BREBES,GarudaXpose.com//– Halaman Mapolres Brebes disulap menjadi ruang ekspresi anak muda pada Selasa, 12/5/2026. Melalui Polres Brebes Youth Festival 2026, kepolisian membuka panggung kreativitas, edukasi, dan kolaborasi bagi pelajar, komunitas, hingga seniman untuk berkarya sekaligus belajar langsung dari para praktisi.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar seremoni. “Ini wujud nyata kepedulian kami agar generasi muda Brebes tumbuh cerdas digital, berintegritas, dan jauh dari pengaruh negatif seperti narkoba, tawuran, pinjol, dan judol,” ujarnya di sela peninjauan acara.
Parade Mural: Tembok Mapolres Jadi Kanvas Harapan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemeriahan dimulai sejak pagi dengan Parade Mural yang menggandeng seniman mural kebanggaan Brebes, Gus Bill. Bersama ratusan pelajar dari SMA N 1 Brebes, SMA 3 Brebes, SMK 1 Brebes, SMP N 1 Brebes, SMP N 2 Brebes, SMP N 3 Brebes, hingga SMP 4 Brebes, mereka menuangkan pesan-pesan kamtibmas lewat warna.
Tembok panjang Mapolres pun “bicara” dengan tulisan tegas: “Kota Brebes Anti Balap Liar, Hidup Aman Tenang dan Bahagia Tanpa Balap Liar”, “Berani Katakan Tidak pada Narkoba”, “Stop Tawuran, Jaga Kedamaian”, hingga “Gerbang Harapan, Brebes Beradab”.
“Mural adalah bahasa anak muda. Daripada coret-coret liar, lebih baik kita wadahi jadi pesan positif,” kata AKBP Lilik. Pendekatan seni ini dinilai efektif menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa terkesan menggurui.
Melek AI, Jago Ngopi, Kuat Ekonomi Lokal
Tak hanya seni visual, Polres Brebes juga membekali peserta dengan Coaching Clinic Artificial Intelligence. Puluhan pelajar dikenalkan pada dasar AI agar siap menghadapi era digital dan memanfaatkannya secara bijak serta produktif.
Semangat kemandirian ekonomi juga dipantik lewat demo Barista Coffee yang mengenalkan dunia usaha kopi kekinian. Di sisi lain, Bhayangkari Cabang Brebes menggelar Pameran UMKM dengan produk unggulan asli Brebes. “Ini wujud ketahanan ekonomi. Kita dorong produk lokal agar dikenal luas sampai luar daerah,” tambah Kapolres.
Edukasi makin lengkap dengan kehadiran OJK yang memberi pemahaman soal bahaya transaksi ilegal, pinjol, dan investasi bodong yang kerap menjerat anak muda.
Deklarasi Pemuda SIGAP dan Kedekatan dengan Polisi
Puncak acara ditandai dengan Deklarasi Kamtibmas Pelajar Kabupaten Brebes sekaligus peluncuran program Pemuda SIGAP – Sinergi Integritas Generasi Muda Anti Pinjol dan Judol. Ratusan suara pelajar lantang berikrar menolak narkoba, bullying, balap liar, tawuran, serta penyakit sosial lainnya.
“Kita ingin memberi ruang kreasi sambil menyampaikan pesan. Lewat deklarasi ini, pelajar berkomitmen bersama menjaga Brebes,” tegas AKBP Lilik.
Untuk mendekatkan sosok polisi sebagai sahabat anak, festival juga meresmikan Drumband TK Kemala Bhayangkari dan membuka sesi pengenalan peralatan Sabhara serta Satlantas. Anak-anak TK hingga remaja pun antusias mencoba dan berfoto bersama.
Melalui Youth Festival 2026, Polres Brebes berharap lahir bibit unggul yang kreatif, inovatif, dan berkarakter. “Ini investasi kamtibmas paling jujur: menyentuh hati, membangun interaksi positif, dan menyiapkan generasi Brebes yang tangguh menyongsong Indonesia Maju,” tutup Kapolres.
Polres Brebes berkomitmen terus hadir sebagai mitra masyarakat. Ke depan, kolaborasi bersama pelajar, seniman, dan komunitas akan terus diperkuat demi menciptakan Brebes yang aman, damai, dan berprestasi. “Anak muda adalah aset. Tugas kita bersama menjaga mereka agar tak salah arah dan tetap produktif,” pungkasnya.red**
(Gus)












