Brebes Tak Takut Krisis Pangan, Sidak DPR RI & Bulog Pastikan Gudang Cimohong Full

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, GarudaXpose.com–Jaminan stok pangan Brebes aman. Kompleks Pergudangan Bulog Cimohong, Bulakamba, disidak langsung Anggota DPR RI Komisi VI Mohamad Hekal, B.Sc M.B.A, Pimwil Perum Bulog Kanwil Jateng Sri Muniati, dan Wakil Bupati Brebes Wurja, Sabtu 2/5/2026.

Hasil sidak menunjukkan stok beras Jawa Tengah per akhir April 2026 mencapai 372.362 ton. Dari jumlah itu, 80% sudah berbentuk beras siap salur, sedangkan 20% sisanya masih berupa gabah dan beras dalam proses penggilingan di sejumlah mitra kerja Bulog.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pimwil Bulog Jateng Sri Muniati menegaskan, stok tersebut sangat mencukupi untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan pemerintah maupun penjualan beras SPHP hingga akhir tahun. “Kami masih terus masif menyerap gabah petani. Target tahunan 374 ribu ton, realisasi awal Mei sudah tembus 200 ribu ton lebih atau 52%,” jelasnya.

Tingginya serapan membuat kapasitas gudang Bulog induk tak lagi mencukupi. Untuk mengantisipasi, Bulog menggandeng BUMN dan pihak swasta guna menyewa gudang tambahan. “Sampai hari ini kapasitas masih memadai untuk menampung hasil serapan. Gudang-gudang mitra sudah kami aktifkan semua,” tambah Sri.

Selain memastikan stok, Bulog juga tengah mempercepat penyaluran bantuan pangan tahap II. Hingga awal Mei, realisasi penyaluran baru 30% dan ditargetkan rampung 100% pada akhir Mei 2026. Distribusi beras SPHP ke pasar tradisional dan ritel modern pun terus digelontorkan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Anggota DPR RI Mohamad Hekal menyebut sidak ini krusial untuk memastikan program swasembada pangan tetap on track di tengah ketidakpastian geopolitik global dan ancaman krisis pangan dunia. “Kabar gembira, Gudang Cimohong penuh. Ini bukti serapan Bulog jalan. Brebes dan Tegal ini lumbung beras Jateng, masyarakat tak perlu khawatir soal ketersediaan,” tegasnya.

Meski stok melimpah, Hekal menyoroti satu titik lemah yang harus segera dibenahi: ketersediaan plastik kemasan beras masih bergantung impor. “Ini jadi catatan serius kami di Komisi VI. Swasembada pangan bukan cuma urusan produksi beras, tapi juga ekosistem logistik pendukungnya. Ke depan harus ada kemandirian industri kemasan dalam negeri agar rantai pasok tidak terganggu,” ujarnya.

Wakil Bupati Brebes Wurja mengapresiasi langkah cepat DPR RI dan Bulog Jateng yang turun langsung ke lapangan. Menurutnya, sidak ini bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. “Stok aman sampai akhir tahun. Apalagi Brebes sebentar lagi masuk musim panen raya di beberapa kecamatan. Tentu akan menambah tebal cadangan pangan kita,” kata Wurja.

Wurja menambahkan, Pemkab Brebes juga terus mendorong petani agar tidak menjual gabah ke tengkulak dengan harga murah. “Kita kawal bersama Bulog agar harga pembelian pemerintah terserap optimal ke petani. Ini kunci kesejahteraan mereka,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kunker dan monitoring ini, Anggota DPRD Brebes Fraksi Partai Gerindra Brebes Murnaeni, S.E, serta Sekjen DPC Gerindra Brebes Ismail Fahmi. Wurja sendiri juga menjabat Ketua DPC Gerindra Brebes.

Dengan serapan gabah yang terus digenjot, gudang cadangan penuh, dan musim panen yang segera tiba, pemerintah daerah optimistis Brebes tetap kokoh sebagai salah satu penyangga pangan utama Jawa Tengah. Kolaborasi pusat, daerah, dan Bulog ini diharapkan tak hanya menjaga stabilitas harga beras, tetapi juga memastikan petani Brebes makin sejahtera, pungkasnya.red**

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber
Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung
Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agu 2026 - 21:06 WIB