Sonny T. Danaparamita Desak Pemerintah Serius Cari Akar Masalah: “Jangan Biarkan Logistik Pangan Busuk di Jalan!”

- Penulis

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com|BANYUWANGI, 1 April 2026 – Memasuki bulan April 2026, krisis kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Antrean panjang yang mengular hingga belasan kilometer masih menjadi pemandangan harian, memicu keprihatinan mendalam dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kemacetan kronis ini mulai terjadi sejak pertengahan Maret 2026, dipicu oleh gelombang mudik dini masyarakat serta lonjakan volume kendaraan menjelang Hari Raya Nyepi. Situasi di lapangan sangat memprihatinkan; pernah tercatat kendaraan membutuhkan waktu hingga 6 jam hanya untuk bergerak sejauh 50 meter.

 

*​Evaluasi Kebijakan dan Kritik terhadap Pemerintah*
​Meski jajaran pejabat dari Kepolisian hingga Kementerian Perhubungan telah melakukan berbagai upaya—mulai dari pemetaan titik macet, kebijakan kapal berkapasitas besar, hingga skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB)—Sonny menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan.

 

​”Sebagai warga asli sekaligus wakil rakyat dari Banyuwangi, saya sangat prihatin. Tiap hari masyarakat menyampaikan keluhannya. Pemerintah sepertinya kurang serius mencari akar masalah sehingga tidak mendapatkan ketepatan dalam mencari solusi,” tegas Sonny dalam keterangannya, Rabu (1/4).

​Sonny menyoroti bahwa pembukaan buffer zone maupun penambahan armada tidak akan maksimal jika kendala utamanya adalah keterbatasan dermaga. Hal ini selaras dengan temuan Gapasdap yang menyebutkan hampir 50% kapal justru “menganggur” atau hanya terapung di laut karena harus mengantre sandar.

 

*​Ancaman terhadap Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani*

​Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi Pertanian, Kelautan, dan Kehutanan, Sonny menekankan bahwa jalur Ketapang-Gilimanuk adalah urat nadi pasokan pangan antara Jawa, Bali, hingga NTB. Hambatan di jalur ini berdampak fatal pada:

​Kerusakan Komoditas Hortikultura: Truk sayur dan buah yang terjebak antrean hingga 15 jam menyebabkan komoditas cepat busuk. Petani dan pedagang merugi besar karena hasil bumi tak layak jual

 

​Kesejahteraan Peternak: Distribusi ternak sangat berisiko. Hewan ternak yang tertahan terlalu lama mengalami stres tinggi, penyusutan bobot badan drastis, hingga risiko kematian.

 

​Beban Biaya Logistik: Pembengkakan biaya BBM dan konsumsi selama antre memaksa harga beli di tingkat petani ditekan demi menutup ongkos angkut.

 

​Sektor Perikanan: Penurunan kualitas ikan segar dari Banyuwangi dan sekitarnya.

​”Saya merasakan kesedihan para pengirim hasil bumi. Mereka rugi dua kali: biaya operasional membengkak, sementara barang dagangan mereka busuk di jalan. Ini juga memicu inflasi harga pangan di daerah tujuan karena stok yang langka,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PA GMNI ini.

 

*​Desakan Solusi Permanen*
​Menutup pernyataannya, Sonny meminta pemerintah berhenti menggunakan solusi reaktif dan mulai melakukan langkah permanen. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas dermaga agar armada kapal yang ada bisa beroperasi maksimal tanpa harus mengantre lama di tengah laut.

 

​”Sekali lagi saya minta pemerintah lebih serius menyelesaikan persoalan tahunan ini. Jangan biarkan distribusi logistik pangan kita terus terganggu. Ketepatan solusi sangat dinanti oleh masyarakat dan pelaku usaha,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penetapan RKP Desa Pakel TA 2027, Lanjutkan Pembangunan Sekala Prioritas
Hari Pertama Pimpin Polres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo: Narkoba dan Judi Online Jangan Coba-coba
Sigit Priatna Putra Diperiksa Kejati Jakarta, Ungkap Dugaan Penyelewengan Pajak Ratusan Miliar oleh Mantan ASN DJP
Ganasnya Trek Gantasan Bike Park Warnai Gelaran Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026  
Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator
Dua Event Olahraga Meriahkan Banyuwangi, 3.400 Pelari Siap Ramaikan Soekarno Run
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Banyuwangi Gelar Seminar Pendidikan Upgrade Kompetensi Guru
Bupati Ipuk Jamin Pendidikan Anak Korban KM Virgo Asal Banyuwangi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:13 WIB

Penetapan RKP Desa Pakel TA 2027, Lanjutkan Pembangunan Sekala Prioritas

Senin, 21 September 2026 - 16:33 WIB

Hari Pertama Pimpin Polres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo: Narkoba dan Judi Online Jangan Coba-coba

Senin, 21 September 2026 - 14:37 WIB

Sigit Priatna Putra Diperiksa Kejati Jakarta, Ungkap Dugaan Penyelewengan Pajak Ratusan Miliar oleh Mantan ASN DJP

Senin, 21 September 2026 - 10:24 WIB

Ganasnya Trek Gantasan Bike Park Warnai Gelaran Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026  

Senin, 21 September 2026 - 10:08 WIB

Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator

Berita Terbaru