“Zero to Hero”, CEO Dedy Jaya Group Muhadi Setiabudi Bakar Semangat Ratusan Juleha Brebes di RPH-R Jatibarang

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//– Suasana di Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) Jatibarang, Brebes, Minggu (03/05/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan peserta Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (Juleha) Brebes tampak antusias mengikuti sesi motivasi kewirausahaan bertajuk “Zero to Hero” yang dibawakan langsung oleh tokoh pengusaha nasional asal Brebes, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi.

Kehadiran CEO PT Dedy Jaya Group Lambang Perkasa itu bukan tanpa alasan. Di tengah agenda Bimtek yang digelar DPD Juleha Brebes, Dr. Muhadi sengaja diundang untuk memberikan wawasan kewirausahaan agar para praktisi Juleha tidak hanya mahir menyembelih hewan sesuai syariat, tetapi juga cerdas menangkap peluang ekonomi dan mandiri secara finansial.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhadi Setiabudi membagikan kisah inspiratif perjalanan hidupnya membangun Dedy Jaya Group dari titik nol. Dari usaha kecil, kini perusahaannya tumbuh menjadi salah satu raksasa bisnis di Jawa Tengah yang merambah sektor transportasi, perhotelan, kesehatan, hingga perdagangan. “Seorang Juleha harus mampu mandiri secara ekonomi. Selain menjalankan tugas mulia menyembelih hewan sesuai syariat, Anda juga harus memiliki usaha sampingan untuk menopang kebutuhan harian keluarga. Jangan pernah malu memulai dari kecil,” tegasnya di hadapan peserta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sekadar memberi semangat, sosok yang dijuluki tokoh “Zero to Hero” itu juga membeberkan empat kiat sukses yang menjadi pegangan hidupnya. Pertama, kejujuran atau amanah yang disebutnya sebagai modal paling mahal, baik dalam bisnis maupun profesi Juleha. Kedua, kerja keras dan pantang menyerah karena tidak ada kesuksesan instan. Ketiga, disiplin tinggi dalam mengatur waktu dan keuangan sebagai kunci pertumbuhan usaha. Keempat, menyeimbangkan usaha lahiriah dengan ibadah serta doa kepada Sang Pencipta.

Ketua DPD Juleha Brebes, Chasan Mudofar, menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan Dr. Muhadi hadir langsung memberi motivasi. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat berharga bagi anggotanya. “Kami ingin anggota Juleha Brebes memiliki mentalitas baja seperti Pak Muhadi. Beliau adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses. Kami berharap motivasi ini memicu lahirnya Juleha-Juleha yang juga menjadi pengusaha sukses di desa masing-masing,” ujar Chasan.

Dampak dari sesi motivasi itu langsung terasa. Salah satu peserta Bimtek, Sartono asal Tonjong, mengaku terharu dan termotivasi setelah mendengar kisah perjuangan Dr. Muhadi dari bawah. “Mendengar cerita beliau membuat kami sadar bahwa profesi Juleha bisa menjadi pintu pembuka rezeki lainnya. Saya jadi terpikir untuk mulai membuka usaha dagang kecil-kecilan di rumah sebagai tambahan selain jasa penyembelihan,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Kegiatan Bimtek ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan foto bersama. Aura optimisme terpancar jelas dari wajah para peserta yang kini siap membawa semangat “Zero to Hero” ke kampung halaman mereka. Mereka pulang tidak hanya dengan bekal ilmu teknis penyembelihan halal, tetapi juga dengan mental wirausaha baru.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi titik tolak transformasi Juleha Brebes dari sekadar juru sembelih menjadi motor penggerak ekonomi umat di tingkat desa. Semangat “Zero to Hero” yang ditanamkan Dr. Muhadi diharapkan mampu melahirkan ekosistem Juleha yang profesional, amanah, dan berdaya secara ekonomi. Dengan bekal mental baja dan kiat sukses tersebut, para Juleha kini memiliki kompas baru: menjadikan setiap pisau sembelih sebagai jalan ibadah, sekaligus pintu kemandirian.

PT Dedy Jaya Group sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan terbesar di Jawa Tengah yang didirikan oleh Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi. Grup usaha ini terus berkembang di berbagai bidang mulai dari transportasi, perhotelan, kesehatan, hingga perdagangan.red**

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi
Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian
Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan
BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING
Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP
Gesah Pendidikan Bareng Bupati Ipuk, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Pembahasan
Karya Cantik Dari Balik Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Pelajari Seni Meronce Tas Bersama IWAPI
KORCAM BARISTAN TEGALSARI APRESIASI DINAS PENGAIRAN DAN KORSDA, PETANI DASRI–TAMANSARI TETAP DAPAT AIR DI MUSIM KEMARAU

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 00:30 WIB

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi

Minggu, 13 September 2026 - 00:25 WIB

Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian

Minggu, 13 September 2026 - 00:24 WIB

Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:21 WIB

BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING

Kamis, 3 September 2026 - 08:42 WIB

Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP

Berita Terbaru