BREBES,GarudaXpose.com//–Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Perpustakaan Nasional RI, memberikan piagam penghargaan kepada Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Brebes, Muslikhin, S.Pd., M.Pd. Penyerahan dilakukan langsung oleh Duta Baca Indonesia 2021–2026, Gol A Gong, di sela rangkaian Safari Literasi Jawa,Brebes 09/Juli/2026.
Brebes dipilih sebagai titik awal persinggahan Safari Literasi Jawa 2026. Muslikhin memanfaatkan momentum itu dengan berkolaborasi bersama Forum KKG Kecamatan Ketanggungan menggelar pelatihan menulis bagi 45 guru SD. Kegiatan ini mendapat dukungan Ketua KKKS Cerdas, Wignyo Adi Wibowo, M.Pd., dan Korwilcam Satpendik Ketanggungan, Sri Puji Rahayu, S.Pd.
Perpusnas menilai inisiatif tersebut selaras dengan semangat “Gerakan Literasi, Bergerak untuk Negeri” yang diusung Safari Literasi Jawa 2026. Sejak 2019, Muslikhin tercatat telah menggerakkan lebih dari 60 guru di Brebes untuk aktif menulis. Hasilnya, 27 judul buku antologi dan buku tunggal guru berhasil diterbitkan lewat program “Guru Brebes Menulis” yang ia gagas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas dedikasi dan konsistensinya memperluas akses bacaan di akar rumput, Muslikhin menerima Piagam Penghargaan bernomor 02A/Piagam/DBI-PerpusnasRI/VII/2026. Penghargaan serupa juga diberikan kepada pegiat literasi Kustoro Wihanjayanto, S.IP., serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Brebes atas dukungan terhadap gerakan literasi daerah.
“Saya terharu. Ini bukan untuk saya pribadi, tapi untuk semua guru dan pegiat TBM di Brebes yang rela menyisihkan waktu demi anak-anak tetap membaca,” kata Muslikhin yang juga menjabat Ketua Forum KKG Kecamatan Ketanggungan. Ia menyebut target berikutnya adalah mendirikan pojok baca di 17 desa blank spot literasi di wilayah selatan Brebes.
Gol A Gong menegaskan bahwa piagam ini adalah pengingat moral. “Selembar kertas ini mungkin tidak bernilai materiel, tapi jadi dukungan agar para pegiat terus menjadi obor literasi di mana pun berada. Jangan padam,” ujarnya di hadapan peserta Safari Literasi.
Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas, Nurcahyono, S.S., M.Si., yang turut hadir, berharap penghargaan ini memperkuat sinergi tiga pilar: pemerintah pusat, pegiat literasi daerah, dan komunitas lokal. “Brebes membuktikan, gerakan bisa dimulai dari kecamatan. Kami dorong daerah lain mencontoh pola kolaborasi guru-TBM-Dindikpora seperti ini,” ucapnya.
Rangkaian Safari Literasi Jawa akan berlanjut ke Tegal, Pemalang, dan Pekalongan sepanjang Juli 2026. Perpusnas menargetkan 1.000 pegiat literasi baru dari program ini. Di Brebes, Safari Literasi juga diisi donasi 500 eksemplar buku dari Perpusnas untuk 10 TBM yang tergabung dalam Forum TBM Kabupaten Brebes.
Dengan penghargaan ini, Forum TBM Brebes berkomitmen mengawal program “Satu Desa Satu TBM” yang dicanangkan Bupati Brebes pada 2025. “Literasi bukan proyek, tapi gerakan. Kalau guru mau menulis, murid pasti mau membaca,” pungkas Muslikhin.***
(4905)












