BREBES,GarudaXpose.com//–Suasana haru bercampur bangga menyelimuti halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Sabtu pagi. Tepat pukul 08.30 WIB, 10 atlet sepakbola muda dilepas secara resmi untuk bertarung di seleksi Soekarno Cup 2026. Mereka bukan sekadar pemain. Mereka adalah duta dari 17 kecamatan yang membawa harga diri Brebes ke Stadion Kridanggo Salatiga.Sabtu,13 Juni 2026
Pelepasan dipimpin langsung Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Ferri Anggrianto, SE. Ia didampingi staf DPC Mbak Retno. Kesepuluh pemain ini adalah hasil penjaringan ketat dari seluruh PAC se-Kabupaten Brebes, ditempa bukan hanya teknik, tapi juga ideologi juang.
Ketua DPC PDI Perjuangan, H.Charudin dan Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes,Mas Heri Pasaribu,SH.MH, mengapresiasi 10 Atlet muda binaan DPC PDI semoga bisa membawa nama baik DPC PDI Kabupaten Brebes Membara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak-anakku semua ini adalah atlet terbaik Brebes,” tegas Ferri dalam sambutannya. “Dari semangat dan daya juang kalian, Brebes akan menyala lebih terang. Kalian bukan berangkat sendiri. Kalian bawa doa satu kabupaten.”
Seleksi digelar selama dua hari di Salatiga, dimulai hari ini pukul 13.00 WIB. Mereka yang lolos akan mengenakan jersey DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di ajang Soekarno Cup 2026 di Surabaya, Juli mendatang. Tahapannya jelas: lolos Salatiga, karantina di Magelang, lalu bertolak ke Surabaya.
“Dari 10 orang ini, kami yakin ada yang lolos. Amin,” ucap Ferri disambut pekik semangat. “Ingat, lawan kalian boleh besar. Tapi mental Brebes tidak pernah kecil.”
Ketua DPC H. Cahrudin menambahkan pesan moral. Ia meminta seluruh atlet menjaga sportivitas, disiplin, dan gotong royong di lapangan. “Menang itu target. Tapi martabat Brebes adalah harga mati. Jadikan seleksi ini pijakan menuju sepakbola profesional,” pesannya.
Sementara itu, Bendahara DPC Mas Heri Pasaribu, SH.MH menegaskan komitmen DPC terhadap pembinaan usia muda. “Olahraga adalah sekolah karakter. DPC akan terus hadir, dari sepatu sampai gizi atlet. Ini bagian dari politik kerakyatan yang konkret,” ujarnya.
Soekarno Cup 2026 sendiri bukan turnamen biasa. Digagas sebagai wadah kaderisasi atlet nasional berbasis daerah, turnamen ini menjadi penghormatan kepada Bung Karno yang memandang sepakbola sebagai alat pemersatu bangsa. Tahun ini, Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah babak final.
Salah satu perwakilan pemain, kapten tim asal PAC Bumiayu yang enggan disebut namanya, mengaku siap tempur. “Kami sudah latihan tiga bulan. Mohon doanya. Kami ingin buktikan anak Brebes juga bisa bicara di Jawa Tengah,” ucapnya singkat, mengepalkan tangan.
Di akhir acara, seluruh pengurus, orang tua, dan kader PAC melakukan doa bersama. Bendera merah putih dan panji partai dikibarkan mengiringi bus yang membawa rombongan.
Menutup pelepasan, Ferri Anggrianto kembali menitipkan pesan: “Main dengan hati, pulang bawa prestasi. Kalau jatuh, bangkit lagi. Kalau menang, jangan jumawa. Jaga nama Brebes. Tunjukkan bahwa dari kota bawang ini lahir singa-singa lapangan. Terus semangat untuk menjadi pemain DPD Jawa Tengah Pungkasnya.***
(Agus)














