27 PNS Purna Tugas Terima Penghargaan, Lumajang Teguhkan Nilai Pengabdian

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali meneguhkan komitmennya dalam menghargai dedikasi aparatur sipil negara melalui penyerahan piagam penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purna tugas Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 April 2026. Momentum ini digelar dalam upacara khidmat di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (30/3/2026), sebagai simbol penghormatan atas pengabdian panjang para abdi negara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada 27 PNS yang telah menuntaskan masa baktinya sebagai bagian dari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Dari jumlah tersebut, 15 orang telah mengabdi lebih dari 30 tahun, 9 orang di atas 20 tahun, serta 3 penghargaan diserahkan kepada ahli waris PNS yang telah berpulang.

Lebih dari sekadar seremoni, penyerahan piagam ini merefleksikan nilai luhur birokrasi yang tidak hanya mengukur kinerja dari capaian administratif, tetapi juga dari ketulusan, loyalitas, dan jejak pengabdian yang ditinggalkan. Dalam setiap nama yang dipanggil, tersimpan cerita panjang tentang pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran demi pelayanan publik yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam amanatnya, Agus Triyono menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan yang tulus dari pemerintah daerah. Ia mengakui bahwa secara materi, penghargaan ini mungkin tidak sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan. Namun demikian, makna simboliknya jauh lebih dalam, sebagai tanda kasih, penghormatan, sekaligus pengikat hubungan emosional yang tidak terputus oleh batas administratif.

“Piagam penghargaan ini menjadi jembatan silaturahmi agar hubungan baik tetap terjalin meskipun secara administratif tugas telah berakhir,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut bersumber dari iuran anggota KORPRI yang dikelola secara gotong royong. Hal ini menjadi cerminan kuatnya solidaritas dan semangat kebersamaan di antara aparatur, di mana penghormatan kepada purna tugas lahir dari kesadaran kolektif, bukan sekadar kewajiban institusional.

Lebih jauh, Sekda menekankan bahwa purna tugas bukanlah titik akhir dari pengabdian, melainkan fase baru dalam kehidupan sosial. Peran sebagai abdi negara memang telah usai, namun ruang kontribusi di tengah keluarga dan masyarakat justru semakin terbuka luas.

Nilai inilah yang menjadi penting dalam membangun kesinambungan pengabdian. Para purna tugas diharapkan tetap menjadi teladan, penjaga nilai-nilai integritas, serta sumber inspirasi bagi generasi penerus, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

Dalam konteks pembangunan daerah, pengalaman panjang para purna tugas sesungguhnya merupakan aset sosial yang berharga. Pengetahuan, kearifan, dan etos kerja yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat terus diwariskan sebagai bagian dari penguatan karakter masyarakat Lumajang.

Momentum ini juga menjadi refleksi bagi aparatur yang masih aktif, bahwa setiap pengabdian pada akhirnya akan bermuara pada pertanggungjawaban moral, bukan hanya kepada institusi, tetapi juga kepada masyarakat yang dilayani.

Pada kesempatan tersebut, para purna tugas diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, menjalani masa pensiun dengan produktif, serta terus berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Pemerintah daerah pun berharap, masa purna tugas menjadi fase yang penuh kebahagiaan dan keberkahan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang kami mengungkapkan permohonan maaf atas segala kekurangan selama kebersamaan dalam bekerja, serta mendoakan agar para purna tugas senantiasa diberikan kebahagiaan, keberkahan, dan perlindungan,” pungkasnya.

Penyerahan piagam penghargaan ini bukan sekadar penutup dari perjalanan panjang sebagai aparatur, melainkan penegasan bahwa pengabdian sejati tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hanya berpindah ruang, dari birokrasi menuju kehidupan sosial, namun tetap hidup dalam nilai, keteladanan, dan jejak kebaikan yang ditinggalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penetapan RKP Desa Pakel TA 2027, Lanjutkan Pembangunan Sekala Prioritas
Hari Pertama Pimpin Polres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo: Narkoba dan Judi Online Jangan Coba-coba
Ganasnya Trek Gantasan Bike Park Warnai Gelaran Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026  
Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator
Dua Event Olahraga Meriahkan Banyuwangi, 3.400 Pelari Siap Ramaikan Soekarno Run
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Banyuwangi Gelar Seminar Pendidikan Upgrade Kompetensi Guru
Bupati Ipuk Jamin Pendidikan Anak Korban KM Virgo Asal Banyuwangi
Upacara Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:13 WIB

Penetapan RKP Desa Pakel TA 2027, Lanjutkan Pembangunan Sekala Prioritas

Senin, 21 September 2026 - 16:33 WIB

Hari Pertama Pimpin Polres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo: Narkoba dan Judi Online Jangan Coba-coba

Senin, 21 September 2026 - 10:24 WIB

Ganasnya Trek Gantasan Bike Park Warnai Gelaran Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026  

Senin, 21 September 2026 - 10:08 WIB

Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator

Senin, 21 September 2026 - 10:06 WIB

Dua Event Olahraga Meriahkan Banyuwangi, 3.400 Pelari Siap Ramaikan Soekarno Run

Berita Terbaru