Garudaxpose. COM, Sibolga | Air minum dalam kemasan cup merek Helse kembali menjadi sorotan. Produk tersebut diduga telah melewati masa kedaluwarsa, namun masih ditemukan beredar di kawasan Pelabuhan Lama, Kota Sibolga.
Temuan itu memicu keresahan masyarakat karena terdapat perbedaan keterangan masa berlaku antara kemasan luar dan isi produk. Pada kotak kemasan tercantum batas penggunaan hingga tahun 2028, sementara pada bagian cup tertulis “baik digunakan sebelum 29 Januari 2026”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa produk yang telah melewati masa edar masih diperjualbelikan dan dikonsumsi masyarakat.
Salah seorang warga Sibolga, Mirwan Tanjung, mengaku kecewa setelah menemukan perbedaan informasi tersebut saat berada di kawasan Pelabuhan Lama.
“Di kotaknya tertulis Januari 2028, tapi di isi cup tertulis Januari 2026. Ini jelas membuat konsumen bingung,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Sebelumnya, upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan Helse melalui pesan WhatsApp pada Kamis (14/5/2026) belum mendapat tanggapan. Bahkan, nomor wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi disebut telah diblokir oleh pihak terkait.
Produk air minum kemasan tersebut diketahui telah beredar luas, tidak hanya di Kota Sibolga, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Sumatera Utara.
Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait pengawasan distribusi produk serta tanggung jawab produsen terhadap kualitas barang dan keakuratan informasi yang dicantumkan pada kemasan.
Apabila terbukti benar, peredaran produk kedaluwarsa tersebut berpotensi merugikan dan menyesatkan konsumen. Padahal, konsumen memiliki hak untuk memperoleh barang yang aman serta sesuai dengan informasi yang tertera pada label kemasan.
Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang melarang pelaku usaha memproduksi maupun memperdagangkan barang yang telah kedaluwarsa. (Ps)














