BREBES,GarudaXpose.com//– Ribuan pelajar se-Kabupaten Brebes memadati halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes pada Sabtu, 2 April 2026. Aksi kolosal ini digelar untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus mencetak sejarah baru.
Dengan semangat tinggi, para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan bersama-sama mendeklarasikan komitmen tertib berlalu lintas. Mereka juga serentak membaca ikrar dan buku panduan keselamatan berkendara. Aksi ini resmi dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemecahan rekor pembacaan ikrar keselamatan berkendara oleh pelajar terbanyak.
Tekan Angka Kecelakaan RemajaKegiatan ini digagas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja. Selain itu, acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana berlangsung khidmat saat ribuan suara pelajar menggema bersama. Mereka berikrar untuk patuh pada rambu lalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar aturan.
Bupati: Rekor MURI Bukan Tujuan Akhir
Bupati Brebes, Paramitha Widyakusuma, yang hadir langsung, memberi apresiasi tinggi. Ia memuji inisiatif Satlantas Polres Brebes dan seluruh pelajar yang terlibat.
“Ini bukan sekadar pencapaian rekor. Ini adalah awal dari gerakan bersama untuk menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak dini. Kita ingin kedisiplinan jadi bagian dari hidup generasi muda,” tegas Bupati Paramitha.
Menurutnya, edukasi keselamatan jalan sangat penting. Selain melindungi fisik, hal ini juga membentuk karakter pelajar yang bertanggung jawab.
Di hadapan ribuan siswa, Bupati berpesan agar anak muda jadi pelopor keselamatan. “Patuhi aturan, utamakan keselamatan. Jadilah contoh di rumah, sekolah, dan masyarakat. Dari kebiasaan kecil yang konsisten, akan lahir perubahan besar,” pesannya.
Kapolres: Remaja Rentan, Edukasi Harus Masif
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa pelajar adalah kelompok paling rentan dalam kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pendekatan edukatif seperti deklarasi ini jadi langkah strategis Polri.
“Data kami menunjukkan kecelakaan di usia pelajar masih tinggi, kebanyakan karena kurang pemahaman dan abai terhadap aturan. Lewat deklarasi ini, kami ingin tanamkan bahwa helm, SIM, dan taat rambu itu bukan beban, tapi penyelamat nyawa,” ujar AKBP Lilik.
Ia juga memastikan jajaran Polres Brebes siap mengawal gerakan ini. “Rekor MURI hari ini harus jadi pemicu. Tugas kami selanjutnya memastikan pelajar Brebes benar-benar jadi pelopor, bukan hanya hari ini,” tambahnya.
Kasat Lantas: Police Goes to School Akan Digencarkan
Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozaq, S.T.K., S.I.K., menambahkan bahwa kegiatan tidak berhenti di seremonial. Pihaknya akan langsung tancap gas dengan program Police Goes to School ke seluruh sekolah di Brebes.
“Kami akan masuk ke sekolah-sekolah, bawa edukasi langsung, simulasi, dan pembinaan komunitas. Ikrar yang diucapkan ribuan pelajar tadi harus membumi. Target kami, Brebes bisa turunkan angka laka lantas pelajar hingga 50 persen tahun ini,” jelas AKP Ahmad.
Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai motor. “Keselamatan itu tanggung jawab bersama. Polisi, sekolah, orang tua, dan pelajar sendiri harus satu suara,” tegasnya.
Dukung Program Polri, Tekan Kelalaian
Kabid Pendidikan Dasar Dindikpora Brebes, Adytia Perdana, yang mewakili Kadisdikpora Sutaryono, berharap deklarasi ini benar-benar menurunkan angka kecelakaan.
“Deklarasi ini bentuk dukungan siswa untuk program Polri. Tujuannya jelas, menekan kecelakaan akibat lalai di jalan. Dengan tercatat di MURI, Brebes membuktikan Hardiknas dirayakan dengan aksi nyata untuk kemajuan daerah,” ungkap Adytia.
Semangat Berlanjut di Sekolah dan Jalan Raya
Para siswa peserta juga mengaku bangga bisa terlibat. “Senang bisa ikut pecahin rekor. Tapi yang paling penting, jadi lebih sadar kalau keselamatan itu urusan kita semua,” ujar salah satu pelajar SMAN 1 Brebes.
Kegiatan ditutup dengan konvoi tertib oleh perwakilan pelajar menggunakan atribut keselamatan lengkap, dikawal jajaran Satlantas. Bendera start dikibarkan Bupati sebagai simbol dimulainya gerakan pelajar pelopor keselamatan se-Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini jadi bukti bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya seremonial, tapi juga membawa manfaat langsung bagi keselamatan generasi muda, pungkasnya.red**
(Gus)










