IKANAS SUMUT: Atara Solidaritas Marga Dan Ujian Kontribusi Nyata Untuk Madina

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : H.Syahrir Nasution S.E , M.M Wakil ketua HIKMA Sumut Pengamat Kebijakan Publik
Garudaxpose.com l Mandailing Natal – Dinamika organisasi kedaerahan kembali menjadi sorotan, kali ini tertuju pada Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) Sumatera Utara.
Dalam beberapa waktu terakhir, gerak organisasi ini terlihat aktif di ruang publik—mulai dari konsolidasi hingga manuver yang dinilai sarat nuansa politik dan kepentingan jangka pendek.
Namun, di tengah geliat tersebut, publik mulai mengajukan pertanyaan mendasar: sejauh mana IKANAS benar-benar memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah asal, khususnya Mandailing Natal?
Asas dan Tujuan IKANAS: Antara Idealisme dan Realitas
Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), IKANAS berdiri di atas asas:
Kekeluargaan
Persatuan dan Kesatuan
Gotong Royong
Pelestarian adat dan budaya Mandailing
Tujuan utama organisasi ini mencakup:
Mempererat tali silaturahmi sesama marga Nasution
Menjaga nilai budaya dan identitas Mandailing
Berperan aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan
Menjadi wadah kontribusi nyata bagi kampung halaman (bona pasogit)
Namun pertanyaannya, apakah nilai-nilai tersebut sudah benar-benar diwujudkan dalam aksi konkret di Madina?
Antara Panggung dan Manuver
Aktivitas IKANAS di Sumatera Utara kerap terlihat megah dalam seremoni, namun minim dampak langsung bagi masyarakat di daerah asal. Banyak yang menilai bahwa panggung organisasi lebih dominan diisi oleh elite, sementara basis masyarakat di Madina belum merasakan perubahan signifikan.
Jika organisasi hanya sibuk dengan agenda internal dan manuver kekuasaan, maka esensi awal sebagai wadah pengabdian bisa tereduksi menjadi sekadar simbol identitas.
Analogi Kuda dan Andong: Siapa Diuntungkan?
Dalam konteks ini, muncul analogi tajam dari masyarakat:
“Apa keuntungan bagi kuda penarik andong, jika hanya andongnya saja yang dilapisi emas?”
Maknanya jelas—jika IKANAS hanya memperindah citra organisasi di luar, tanpa memperkuat fondasi di daerah asal, maka masyarakat Madina tetap berada di posisi sebagai “penarik beban” tanpa menikmati hasil.
Pembangunan sejati tidak lahir dari seremoni, tetapi dari:
Program pemberdayaan ekonomi masyarakat
Dukungan nyata pada pendidikan dan generasi muda
Advokasi terhadap persoalan krusial seperti infrastruktur, lingkungan, dan kemiskinan
Harapan: Kembali ke Khittah
IKANAS memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial yang mampu menjembatani kepentingan diaspora Mandailing dengan kebutuhan kampung halaman.
Namun itu hanya bisa terwujud jika organisasi kembali pada khittahnya—bukan sekadar wadah simbolik, tetapi motor penggerak perubahan.
Madina tidak membutuhkan panggung—Madina membutuhkan aksi.
(Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembeli Tanah di Desa Tegalsari Mengaku Dirugikan, Pertanyakan Kejelasan Legalitas dan Biaya Pengurusan Rp10 Juta
Penutupan Permanen PETI Mandailing Natal Membutuhkan Kajian Ulang: Pemerintah Wajib Siapkan Pengalihan Usaha Nyata Sebelum Eksekusi
Polsek Sempol Evakuasi Jenazah ODGJ yang Ditemukan di Kebun Kopi Bondowoso
Jeritan Pantai Barat Madina : Kontributor PAD Terbesar Tapi Jalan Rusak Parah Tokoh – Tokoh Mandailing Didorong Bersikap
Diduga Tak Transparan, Proses Tender Gedung Cathlab RSUD Kayuagung Tuai Protes Jakor Sumsel
​Kecewa Jalan Provinsi Tak Kunjung Diperbaiki, Tokoh Pantai Barat Madina Desak Presiden Prabowo Buka Moratorium Pemekaran
Polres Tabanan Ungkap Perkembangan Kasus Penganiayaan Berat Di Baturiti, Lima Tersangka Telah Diamankan
Polres Tabanan Dalami Dugaan Pencurian Ayam Dan Aksi Massa Di Baturiti, Penyelidikan Masih Berlangsung

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:21 WIB

Pembeli Tanah di Desa Tegalsari Mengaku Dirugikan, Pertanyakan Kejelasan Legalitas dan Biaya Pengurusan Rp10 Juta

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:06 WIB

Penutupan Permanen PETI Mandailing Natal Membutuhkan Kajian Ulang: Pemerintah Wajib Siapkan Pengalihan Usaha Nyata Sebelum Eksekusi

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:29 WIB

Polsek Sempol Evakuasi Jenazah ODGJ yang Ditemukan di Kebun Kopi Bondowoso

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jeritan Pantai Barat Madina : Kontributor PAD Terbesar Tapi Jalan Rusak Parah Tokoh – Tokoh Mandailing Didorong Bersikap

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:27 WIB

Diduga Tak Transparan, Proses Tender Gedung Cathlab RSUD Kayuagung Tuai Protes Jakor Sumsel

Berita Terbaru