BREBES,GarudaXpose.com//-Pengurus PSSI Kabupaten Brebes menggelar rapat koordinasi persiapan turnamen dan pembinaan usia dini di Brebes, Kamis (16/4/2026). Agenda ini menjadi langkah awal PSSI Brebes menyambut pemberlakuan regulasi baru PSSI 2025 sekaligus memastikan roda kompetisi di tingkat kabupaten tetap bergulir secara konsisten.
Rapat dihadiri jajaran lengkap Pengurus PSSI Kabupaten Brebes, anggota Exco H.Nur Endro, Tri Boedy Hermanto, dan Syamsul Falah. Turut hadir Bendahara PSSI Kabupaten Brebes, pengawas pertandingan, serta perwakilan wasit dan pelatih yang terafiliasi dengan PSSI Kabupaten Brebes. Kehadiran unsur teknis ini disebut penting untuk menyamakan persepsi sebelum kompetisi dimulai.
Fokus Pembinaan Usia Dini:, U-13, dan U-15Ketua PSSI Kabupaten Brebes Heri Fitriansyah menegaskan bahwa tahun 2026 PSSI Brebes tetap menjalankan kompetisi junior berjenjang sebagai fondasi pembinaan. Tiga kelompok umur yang menjadi prioritas adalah:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Piala Pelajar: Kompetisi untuk jenjang SD yang digelar atas kerja sama PSSI Kabupaten Brebes dengan Dinas Pendidikan dan pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Brebes.
Kompetisi U-13: Dibiayai APBD melalui Asprov Jawa Tengah dan disalurkan melalui PSSI Kabupaten Brebes. Kelompok umur ini menjadi jembatan dari level SD ke remaja.
Kompetisi U-15: Lanjutan pembinaan berjenjang sebagai tahap akhir di kelompok usia muda sebelum masuk ke kompetisi senior.
“Kita konsisten menjaga pembinaan usia dini mulai dari SD, U-13, lalu U-15. Ini fondasi penting untuk sepak bola Brebes agar talenta tidak terputus,” ujar Heri saat ditemui usai rapat.
Liga 1 Brebes Kembali Digulirkan dengan 24 Tim
Selain kelompok usia muda, PSSI Brebes memastikan akan kembali menggulirkan Liga 1 Brebes sebagai kasta tertinggi di tingkat kabupaten. Kompetisi yang sempat vakum ini akan diikuti 24 peserta.
Terakhir kali digelar pada 2022, Liga 1 Brebes saat itu juga diikuti 24 tim. Hasilnya, gelar juara diraih PS Garuda Brebes, sedangkan tiga tim yang terdegradasi adalah Pasar Batang United, Perdana Agung Pemoron, dan persip Pulogading. Kembalinya Liga 1 Brebes 2026 diharapkan menjadi wadah utama klub-klub lokal untuk berkompetisi secara reguler dan memunculkan bibit pemain ke level provinsi maupun nasional.
Menurut Heri, teknis pelaksanaan Liga 1 Brebes akan segera dibahas bersama 24 tim peserta. Tahapan awal meliputi verifikasi klub, penyusunan regulasi pertandingan, hingga penunjukan perangkat pertandingan. “Kita ingin liga ini berjalan profesional. Pengawas pertandingan, wasit, dan pelatih sudah kita libatkan dari awal agar semua satu frekuensi,” tambahnya.
Perubahan Regulasi PSSI 2025: Penegasan Nama dan Mekanisme Pemilihan
Heri juga memaparkan perubahan mendasar pasca regulasi PSSI 2025. Poin pertama adalah penegasan nomenklatur organisasi. “Sekarang tidak lagi disebut Asosiasi Kabupaten. Nama resminya PSSI Kabupaten Brebes, sama seperti PSSI Provinsi Jawa Tengah dan PSSI pusat,” jelasnya.
