Photo/dok-Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, gelar buka puasa bersama insan media Brebes.
BREBES,GarudaXpose.com //-Di jantung Saung Teras Banyu Sifood dan Resto, Minggu (8/3/2026) sore, sekat-sekat formalitas luruh dalam gelaran buka puasa bersama yang sarat makna. Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, tak sekadar menjamu, melainkan menghelat sebuah simfoni kolaborasi abadi: Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama barisan pena, insan pers dari pelbagai lini, mengukir janji kemajuan.
Momen ini bukan sekadar perjamuan melepas dahaga, melainkan deklarasi strategis, sebuah titik tolak penegasan sinergi yang tak tergantikan. Di bawah panji tema “Sukseskan Program Unggulan Kasad Melalui TMMD dengan Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, Dandim Ambariyantomo menyuarakan sebuah kebenaran fundamental: media adalah episentrum penyebaran kesadaran, lokus pembentuk opini, dan katalisator gerakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Media itu mitra vital, penentu denyut informasi. Program TMMD kami, titah langsung dari Bapak Kasad, tak cuma tentang membentangkan jalan, merangkai jembatan kokoh, atau mengalirkan air bersih di pelosok yang haus pembangunan. Lebih dari itu, ia adalah upaya kolektif membangun kesadaran, mengikis apatisme, dan menumbuhkan daya juang. Narasi kemanunggalan TNI-Rakyat ini harus bergema lantang, mengukir rasa memiliki yang dalam, dan menggerakkan partisipasi aktif setiap lapisan masyarakat,” tegas Dandim, mengukir visi yang kuat di sela kehangatan. Suaranya penuh keyakinan, mencerminkan pemahaman mendalam akan kekuatan informasi.
Beliau menambahkan, TMMD adalah manifestasi konkret dari persatuan tak terpisahkan antara TNI dan rakyat, sebuah akselerator pembangunan desa yang menyentuh urat nadi infrastruktur mulai dari akses jalan yang membuka isolasi, jembatan yang menghubungkan mimpi, hingga sarana sanitasi vital yang menjamin kesehatan kolektif. Namun, dampaknya tak berhenti di sana; TMMD juga merambah nadi sosial, melalui pelatihan keterampilan yang membekali warga dengan kemandirian ekonomi, hingga penyuluhan kesehatan yang meningkatkan kualitas hidup. Baginya, pondasi kokoh kemajuan Brebes, masa depan yang lebih cerah, akan terpatri kuat dari geliat pembangunan masif yang bermula dari desa, dari setiap sudut negeri yang kini tersentuh asa.
Nuansa kebersamaan ini memancarkan optimisme yang mengalir deras, membangkitkan spirit “guyub rukun” khas Indonesia. Para jurnalis, yang sehari-hari akrab dengan hiruk-pikuk mencari berita, kali ini duduk sejajar dengan garda terdepan pertahanan negara, menyatukan frekuensi demi satu tujuan: kemajuan Brebes. Diskusi-diskusi ringan namun berisi, tawa renyah, dan pandangan mata yang bertemu, adalah simbol dari sebuah ikatan yang lebih dari sekadar kemitraan profesional. Mereka bukan hanya melaporkan, tetapi juga menjadi bagian dari cerita itu sendiri, sebuah anomali positif di tengah derasnya arus informasi.
Gayung bersambut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Brebes, Abu Bakar Sidik, dengan lugas menahbiskan komitmen insan pers. “Kami adalah jembatan informasi yang tak tergoyahkan, sebuah mata dan telinga yang melampaui batas. Kami menjamin, setiap program strategis TNI, setiap tetes keringat pembangunan, akan meresap hingga sanubari masyarakat desa, menorehkan manfaat nyata di setiap sudut negeri, bahkan yang paling terpencil sekalipun,” ujarnya, menegaskan peran vital media sebagai agen pencerahan dan penggerak partisipasi. Ini adalah sebuah janji, yang terukir bukan di atas kertas, melainkan dalam dedikasi.
Acara pun berlabuh dalam lantunan doa bersama yang khusyuk sebelum kumandang azan magrib memecah hening, diikuti santap iftar penuh keakraban, membaurkan pangkat dan profesi dalam satu meja. Dari meja makan di Saung Teras Banyu Sifood, terukir sebuah harapan yang membuncah: kolaborasi taktis antara TNI dan media ini akan semakin mengkristal, menjadi lokomotif kemajuan dan kesejahteraan yang tak terpisahkan bagi Kabupaten Brebes, menerangi setiap jengkal tanah dengan semangat kebersamaan. Ini bukan sekadar perjamuan, ini adalah prasasti kolaborasi, saksi bisu kemanunggalan yang sejati. Brebes tidak hanya akan dibangun secara fisik, namun juga mental dan spiritualnya, melalui kekuatan sinergi yang tak terbatas antara alat negara dan pilar keempat demokrasi.red
(Agus)













