GarudaXpose.com I Lumajang – Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah di Kabupaten Lumajang. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lumajang menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Baznas Kabupaten Lumajang dan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur, sebagai bagian dari penguatan program perlindungan sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, menyerahkan santunan secara simbolis. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kelompok rentan, khususnya anak yatim, mendapatkan perhatian dan dukungan yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bunda Indah menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kabupaten Lumajang yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu menangani persoalan sosial masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, kami menyampaikan terima kasih atas peran aktif Baznas yang terus menghadirkan program nyata bagi masyarakat. Santunan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat mampu memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan empati dan memperkuat nilai kebersamaan. Bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan dukungan moral bagi anak-anak penerima manfaat.
“Melalui santunan ini, kita ingin menghadirkan rasa peduli, kasih sayang, dan harapan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bunda Indah menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan zakat menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesejahteraan sosial di daerah. Potensi zakat di Lumajang dinilai besar dan perlu dikelola secara profesional agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran.
Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Dana yang dihimpun akan disalurkan kepada delapan golongan penerima sesuai ketentuan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa upaya membantu kelompok rentan membutuhkan sinergi dan partisipasi bersama.
Kepada anak-anak penerima santunan, Bunda Indah berpesan agar tetap semangat belajar dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita.
“Kalian adalah generasi masa depan Lumajang. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Pemerintah daerah dan masyarakat akan selalu berupaya hadir memberikan dukungan,” pesannya.
Program santunan anak yatim ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan sosial masyarakat melalui penguatan jejaring kepedulian dan pemberdayaan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan Baznas, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Lumajang semakin optimal, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Momentum Ramadan pun dimaknai sebagai pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kekuatan nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh pihak, memperkuat ukhuwah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan Lumajang yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkeadilan.














