Bocor! 3.000 ASN Brebes Ketahuan Ngakali Absen Pakai Aplikasi Ilegal, Bupati: Ini Korupsi dan Sangat Memalukan!

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//-Skandal memalukan terbongkar di lingkungan Pemkab Brebes. Bupati Paramitha Widya Kusuma menyebut sekitar 3.000 dari 17.800 ASN terbukti curang: absen pakai aplikasi fiktif alias absen bodong tanpa masuk kerja.

Yang bikin miris, pelaku terbanyak justru guru dan tenaga kesehatan. Ironisnya, ada juga pejabat yang ikut main.

“Temuan sementara ada 3.000 ASN pengguna. Ada nakes dan beberapa pejabat. Paling banyak guru dan nakes,” tegas Bupati Paramitha di KPT Brebes, Sabtu 2/5/2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecurangan ini tercium setelah Pemkab mematikan server aplikasi absensi resmi selama dua hari. Hasilnya bikin geleng-geleng: ribuan ASN masih bisa “absen masuk” meski sistem resmi mati total.

Dari situ, nama-nama ASN nakal langsung dikantongi. “Kami sudah mengantongi nama-nama ASN mana yang menggunakan aplikasi ilegal tersebut,” kata Bupati.

Bupati Murka: Ini Korupsi Terselubung dan Sangat Memalukan

Paramitha tak main-main. Dengan wajah merah padam, dia menyebut praktik ini jelas korupsi dan menampar muka Pemkab Brebes.

“Ini adalah korupsi, karena mereka tidak berangkat, mungkin di jam kerja yang seenaknya mereka hadir. Tapi tunjangan dihitung dengan full. Itu korupsi juga,” tegasnya.

“Saya tidak main-main. Ini sangat memalukan! Guru dan nakes yang seharusnya jadi teladan malah jadi contoh buruk. Malu kita sama rakyat yang bayar pajak untuk gaji mereka,” lanjutnya dengan nada tinggi.

Langkah Tegas: Sanksi Menanti, Penjual Diburu Polisi

Hari ini Pemkab langsung gelar rapat untuk jatuhkan sanksi tegas ke para ASN curang. Tak cuma itu, rekening penjual aplikasi absensi fiktif sudah diserahkan ke Polres Brebes untuk diburu.

“Kami sudah mengantongi nama dan nomor rekening penjual aplikasi, dan saat ini tengah dilakukan penelusuran oleh pihak kepolisian,” ungkap Bupati.

Dia juga akui kasus ini tamparan keras soal lemahnya keamanan siber Pemkab. Padahal tiap tahun ada anggaran khusus untuk pemeliharaan server dan update aplikasi.

Sidak BKPSDMD: Dokter Gigi Sampai Guru Kena Ciduk

Sebelumnya, BKPSDMD Brebes sidak acak ke sekolah dan puskesmas pada Kamis 30/4/2026. Hasilnya: banyak yang kena. Mulai dari petugas rekam medis, farmasi, dokter gigi, sampai guru mengaku pakai aplikasi ilegal.

Kasus ini viral setelah terungkap ada ASN bayar Rp250 ribu agar bisa absen tanpa ngantor.

Kepala BKPSDMD, M Syamsul Haris, bilang sasaran sidak dipilih acak. “Kita ambil sampel acak sekolah karena berdasarkan laporan masuk paling banyak pengguna adalah guru,” ujarnya usai sidak di Puskesmas Klikiran Jatibarang.

Anggaran Jebol, Kepercayaan Publik Taruhannya

Bupati menegaskan Pemkab Brebes tiap tahun sudah gelontorkan anggaran untuk perawatan server dan update aplikasi. Tapi tetap jebol dibobol aplikasi ilegal. Ini bukti pengawasan internal masih lemah dan mental korup masih bercokol.

“Ke depan keamanan server data ASN akan diperketat. Tidak ada toleransi untuk ASN yang makan gaji buta,” tegasnya.

Pelaku: 3.000 ASN dari 17.800 total ASN Brebes
Profesi Terbanyak: Guru dan tenaga kesehatan, termasuk beberapa pejabat
Modus: Bayar Rp250 ribu untuk aplikasi absen fiktif
Kerugian Negara: Tunjangan tetap cair meski tidak masuk kerja
Status: 3.000 nama ASN sudah dikantongi, sanksi disiplin berat menanti
Penjual: Identitas dan rekening sudah diserahkan ke Polres Brebes

Bupati Paramitha menutup pernyataannya dengan nada tinggi. Dia memastikan tidak ada kompromi dan kasus ini jadi preseden buruk.

“Ini bukan sekadar bolos kerja. Ini pengkhianatan terhadap sumpah ASN dan merampok uang rakyat. Sangat memalukan dan mencoreng nama Brebes. Saya ulangi, saya tidak main-main. Siap-siap terima sanksi terberat. Kami akan bersih-bersih total sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya.red**

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah
Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat
Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak
Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes
Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

Berita Terbaru