Poin kedua, terjadi perubahan mekanisme pemilihan ketua. Jika sebelumnya ketua dipilih langsung oleh anggota, kini ketua PSSI kabupaten/kota merupakan hasil penunjukan dari Asprov. Panitia pemilihan di tingkat kabupaten nantinya hanya menyodorkan minimal satu hingga maksimal empat nama calon. Daftar nama tersebut akan diverifikasi Asprov, termasuk rekam jejak, status sanksi, dan kelayakan lainnya, sebelum ditetapkan sebagai Ketua PSSI Kabupaten.
Heri menambahkan, masa kepengurusannya periode 2018-2022 sempat diperpanjang dengan status Pelaksana Tugas selama satu tahun karena dinamika transisi. “PLT selama setahun itu tidak baik untuk organisasi. Ke depan, transisi harus lebih cepat agar regenerasi berjalan. Masa bakti kepengurusan baru nanti akan berjalan 2027-2031,” ungkapnya.
Sistem Keanggotaan Berubah Jadi “Member”
Menyesuaikan regulasi baru, PSSI Kabupaten Brebes kini tidak lagi menggunakan istilah “anggota” seperti asosiasi sebelumnya, melainkan “member”. Komposisi dan hak member akan dibahas lebih lanjut. Meski begitu, Heri memastikan proses penjaringan calon ketua tetap melibatkan member yang ada, namun pembentukan panitia pemilihan akan menyesuaikan jadwal dari Asprov dan PSSI pusat.
“Saya sudah 14 tahun di kepengurusan PSSI sejak 2012. Bukan berarti tidak semangat, tapi kalau terlalu lama tidak ada transisi justru menghambat regenerasi. Organisasi yang sehat harus memberi ruang bagi regenerasi kepemimpinan. Kalau saya tidak dipilih lagi, tidak masalah. Yang penting sepak bola Brebes tetap jalan,” kata Heri. Saat ini, secara de facto, masa kepengurusannya sudah demisioner sambil menunggu penetapan pengganti.
Halalbihalal dan Komitmen Jaga Keberlangsungan Sepak Bola Brebes
Mengawali rapat, Heri menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin mengingat kegiatan masih dalam suasana Syawal. “Atas nama pribadi dan Ketua PSSI, saya mengucapkan selamat Idulfitri. Bagi yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan kemarin, mudah-mudahan ibadahnya diterima Allah SWT. Bagi yang tidak puasa, semoga dapat hidayah,” ucapnya disambut tawa hadirin.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh pengurus, Exco, wasit, pelatih, dan stakeholder yang tetap konsisten memperjuangkan sepak bola Brebes di tengah berbagai tantangan beberapa tahun terakhir. “PSSI memang banyak mengalami gejolak, tapi semangat untuk sepak bola Brebes tidak pernah padam,” tegasnya.
Target 2026: Kompetisi Jalan, Pembinaan Berkelanjutan
Dengan agenda Piala Pelajar Kompetisi U-13, U-15, dan Liga 1 Super Brebes 24 tim, PSSI Kabupaten Brebes menargetkan seluruh tahapan pembinaan dan kompetisi berjalan berkesinambungan sepanjang 2026. Sinergi dengan Dinas Pendidikan, Asprov Jateng, serta dukungan APBD menjadi kunci agar program tersebut terlaksana.
Rapat ditutup dengan kesepakatan teknis antara pengurus, pengawas pertandingan, wasit, dan pelatih untuk segera menyusun jadwal, regulasi pertandingan, dan tahapan verifikasi klub peserta Liga 1 Brebes. Heri berharap, seluruh elemen sepak bola Brebes bisa kembali solid demi prestasi.
“Yang penting sepak bola jangan berhenti. Siapa pun yang memimpin nanti, pembinaan harus jalan. Saya siap di posisi apa pun, bahkan sebagai pembina. Poinnya, pembinaan dan kompetisi harus tetap hidup. Itu warisan yang harus kita jaga untuk anak-anak Brebes,” pungkasnya.(red*)
(Agus)












