi ancaman, mengurangi risiko, serta siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, ketangguhan sebuah desa tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan dan kesiapan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Destana diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang lebih mandiri dalam melakukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi bencana
Ia menilai penanaman pohon menjadi bagian penting dalam mendukung upaya konservasi lingkungan yang berpengaruh terhadap pengurangan risiko bencana dalam jangka panjang.
Selain memberikan manfaat ekologis, tanaman buah yang ditanam nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat apabila dirawat dengan baik.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi Pemerintah Desa Sapikerep selama proses pembentukan Destana.
Pendampingan tersebut meliputi peningkatan kapasitas masyarakat, penyusunan dokumen kebencanaan desa, pembentukan relawan, hingga pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi unsur terpenting dalam mewujudkan desa yang memiliki kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana.
Melalui program ini, masyarakat didorong untuk memahami karakteristik wilayahnya, mengenali potensi bahaya, serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
BPBD juga berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh dari lingkungan desa sehingga mampu memperkecil risiko korban maupun kerugian ketika terjadi bencana.
Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh kebersamaan terlihat saat peserta bersama-sama menanam bibit buah di area yang telah disiapkan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol dimulainya program Destana, tetapi juga menggambarkan semangat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif dan berkelanjutan.
Melalui pembentukan Destana, Desa Sapikerep diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperluas pembentukan Desa Tangguh Bencana di berbagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Desa Sapikerep diharapkan mampu menjadi contoh desa yang tangguh, adaptif, serta memiliki budaya gotong royong yang kuat dalam menghadapi ancaman bencana.
Penanaman 100 bibit buah yang mengawali pembentukan Destana menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan dan membangun kesiapsiagaan masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan desa yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. (Septyan)












