BREBES,GarudaXpose.com//– Suasana di Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) Jatibarang, Brebes, Minggu (03/05/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan peserta Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (Juleha) Brebes tampak antusias mengikuti sesi motivasi kewirausahaan bertajuk “Zero to Hero” yang dibawakan langsung oleh tokoh pengusaha nasional asal Brebes, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi.
Kehadiran CEO PT Dedy Jaya Group Lambang Perkasa itu bukan tanpa alasan. Di tengah agenda Bimtek yang digelar DPD Juleha Brebes, Dr. Muhadi sengaja diundang untuk memberikan wawasan kewirausahaan agar para praktisi Juleha tidak hanya mahir menyembelih hewan sesuai syariat, tetapi juga cerdas menangkap peluang ekonomi dan mandiri secara finansial.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhadi Setiabudi membagikan kisah inspiratif perjalanan hidupnya membangun Dedy Jaya Group dari titik nol. Dari usaha kecil, kini perusahaannya tumbuh menjadi salah satu raksasa bisnis di Jawa Tengah yang merambah sektor transportasi, perhotelan, kesehatan, hingga perdagangan. “Seorang Juleha harus mampu mandiri secara ekonomi. Selain menjalankan tugas mulia menyembelih hewan sesuai syariat, Anda juga harus memiliki usaha sampingan untuk menopang kebutuhan harian keluarga. Jangan pernah malu memulai dari kecil,” tegasnya di hadapan peserta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak sekadar memberi semangat, sosok yang dijuluki tokoh “Zero to Hero” itu juga membeberkan empat kiat sukses yang menjadi pegangan hidupnya. Pertama, kejujuran atau amanah yang disebutnya sebagai modal paling mahal, baik dalam bisnis maupun profesi Juleha. Kedua, kerja keras dan pantang menyerah karena tidak ada kesuksesan instan. Ketiga, disiplin tinggi dalam mengatur waktu dan keuangan sebagai kunci pertumbuhan usaha. Keempat, menyeimbangkan usaha lahiriah dengan ibadah serta doa kepada Sang Pencipta.
Ketua DPD Juleha Brebes, Chasan Mudofar, menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan Dr. Muhadi hadir langsung memberi motivasi. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat berharga bagi anggotanya. “Kami ingin anggota Juleha Brebes memiliki mentalitas baja seperti Pak Muhadi. Beliau adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses. Kami berharap motivasi ini memicu lahirnya Juleha-Juleha yang juga menjadi pengusaha sukses di desa masing-masing,” ujar Chasan.
Dampak dari sesi motivasi itu langsung terasa. Salah satu peserta Bimtek, Sartono asal Tonjong, mengaku terharu dan termotivasi setelah mendengar kisah perjuangan Dr. Muhadi dari bawah. “Mendengar cerita beliau membuat kami sadar bahwa profesi Juleha bisa menjadi pintu pembuka rezeki lainnya. Saya jadi terpikir untuk mulai membuka usaha dagang kecil-kecilan di rumah sebagai tambahan selain jasa penyembelihan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Kegiatan Bimtek ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan foto bersama. Aura optimisme terpancar jelas dari wajah para peserta yang kini siap membawa semangat “Zero to Hero” ke kampung halaman mereka. Mereka pulang tidak hanya dengan bekal ilmu teknis penyembelihan halal, tetapi juga dengan mental wirausaha baru.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi titik tolak transformasi Juleha Brebes dari sekadar juru sembelih menjadi motor penggerak ekonomi umat di tingkat desa. Semangat “Zero to Hero” yang ditanamkan Dr. Muhadi diharapkan mampu melahirkan ekosistem Juleha yang profesional, amanah, dan berdaya secara ekonomi. Dengan bekal mental baja dan kiat sukses tersebut, para Juleha kini memiliki kompas baru: menjadikan setiap pisau sembelih sebagai jalan ibadah, sekaligus pintu kemandirian.
PT Dedy Jaya Group sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan terbesar di Jawa Tengah yang didirikan oleh Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi. Grup usaha ini terus berkembang di berbagai bidang mulai dari transportasi, perhotelan, kesehatan, hingga perdagangan.red**
(Gus)












