Tiga Hari Air Tak Mengalir, Warga Perumahan Residen Jayanti Keluhkan Layanan PDAM Aetra

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Kabupaten Tangerang – Warga Perumahan Residen Jayanti, Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih dari PDAM Aetra selama tiga hari terakhir. Hingga Kamis malam (11/Februari/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, air disebut belum juga mengalir ke rumah-rumah warga.

 

Kondisi tersebut memicu keresahan di lingkungan perumahan, mengingat kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi keluarga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga mengaku terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan dasar. Harga air galon yang mencapai Rp5.000 per galon dinilai cukup memberatkan, terutama jika digunakan untuk kebutuhan mandi dan aktivitas rumah tangga lainnya.

Saat dikonfirmasi tim awak media MCJ (Media Center Jayanti), salah seorang warga, Sanusi, menyampaikan keluhannya. Ia mengaku kecewa lantaran sebagai pelanggan aktif yang rutin membayar tagihan, dirinya merasa tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal.

“Kami sudah tiga hari tidak mendapatkan suplai air. Untuk kebutuhan mandi keluarga, terpaksa beli air galon Rp5.000 per galon.

Kalau dihitung-hitung, jelas ini jadi beban tambahan. Saya rutin bayar tagihan Aetra, tidak pernah telat, tapi kenapa pelayanan seperti ini? Seolah-olah kami diabaikan,” ujar Sanusi dengan nada kecewa.

Menurutnya, tidak ada pemberitahuan resmi sebelumnya terkait gangguan distribusi air tersebut. Warga pun berharap adanya transparansi dan informasi yang jelas dari pihak pengelola terkait penyebab terhentinya aliran air.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang enggan disebutkan namanya. Mereka berharap pihak PDAM Aetra segera melakukan perbaikan atau memberikan solusi cepat, seperti pengiriman bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.

“Kami hanya butuh kepastian. Kalau memang ada perbaikan jaringan atau gangguan teknis, sampaikan secara terbuka agar warga tidak bertanya-tanya. Jangan sampai kebutuhan dasar masyarakat terabaikan,” ungkap salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Aetra terkait penyebab gangguan distribusi air di Perumahan Residen Jayanti. Warga berharap pihak terkait segera turun tangan agar pelayanan air bersih kembali normal dalam waktu dekat.

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait di Kabupaten Tangerang untuk ikut memantau serta memastikan hak-hak pelanggan atas layanan air bersih tetap terpenuhi sesuai standar pelayanan yang berlaku.

Warga Perumahan Residen Jayanti menegaskan, mereka tidak menuntut lebih, hanya menginginkan pelayanan yang sepadan dengan kewajiban yang telah mereka tunaikan sebagai pelanggan setia. Air bersih, bagi mereka, bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang menyangkut kesehatan dan keberlangsungan hidup keluarga.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pencemaran Lingkungan Diduga Terstruktur, PT CHUN CHERNG INDONESIA Terancan Pidana Berat
Diduga Asal Jadi, Proyek Hotmix UPT di Desa Kaliasin Disorot Warga
Kadin Brebes Gelar Halal Bihalal dan Rapinkab 2026: Bupati Paramitha Dorong Investasi Terbuka, Ketua Kadin Soroti Kelangkaan Elpiji
Ada apa kopi di Jember tidak ada respon dari instansi daerah jember 
Halalbihalal Jurnalis Jember, Tekankan Kekompakan dan Etika Pemberitaan
Info Jembrana Soal ‘Tebe Modrn Kelola Sampah dan Bali Super Drag Way
Info Denpasar Bali Terkait Mangrove, Paskah MPUK dan Operasional TPST
Musancab Serentak PDI Perjuangan Banyuwangi, Struktur Baru PAC Tegalsari Resmi Ditetapkan

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 00:39 WIB

Pencemaran Lingkungan Diduga Terstruktur, PT CHUN CHERNG INDONESIA Terancan Pidana Berat

Minggu, 26 April 2026 - 00:24 WIB

Diduga Asal Jadi, Proyek Hotmix UPT di Desa Kaliasin Disorot Warga

Sabtu, 25 April 2026 - 17:06 WIB

Kadin Brebes Gelar Halal Bihalal dan Rapinkab 2026: Bupati Paramitha Dorong Investasi Terbuka, Ketua Kadin Soroti Kelangkaan Elpiji

Sabtu, 25 April 2026 - 13:42 WIB

Ada apa kopi di Jember tidak ada respon dari instansi daerah jember 

Sabtu, 25 April 2026 - 13:32 WIB

Halalbihalal Jurnalis Jember, Tekankan Kekompakan dan Etika Pemberitaan

Berita Terbaru